
...Selain itu mereka juga merasa senang untuk Indah, hal ini di dasarkan atas kekuatan besar yang bisa di timbulkan oleh Jun hanya dengan panggilan telfon....
...Hal ini menunjukkan seberapa besar kekuasaan dan kekayaan Jun, maka dari itu, walaupun Indah hanya akan menjadi istri kedua Jun, mereka tetap akan merestuinya, bahkan jika untuk menjadi istri ketiga, keempat ataupun kelima, itu tidak akan ada bedanya. Pada jaman dulu seorang raja bisa memiliki hingga 100 istri....
...Selama kebutuhan, keperluan dan kebahagiaannya terpenuhi tidak akan menjadi masalah, dan semua orang tahu, Jun mampu melakukan itu....
...Siang harinya Jun meninggalkan kediaman orang tua Indah bersama dengan Jenny, Indah serta anak-anaknya, kali ini Surya yang mengemudi sedangkan Jun berada disampingnya, Jenny, Indah dan kedua anknya ada dikursi belakang....
..."Sur... aku mau kamu mengajari Niko dengan sungguh-sungguh, ajarkan ia manajemen, bisnis, akuntansi dan Trading bila perlu beladiri. kamu ajari dia sampai bisa"...
...Setelah jeda sebentar Jun melanjutkan,....
..."Belilah mansion lain di dekat mansion kita untukmu tinggal dengannya, dan sebagai tempat berlatih, kalau tidak ada, bangun saja"...
..."baik tuan, akan saya lakukan segera"...
..."besok atur orang untuk membantu perpindahan mereka ke mansion dan laporkan perkembangan pembangunan kita di jembrana nanti malam"...
..."baik tuan"...
...Sore harinya Jun menyempatkan diri untuk mengajari Chya dan Satria berenang, sedangkan Indah dan Jenny sedang membuat Rujak mangga di gazebo....
...Bi Soni, Pak De dan semua keluarganya datang ke mansion, mereka telah mendengar kabar keributan yang terjadi pada keluarga Indah, mereka sebelumnya mengunjungi keluarga Indah dan sudah mendengar seluruh ceritanya....
...Merekapun berkumpul dan mengobrol di gazebo, kali ini kedua sepupu Jun yang mendampingi anak-anaknya belajar berenang dan bermain tembak-tembakan air. Malam ini mereka menginap di mansion....
...Tak lama datang Surya yang mengatakan bahw gubernur Sulteng bersama jajaran serta para petinggi datang berkujung. Jun pun akhirnya dengan terpaksa menyudahi kegiatannya untuk menemui mereka di ruang tamu....
...Begitu mereka melihat Jun memasuki ruang tamu, semua orang bangkit, mencakupkan tangan mereka dan mengucapkan salam sambil membungkuk, Jun pun membalas salam mereka dan mempersilahkan semua orang duduk kembali....
..."ada apa bapak-bapak, apakah ada yang mendesak??"...
...Jun langsung kepada intinya, dia merasa tidak terlalu senang dengan kunjungan mereka yang mengganggu kebersamaannya dengan keluarganya....
..."kami mohon maaf sebelumnya karena telah menyita waktu anda pak Jun, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin kami berikan kepada anda sebagai ucapan terimakasih sekaligus permintaan maaf kami tentang permasalahan warga kami dengan calon mertua anda"...
...Gubernur tersebut membuka sebuah map yang berisikan beberapa lembar dokument di dalamnya, ia lantas menaruhnya di atas meja, kemudian memutarnya agar Jun dapat membacanya dengan Jelas....
..."ini adalah dokumen kepemilikan lahan perkebunan coklat milik negara dan daerah pak Jun, lahan ini sebenarnya kurang produktif dan bisa dibilang hampir terbengkalai, luasnya sendiri mencapai 45.000 hektar are pak Jun. Kami berniat memberikan lahan ini kepada anda untuk di kelola dan di pakai selama pabrik anda masih beroperasi, kami yakin lahan ini akan sangat membantu pabrik anda kedepannya"...
..."Tunggu sebentar, bukankah komoditi coklat di daerah ini lumayan besar, kenapa lahan negara bisa tidak terurus??"...
..."ini karena hama pak Jun.. kami bisa mengatasi hama dan penyakit lainnya, namun pencuri dan preman tidak bisa, kami selalu kecolongan dan merugi, banyaknya petugas patroli yang harus kami gaji tidak sebanding dengan pemasukan, jadi terpaksa kami tinggalkan untuk selanjutnya di ambil alih warga sekitar, namun setoran mereka tidak pernah lancar, bahkan menunggak selama bertahun-tahun. Jika ini diambil swasta seperti anda, saya yakin anda dapat menemukan solusi dan bisa memamfaatkan lahan ini"...
..."apa ada perumahan warga didalam perkebunan ini??"...
"banyak pak Jun, tapi kami bisa mengusirnya jika anda mau"
..."tidak perlu, saya akan menerima lahan ini untuk di kelola, dan mungkin akan membangun pabrik pengolahan coklat disana. Jika semuanya memungkinkan kita bisa membagi kepemilikan saham pabrik tersebut. Saya juga akan memberi anda 20 miliar untuk membangun beberapa rumah untuk mereka di pinggiran perkebunan, segera setelah rumah itu jadi kalian relokasi mereka. Staf saya akan mengunjungi tempat itu untuk survey, mereka akan mengkordinasikannya dengan anda nanti"...
...Jun kemudian menoleh kepada Surya dan melanjutkan.....
__ADS_1
..."Sur, kamu urus proses transfer 20 miliarnya ya, dan kordinasikan masalah lainnya dengan mereka, dan juga lakukan survey dan investigasi mengenai kemungkinan kita untuk membangun proyek pabrik coklat disana"...
..."sebenarnya kami sudah memiliki datanya tuan."...
..."kalau begitu laporkan sekalian semuanya nanti malam, dan kamu urus kontrak dan legalitas yang di perlukan dengan mereka nanti"...
...Jun kemudian kembali menoleh kepada gubernur dan semua orang lalu melanjutkan....
..."tuan-tuan.. apa ada yang lain??...
...Pertanyaan Jun sontak membuat mereka kehilangan kata-katanya, mereka datang untuk memberikan hadiah kepada Jun, atau bisa di katakan pemberian ucapan maaf. Akan tetapi Jun sudah mengubahnya seakan-akan mereka datang untuk meminta tolong pada Jun....
...Semua orang tidak tahu lagi harus mengatakan apa, awalnya mereka merasa bangga karena datang membawa sesuatu untuk di berikan kepada Jun, namun situasinya sekarang sudah terbalik. Tidak ada lagi yang bisa mereka banggakan, jadi meraka hanya tersenyum canggung dan menggelengkan kepalanya....
..."baiklah kalau begitu tuan-tuan, saya harus meminta maaf karena harus meninggalkan kalian, silahkan selesaikan segalanya dengan sekretaris saya, saya undur diri dulu"...
..."baik pak Jun terimakasih, sekali lagi maaf mengganggu kegiatanmu"...
..."tidak apa-apa, jika memerlukan sesuatu silahkan hubungi asisten saya, dia akan menyampaikan semuanya kepada saya nanti, silahkan nikmati waktu anda disini"...
...setelah jeda sebentar Jun menoleh kepada Surya.....
..."oh ya Sur, di kebun belakang banyak sekali mangga yang sudah matang, suruh seseorang untuk membagikannya kepada mereka semua ya"...
..."pak Jun anda tidak perlu repot-repot" gubernur hendak basa-basi...
..."tidak apa-apa, kasian soalnya banyak yang terbuang, terlalu banyak untuk kami disini, kalian tidak perlu sungkan. baiklah kalau begitu saya tinggalkan kalian disini"...
..."sekali lagi terimakasih pak Jun" mereka semua serentak mengucapkannya....
...Jun, Soni, pak Man dan Suarsa melakukan videocall, Jun memberitahu mereka tentang rencananya, tentu saja keluarganya itu menyambut baik niat Jun, merekapun merencanakan beberapa hal tentang pernikahan itu....
...Dalam videocall itu juga Suarsa memberitahu upacara yang akan berlangsung dalam 2 hari, jadi Jun dan Soni berencana datang ke upacara itu....
...Malam harinya Jun dan Surya berbincang di ruang kerjanya, mereka membahas semua proyek dan investasi yang Jun lakukan dalam seminggu terakhir, dan ternyata sudah banyak sekali, tapi fokus utama Jun adalah markasnya di jembrana....
...Bangunan markasnya telah rampung semua, tinggal menunggu beberapa furnitur yang belum datang saja, karena banyak furnitur yang di datangkan dari luar negeri. Jun kembali di buat terkesan dengan efektifitas anak buahnya....
...Ribuan pekerja bekerja 24jam sehari secara bergiliran, ratusan mesin, alat berat, dan kendaraan lain lalu lalang tanpa henti, proyek ini menjadi proyek tercepat dalam sejarah....
...Kemampuan manajemen kerja cyborg memang sangat terukur bagaikan sebuah mesin print. Para kontraktor dan pekerja sangat mengagumi mereka, mereka menjadi guru yang sangat efektif, walaupun mereka memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengerjakan proyek super besar, tapi kecepatan dan ketepan para cyborg menambah banyak wawasan mereka....
...Banyak alat berat yang di modifikasi untuk lebih membantu mereka, banyak juga alat-alat baru yang memiliki peranan penting dalam pembangunan proyek yang baru pertama kali mereka temui di proyek ini....
...Bahkan banyak helikopter besar pengangkut bahan kebutuhan mereka berlalu lalang di udara, yang biasanya bahan-bahan tersebut di kirim mengunakan jalur darat dan laut yang biasanya menghabiskan waktu berhari-hari datang hanya dalam hitungan jam....
...Mengetahui rumahnya akan jadi dalam 4 hari kedepan, Jun akhirnya meminta kepada para Cyborg untuk merampungkan 5 kamar tidur utama dulu dalam 2 hari, karena Jun akan mengajak Jenny, Indah dan kedua anaknya, serta Soni, pak De dan kedua sepupunya. Untuk datang ke jembrana bersamanya....
...Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, Jun akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa ruang kerjanya. Dia tidak ingin mengganggu istirahat Jenny....
...Keesokan paginya seperti biasa Jun menghabiskan waktu bersama ank-anaknya, mereka bermain sepeda di halaman depan, kali ini mansion terasa lebih ramai dan berwarna karena ada keluarga Soni....
__ADS_1
...Menjelang siang, 2 truck kontainer besar memasuki mansion mengikuti mansory G63 AMG di depannya, Surya membawa Todya, Sari dan Niko bersamanya untuk memindahkan barang-barang berharga mereka....
...Melihat kendaraan-kendaraan itu, mau tidak mau Jun bertanya kepada Surya....
..."Sur.. kenapa harus memakai 2 kontainer?? barangnya banyak??"...
..."maaf tuan mereka bersikeras untuk membawanya"...
...Jun akhirnya menoleh pada keluarga Indah. Mereka semua memandang mansion dengan mulut terbuka, merekapun akhirnya menyadari kesalahan mereka karena membawa semua barang-barang mereka kesini....
...Kekaguman dan keterkejutan mereka akhirnya di buyarkan oleh suara Indah....
..."ayah.. Ibu.. kalian membawa semua barang-barang dirumah kesini?? kamar kalian sudah penuh dengan furnitur loh.. semua ini mau ditaruh dimana lagi coba"...
..."haah... Ndah, nak Jun, nak Jenny maaf kami tidak tahu kalau kamar kami sudah lengkap dengan perabotan, tapi kemarin kalian menyuruh kami membawa semua barang-barang kami" Sari...
..."maksud kami barang-barang berharga sama pakaian saja Bu.. bukan perabotan, lagi pula perabotan kita kan sudah banyak yang lapuk dan rusak" Indah...
..."tidak apa-apa Ndah, biarkan nanti perabotan-perabotan itu di sortir dan di perbaiki oleh Windu teknisi kita, dia ahli dalam hal itu, sisanya seperti pakaian dan barang-barang berharga lain biar di bantu sama pelayan untuk membawanya masuk ke kamar kalian masing-masing" Jun...
..."hehe... maaf ya nak Jun" Todya...
..."tidak apa-apa pak.. ayo ambil barang-barang bapak, setelah itu kita antar kekamar" Jun...
...Merekapun menyortir barang-barang mereka di bantu oleh para pelayan, beristirahat sebentar untuk makan siang dan melanjutkannya lagi, mereka akhirnya selesai pada pukul 3 sore.Todya, Sari dan Niko tidak henti-hentinya mengagumi mansion ini, sangat luat dan mewah, mereka baru pertama kalinya melihat rumah semewah ini....
...Setelah makan malam selesai pukul 7, Pak de, Soni dan kedua sepupu Jun pamit untuk pulang kerumah mereka, karena ingin melakukan persiapan untuk berangkat ke Jembrana bersama Jun besok lusa....
...Jun berbincang dengan Todya, Surya dan Niko di minibar dekat kolam renang, sedangkan para wanita berbincang di ruang tamu bersama anak-anak....
...Fokus perbincangan para lelaki adalah pendidikan dan pelatihan Niko bersama Surya, Niko tidak memiliki keluhan apapun, bahkan dia telah berjanji kepada semua orang untuk merubah dirinya mulai sekarang dan akan lebih serius menjalani kehidupannya....
...Di ruang tamu Sari mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Jenny atas kesediaannya berbagi dengan Indah, Sari juga sangat mengagumi sosok Jenny yang sangat cantik, lembut dan penyayang mirip seperti anaknya. Melihat hal ini dia merasa lega di dalam hatinya, apalagi Jenny dan Indah sudah mulai akrab satu sama lain....
...Pukul 11 malam mereka akhirnya kembali kekamar mereka masing-masing. Namun kali ini, Chya dan Satria tidak tidur dengan Ibu mereka, melainkan berbagi kamar tidur berdua. Ini juga merupakan permintaan Chya dan Satria, Jenny dan Indahpun menyetujuinya....
...Mereka telah menata dan mendekorasi kamar anak-anak bersama dengan para pelayan. Permasalahan kembali muncul ketika Jenny dan Indah akhirnya harus berbagi kamar berdua, tempat tidurnya memang besar dan cukup untuk menampung 4 orang dewasa....
...Hal yang membuat canggung adalah karena mereka berdua sudah dewasa dan juga mengingat fakta bahwa mereka harus berbagi kamar juga dengan Jun. Hal ini kembali menimbulkan kecanggungan di antara mereka....
...Kecanggungan mereka di perparah ketika Jun datang dan membuka pintu kamar mereka. Jenny sedang bersandar di kasur sambil membaca buku sedangkan Indah sedang tiduran memeluk bantal sambil membaca sesuatu di ponselnya. Mereka semua saling tatap tanpa berkata-kata....
...Jun terpaku sambil memegang pintu yang masih terbuka, walaupun dia tahu ini akan terjadi suatu saat nanti, dia masih belum merasa siap. Dia belum pernah tidur di dampingi oleh 2 wanita dewasa dalam tempat tidurnya....
...Dia memang pernah tidur 1 kasur dengan 2 wanita, namun itu adalah Ayu dan Chya, hal dihadapannya ini jelas jauh sangat berbeda, apalagi sudah lama sekali dia belum merasakan kepuasan bercinta....
..."honey.. kenapa masih berdiri disitu, kamu melupakan sesuatu??" Jenny...
..."uuhh.. maaf honey.. aku hanya terkejut melihat kalian, seingatku tadi sewaktu makan malam Chya masih kecil, kenapa sekarang sudah berubah menjadi seorang gadis ya??" Jun...
...Perkataan Jun membuat Jenny tertawa, namun Indah merasa malu, jadi dia membalas....
__ADS_1
..."eee.. Jun, kalau kamu tidak ingin aku tidur disini aku akan tidur bersama anak-anak" Indah...
..."Ndah.. tolong jangan tersinggung aku hanya bercanda, tentu saja tidak apa-apa kamu tidur disini" Jun...