Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 11 (mempelajari system)


__ADS_3

...Mendengar perkataan ayahnya Jenny bertambah malu dan malu, wajahnya semakin memerah, dia merasa sangat malu dan bahagia, setidaknya dia tidak takut lagi keluarganya akan melarangnya menikah dengan Jun, apalagi sudah mengantongi restu dari ayahnya....


...Juni yang mendengarnya pun tersenyum, walaupun dia ragu untuk memulai kehidupan menikah lagi setelah gagal 2 kali, dia tahu Jenny adalah wanita yang berbeda....


...Dia menepuk tangan Jenny yang masih memegang tangan kanannya dengan sangat erat, seolah-olah Jenny ingin meremasnya, dia tahu Jenny sangat gugup dan malu, namun dia melepaskan tangannya, menatap Jenny dalam-dalam lalu tersenyum kemudian beralih melihat Daniel....


...*maaf paman, kami tidak sengaja mengabaikanmu, hari ini aku secara pribadi ingin meminta ijinmu untuk menjadikan Jenny pacarku, kedepannya aku berjanji untuk selalu menjaganya dan mencintainya sepenuh hati, aku akan selalu mengutamakan kebahagiaannya, apakah paman mengijinkanku??*...


...*Aku melihat Jenny sangat mencintaimu, jadi tidak ada alasan bagiku untuk menghalangi kalian. Jenny adalah anakku satu-satunya, kamu mungkin sudah tahu itu. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu.. jangan pernah sakiti dia, sayangi dia seperti kami menyayanginya*...


...*Paman jangan khawatirkan itu, aku memang tidak sempurna, tapi aku adalah orang yang memegang janji-janjiku, jadi paman bisa tenang*...


...Setelah jeda sebentar Jun melanjutkan......


...*Paman, aku minta ijin berhenti dari pekerjaanku yang sekarang, aku ingin pulang ke negara asalku untuk beberapa urusan, aku meninggalkan segala urusan rumah sakit kepadamu*...


...Daniel terlihat ragu-ragu.....


...*eee.. ini Jun, maksudmu pekerjaan yang mana??*...


...Jun tidak tahu harus menjawab apa, jadi dia tertawa.....


...*hahahaha... paman.. aku hanya memiliki satu pekerjaan, yaitu sebagai kurir rumah sakit ini selain ini tidak ada lagi*...


...Daniel menggosok-gosok bagian belakang kepalanya.....


...*Berarti akulah yang bekerja untukmu, dan kamu hanya bermain-main diluar sambil menunggu setorannya kan??*...


...Jun terkekeh canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.....


...*iya.. itu.. hehehee... aku memang seperti itu.. aku tidak pandai dalam hal itu.. hehehee.. maaf paman*...


...*tidak masalah bagiku.. lagipula, kalau kalian serius pada hubungan kalian dan dimasa depan menjadi pasangan suami istri, ini adalah warisan untuk cucu-cucuku juga. aku tidak akan merasa menjadi karyawan kalau begitu, akan ku anggap ini sebagai rumah sakitku sendiri.*...


...Daniel menjawabnya dengan tersenyum....


...*baiklah kalau begitu, aku mengandalkan semuanya padamu*...


...Setelah mengatakan itu Jun menatap Jenny.....


...*Jen, ada urusan yang harus aku urus, nanti pulang kerja akan kujemput untuk makan malam, bagaimana??*...


...*baiklah aku tunggu*...


...Jenny menjawabnya bersemangat dan senyumannya penuh dengan kebahagiaan.....


...*Bagaimana kalau kalian makan dirumah saja, sekalian perkenalan dengan keluarga kami*...


...saran Daniel...


...*tapi ayah.. ini adalah makan malam pertama kami sebagai pasangan*...


...keluh Jenny...


...*lalu kenapa?? justru bagus kalau kita lakukan perkenalan sekalian perayaan hubungan kalian bersama keluarga, apa kamu tidak ingin berbagi kebahagiaanmu bersama kami??*...


...Daniel tidak mau kalah dengan Jenny...


...*Aku rasa ide paman bagus juga Jenny, lagi pula sebentar lagi aku akan kembali kenegara asalku*...


...Jun mengiyakan Daniel...


...*memangnya kapan kamu kembali?? dan berapa lama??*...


...Jenny bertanya dengan ekspresi sedih...


...*2 hari lagi, mungkin aku disana selama beberapa minggu mungkin lebih, aku belum tahu*...


...Jun mengangkat bahunya...


...*Kenapa lama sekali?? kita baru jadian tapi kau sudah ninggalin aku, kau tadi bilang kebahagiaanku adalah prioritasmu, sekarang kamu buat aku sedih. kamu pembohong*...


...Jenny kesal lalu membuang muka...


...*Jenny... tolong mengerti... aku disini hanyalah orang asing, urusanku disini sudah selesai, dan sudah waktunya kembali, tapi aku berjanji akan cepat kembali, nanti kalau kamu ada waktu luang, kamu boleh menyusulku kesana..*...


...Jun menenangkan Jenny...


...*apa kamu tidak bisa menundanya sebentar lagi?? mungkin seminggu atau sebulan, 2 hari apa tidak terlalu cepat?*...


...Tanya jenny penuh harap...


...*semakin cepat aku pergi semakin cepat aku kembali, saat nanti aku kembali, waktuku akan lebih banyak untukmu.. okey..!!*...


...*tapi waktu 2 hari tetaplah terlalu cepat, kamu kejam sekali*...


...*baiklah, ambil cutimu dalam 1 minggu setelah aku lembali kenegara asalku, sebagai presdir aku memberikanmu ijin, aku yakin direktur Daniel tidak akan keberatan, aku akan menunggumu disana.. bagaimana??*...

__ADS_1


...Jun akhirnya menyarankan...


...*okey... tunggu aku disana, kamu harus mengajakku keliling Bali.. dulu waktu aku masih kecil ayah pernah mengajakku kesana, tapi aku sudah lupa sekarang*...


...*baiklah.. begitu lebih baik*...


...*kalau begitu aku harus pergi dlu, nanti kabari aku waktu dan tempat makan malamnya*...


...*Paman aku pamit dulu, sampai jumpa nanti malam*...


...*baiklah.. hati-hati di jalan, sampai jumpa nanti malam*...


...*aku akan mengantarmu keluar...*...


...Jenny menawarkan dirinya....


...Daniel tidak tahu harus berkata apa, dia memiliki ketidak setujuan dalam hatinya, namun logikanya tidak dapat menemukan alasan yang tepat. Namun melihat putrinya yang bahagia seperti sekarang, membuatnya sedikit lebih rileks....


...Jenny dan Jun keluar dari ruangan Daniel bersama-sama, Jenny menggandeng lengan Jun sambil menyandarkan kepala di bahunya, Jun telah mencoba menasehatinya agar memperhatikan wibawanya, namun itu gagal....


...Walaupun umur Jenny sudah hampir menginjak 27 tahun, dan memegang jabatan penting di rumah sakit, apalagi seorang spesialis saraf, ini adalah cinta pertamanya....


...Jun adalah laki-laki pertama yang membuatnya tertarik padanya, ada ratusan bahkan mungkin ribuan yang telah mendekatinya, bahkan datang kerumah dengan orang tua mereka, namun Jenny selalu mengancam akan pergi dari rumah, bahkan pernah mengancam bunuh diri kalau orang tuanya menjodohkan dirinya....


...Dia akan memilih untuk menikahi orang yang dia cintai, dan orang yang mencintai dirinya. Saat beberapa pertemuan dengan Jun, dia sudah memantapkan hatinya, jika suatu saat dia menikah, dia akan menikah dengan Jun, atau tidak menikah sama sekali....


...Dan beruntung baginya Jun menyambut cintanya, walaupun belum 100% tetapi dia yakin dia bisa meyakinkan Jun dan membuat Jun mencintainya seperti dia mencintai Jun...


...Di hiasi ratusan pasang mata yang melihat mereka, Jenny tidak merasa risih atau malu, bahkan senyuman di wajahnya seakan-akan mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian, rasa bahagia yang tidak dapat dilukiskan....


...Dari kecil begitulah Jenny, selain karena dia cerdas, dia memiliki mimpi dan cita-cita yang selalu ingin dia kejar, saat masih berumur 7 tahun dia melihat buyutnya yang sakit, saat itu pula dia ingin menjadi dokter, dan dia mengejarnya, belajar mati-matian, menjalani program akselarasi, belajar dan terus belajar. saat usia 14 diapun lulus sekolah menengah atas, dan melanjutkan studi kedokteran, namun di usia 16, kakeknya mengalami saraf terjepit, detik itu pula dia mengejar spesialis saraf, diapun belajar lagi dan lagi tanpa kenal lelah. Bahkan berangkat ke Eropa, amerika dan sebagian Asia hanya untuk magang dan semakin mendalami pengetahuannya....


...Bahkan di nobatkan sebagai ahli saraf termuda dan ahli saraf terbaik di rumah sakitnya tidak membuat dia berhenti belajar....


...Namun saat usianya mencapai 26 tahun, dia memiliki 1 target lagi, yaitu menemukan seseorang yang dia cintai sebelum berumur 30an, dan dia menemukan sosok itu pada diri Jun. Menurut Jenny ini adalah pencapaian yang sangat besar, karena lebih awal dari yang dia targetkan, dan mendapatkan yang benar-benar bisa membuatnya jatuh cinta tanpa syarat....


...Dia tidak perduli dengan masalalu Jun, dia tidak perduli Jun dari bangsa mana, dia juga tidak perduli pada harta Jun, yang dia tahu, saat melihat Jun hatinya tenang dan bahagia, saat jauh dia merasa rindu, saat memikirkan Jun hatinya berbunga-bunga, saat bertemu mereka bertengkar, namun dia selalu menantikannya.....


...Namun saat ini Jun merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan semua orang, dia bukanlah penggila perhatian dan ketenaran. Saat semua perhatian tertuju padanya, secara alami dia ingin segera pergi karena ketidak nyamanannya....


...Setelah naik lift, Jun langsung menekan tombol untuk menuju basement, didalam lift Jenny mengungkapkan betapa bahagianya dirinya setelah di akui pacar oleh Jun....


...*Jen... kenapa kamu memilihku?? kamu tahu aku gagal 2 kali, apa kamu tidak pernah berfikir bahwa aku pasti memiliki banyak kekurangan??* Jun...


...*entahlah... aku hanya ingin selalu berada di dekat kamu, dan selama ini cuma kamu yang bisa membuatku seperti itu* Jenny...


...*penyesalan itu ada karena keputusan, bahkan memutuskan untuk tidak memutuskan atau memilih untuk tidak melakukan atau melakukan apa yang harus dilakukan, bagiku semua itu sama saja, aku lebih memilih menyesal setelah memutuskan untuk melakukan dari pada menyesal karena memutuskan untuk tidak melakukan. Namun aku tidak akan pergi atau menghindar walaupun aku menyesal*...


...Jenny menatap Jun dan Jun pun menatap Jenny, Jenny sih berharap di cium Jun, namun Jun tiba-tiba tersenyum.....


...*pantas saja tadi banyak yang memperhatikan kita.. eyelinermu berantakan..*...


...*HaH.!!. apa iya??..*...


...Jenny berbalik melihat kaca di dalam lift, lalu mengambil tisue di dalam tas tangannya untuk membersihkan eyelinernya. Namun dalam hatinya berkata.....


...*si kampret menyebalkaann.. apa dia tidak pernah nonton drama atau bagaimana... tidak romantis sama sekali..*...


...Tak lama pintu lift pun terbuka, mereka akhirnya keluar......


...*sampai disini saja, kamu kembalilah naik. kita bertemu nanti malam*...


...*Jun, ee... itu.. apakah sebaiknya kita saling panggil sayang kepada satu sama lain, bagaimana menurutmu??...


...Jenny mengatakannya sambil menundukkan kepala malu-malu....


...*jangan seperti anak kecil begitu,.. aku hampir 30 dan kamu hampir 27, panggilan seperti itu sudah tidak cocok untuk kita*...


...alis Jun berkerut, namun tersenyum.....


...*hey... anak-anak sekolah menengah sekarang saja banyak yang sudah ayah bunda, papi mami ada pupu mumu dan banyak lagi.. masa kalah sama mereka*...


...*baiklah-baiklah.. terserah nyonya saja.. aku akan memanggilmu honey mulai sekarang*...


...*kalau begitu deal ya.. aku juga memanggilmu honey*...


...Jenny tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya....


...*baiklah kamu naik duluan ya... aku pergi dulu*...


...*okey... kamu hati-hati, jangan lupa memberi kabar*...


...*oke.. naik sana!!.. sampai jumpa honey....*...


...*sampai jumpa... i love you..*...


...*i love you too..*...

__ADS_1


...Setelah pintu lift tertutup, Jun menuju motornya, kemudian dia berangkat ke sebuah taman di tepi danau buatan di tengah kota, biasanya di pagi hari atau pada sore hari akan ada banyak orang yang menghabiskan waktu disini untuk menghilangkan rasa penat sehabis beraktifitas, atau berolahraga....


...Namun sekarang jam 2 siang, jadi situasi di taman tidak terlalu ramai, bahkan cenderung sepi. Jun memutuskan kesini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya system yang di ciptakan Eka, situasi malam kemarin dan tadi pagi membuatnya selalu bingung dan terkejut....


...Walaupun Eka sudah menjelaskan secara garis besarnya, namun hal-hal spesifik masih belum dia pahami. Setelah berkeliling taman sebentar, akhirnya dia menemukan tempat teduh di pojok taman yang sepi, dia langsung saja menuju kesitu....


...Dia ingat dulu Eka mengatakan padanya bahwa komunikasi dengan system dapat dilakukan dengan handphone yang dia berikan, jadi Jun langsung mengambil hanphonenya....


...Lalu melihat bagian atas ponselnya, sesuai petunjuk Eka, tombol ini mengalihkan ponsel kepada layanan system, jadi diapun langsung menekan tombol berwarna orange tersebut....


...Setelah itu tampilan ponsel tersebut berubah menunjukkan login sidik jari, Jun pun mengikuti instruksinya, dia menempelkan jempol kanannya dilayar....


...Langsung saja layar menunjukkan bahwa login berhasil, lalu muncul 5 menu diantaranya system status, system setting, status pengguna, asset dan system shop....


...semua tampilan menu di tunjukkan dengan gambar yang berwarna kecuali system shop yang masih berwarna hitam putih, terlihat seperti belum di aktifkan....


Jun akhirnya memutuskan memilih status pengguna, lalu muncul tampilan yang menjelaskan tentang kondisinya..


Nama ; Gede Juni


Umur ; 29.10.7.9-40-43 (th.bln.hr.jm-mnt-dtk)


Tinggi ; 182 cm


berat ; 80 kg


status tubuh :


-meridian : 12 max/ren-max/du-max


-qi/chi-max


-darah-max


-cairan tubuh-max


-esensi-max


-roh-max


-yin-yang balance-max


Tampilan ; 80


Karishma ; 41


Wibawa ; 35


Pesona ; 68


Kecerdasan ; 99


kekuatan ; 100


Keberanian ; 100


kecepatan ; 100


Keterampilan ; ...~~...


...Jun membaca sekilas beberapa keterampilan yang ada di layar, namun dia mengerutkan kening, ada begitu banyak keterampilan yang belum pernah dia lakukan sama sekali seumur hidupnya tetapi merasa bisa melakukannya dengan mudah, mulai dari merajut, menenun, menanam tumbuhan, mencukur rambut, membuat balon dengan permen karet lalu meledakkannya hingga berbunyi shetaakh, mengorek upil, menerbangkan pesawat jenis apapun hingga membuat roket untuk pergi kebulan....


...Jun masih menscroll layarnya turun, mungkin ada ratusan ribu keterampilan, saat dia terus menscroll turun sekilas dia melihat keterampilan orgasme, dia menajamkan matanya kemudian tersenyum sambil geleng-geleng kepala, sampai akhirnya dia menemukan keterampilan selingkuh.....


...*aaahhh... si cunguk ini ada-ada saja.*...


...Jun pun mengembalikan layarnya ke menu Home...


...lalu memilih system setting, dia melihat beberapa pilihan jenis system yang tersedia beserta penjelasannya....



Manual


Semi otomatis


Otomatis


Custom



...Jun menemukan system custom dalam posisi On, ini artinya dia berada pada settingan ini, lalu dia memutuskan untuk membukanya....


...Disana dijelaskan bahwa Jun akan secara Otomatis mendapatkan pengawasan dan perlindungan dengan kemungkinan resiko diatas 25% serta kepemilikan perusahaan yang dia kunjungi dengan potensi perkembangan diatas 60%, melihat ini Jun mengerti kenapa dia mengalami hal kemarin. Disana juga di jelaskan bahwa Jun akan mendapatkan potongan harga 100% saat berkeinginan untuk mengeluarkan uang....


...*Siaaall.. lalu apa gunanya aku mengambil banyak kartu Bank kemarin.. GILA..*...

__ADS_1


__ADS_2