Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 61 (Ayu)


__ADS_3

...Dia adalah ibunya Chya, Ayu. Seseorang yang menelantarkan anak demi harta, seseorang yang sangat di benci Jun karena telah menyebabkan Chya trauma psikis....


...Butuh beberapa hari untuk Chya bangkit dari keterpurukannya, bahkan butuh lebih dari seminggu untuk membuat Chya bisa ceria lagi seperti seharusnya....


...Bahkan Jenny menghabiskan seluruh waktunya untuk menemaninya dan bahkan memamfaatkan waktu senggangnya saat Chya tidur untuk belajar psikoterapi untuk anak-anak....


...Chya cukup beruntung mendapatkan seorang ibu seperti Jenny yang sangat pintar, perhatian dan begitu menyayanginya. Jika tidak, mungkin traumanya tidak akan sembuh dalam waktu sesingkat itu....


...Sekarang setelah banyaknya usaha dan pengorbanan yang di lakukan untuk membuat Chya bangkit. Trauma masa lalunya kemungkinan besar bisa terpicu kembali. Tidak ada yang menginginkannya....


...Jun akhirnya bertanya kepada Suarsa mengenai tujuan Ayu datang mencarinya....


..."pak Man, kapan dia menemuimu dan apa tujuannya?"...


..."Ia datang berkali-kali untuk menanyakanmu, akan tetapi pak Man selalu mengabaikannya dan tidak mengabarinya kepadamu, mengingat betapa kamu membencinya....


...tetapi hari ini dia datang membawa pengacara, ia mengancam akan memenjarakanku karena telah mencoba menyembunyikanmu dan Chya"...


...Mendengar ini Jun hanya merasakan kebenciannya semakin bertambah kepada Ayu, sudah cukup Ayu membuatnya merasa bersalah karena tidak bisa membahagiakannya dan Chya....


...Sudah cukup Ayu membuatnya gusar dan marah karena menjauhkannya dengan Chya dan menyembunyikan keberadaannya. Cukup sudah Jun tidak menghukumnya berat karena telah menyebabkan Chya menderita selama bersamanya....


...Dan sekarang Ayu telah mengancam seseorang yang telah banyak membantu hidup Jun sewaktu susah dulu, seorang yang selalu menjadi dermawannya disaat-saat itu. Bagaimana bisa ada seseorang yang tidak tahu rasa bersyukur atas apa yang ia miliki....


...Jun menahan amarahnya dan tetap mencoba untuk tenang, walaupun jauh didalam hatinya ia tidak pernah menyangka wanita yang dulu sangat ia cintai berubah menjadi seorang monster yang tidak lagi mengenal kasih sayang....


...Bahkan predator yang sangat buaspun akan selalu menjaga anak-anak mereka, bagaimana bisa seorang ibu bisa membuat anaknya duduk sendirian di teras depan kamar kostnya di tengah malam hanya untuk bisa bercinta dengan laki-laki tua yang menjanjikannya hidup nyaman....


...Saat Jun mengingat semua ini, jantungnya akan berdebar kencang karena kemarahan, Ayu bukan lagi Ayu yang pernah ia cintai. Jun tidak lagi mengenal wanita itu, ia adalah iblis yang haus akan harta....


..."pak Man, apakah dia meninggalkan nomor kontaknya?"...


...Jun menanyakannya karena ia telah menghapus semuanya tentang Ayu, bahkan bukan cuma menghapus, ia juga telah memblokir Ayu....


..."iya ada... Ayu meninggalkan kontaknya"...


..."kirimkan padaku pak Man, dan pak Man tidak usah khawatir mengenai dia. Ia tidak akan bisa melakukan apapun padamu. Ia sudah kehilangan hak asuhnya pada Chya, jadi tuntutannya tidak akan berhasil"...


..."pak Man tahu itu Jun, pak Man cuman ingin kamu tahu saja"...


..."terimakasih pak Man"...


...Semenit kemudian setelah menutup panggilan telefon, Suarsa mengirimi Jun nomor kontak Ayu. Jun langsung menelfonnya, namun ia memakai nomor luar negeri, hal ini ia lakukan hanya untuk membiarkan Ayu mengira bahwa ia dan Chya sedang berada di luar negeri....


...Setelah beberapa kali dering, panggilannya pun di angkat oleh Ayu....


..."hallo"...


...Ayu menyapa, dan dari suaranya Jun dapat merasakan keragu-raguan Ayu. Ia pun langsung berbicara ke intinya tanpa basa-basi....


..."Ayu, apa tujuanmu?"...


..."jun?"...


..."katakan saja, kenapa kamu mencariku?"...


..."Jun, aku hanya ingin meminta maaf padamu atas semua kesalahanku dulu. Aku sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan kamu dan meninggalkan kamu.. Sekarang aku menyadari bahwa aku salah dan aku ingin......##"...


..."aku ingin kamu menghilang dari dunia ini"...


..."apa????..."...


..."apapun yang kamu lakukan tidak akan berguna, hentikan semua niatmu, jika kamu masih bersikeras aku tidak akan menahan lagi keinginanku untuk menghancurkan hidupmu lebih parah lagi"...


..."Jun... tapi aku....##"...


..."aku masih bisa menahan amarahku, karena aku tidak sejahat kamu. Tapi jika kamu memancingnya lagi dan lagi, kamu tidak akan menyukainya. Apa menurutmu aku tidak bisa berbuat jahat??"...

__ADS_1


..."tapi Jun demi masa lalu ki.....##"...


..."camkan saja kata-kataku, jangan pernah mengusikku lagi jika tidak ingin kehidupanmu lebih menderita lagi"...


..."......"...


...Jun tidak membiarkan Ayu menyelesaikan kalimatnya, kalimat pertamanya saja sudah membuat Jun menjadi semakin muak dan marah....


...Jika saja kalimat pertama yang di utarakan Ayu adalah meminta maaf pada Chya karena ia telah sadar atas kesalahannya terdahulu terhadapnya, mungkin Jun bisa mempertimbangkan untuk mendengar penjelasannya lebih lanjut....


...Bagaimanapun juga Ayu tetaplah ibu kandung Chya, Jun tidak akan terus-terusan memisahkan mereka jika saja Ayu telah sadar sepenuhnya dan Chya juga bisa memaafkan semua kesalahan Ayu....


...Namun sayangnya Ayu langsung memperlihatkan kebusukanya pada kalimat pertamanya. Disana jelas terlihat ia hanya tertarik pada kekayaan Jun....


...Ia bahkan tidak menanyakan bagaimana keadaan anaknya, Jun masih tidak habis fikir dengan Ayu. Kebenciannya berubah menjadi rasa jijik yang teramat sangat, bahkan bisa dibilang alergi. Jun sangat ingin menjauhkan Ayu dari kehidupannya....


...Disisi lain Ayu kini sedang duduk di tempat tidur hanya memakai selimut untuk menutupi dadanya sambil memegang handphone, ia ditemani oleh seorang laki-laki tua yang sedang tertidur....


...Terlihat jelas bahwa ia kali ini lagi-lagi melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan dengan Toto. Sambungan telfon langsung terputus saat Jun mengucapkan kalimat ancaman terakhirnya....


...Ayu sangat marah, ia melemparkan handphonenya ke tembok, dan seketika saja handphonenya itu pecah. Lelaki tua yang melihatnya itupun akhirnya bangkit dari tidurnya....


..."Ayu... kamu kenapa?, bikin kaget saja"...


..."percuma.... semuanya PERCUMAAA!!!"...


...Ayu berteriak sedih, lalu ia menutupi wajahnya dan terlihat sangat sedih....


..."Ayu... katakan ada apa ini sebenarnya?"...


..."semuanya percuma pak Wayan.. Jun tidak mengijinkan aku bertemu dengan Chya, bahkan ia tidak memberikanku waktu untukku menjelaskan semuanya"...


..."lalu apa yang ingin kamu lakukan??"...


..."aku harus bertemu dengannya... aku harus. Aku harus menjelaskan semuanya padanya"...


..."apa yang ingin kamu jelaskan padanya, jika kamu hanya ingin bertemu dengan Chya aku bisa membantumu, tetapi jika kamu hanya ingin bertemu dengan mantan suamimu itu, maaf saja, aku tidak bsa membantumu"...


..."Ayuuu... Ayuu.. kamu tidak perlu mengingatkanku tentang semua itu, kamu meminta bantuanku agar kamu di ijinkan lagi bertemu dengan anakmu kan?.. maka dari itu, kalau keinginanmu hanya bertemu lagi dengan anakmu, aku bisa membantumu sesuai dengan janjiku, tapi aku tidak pernah berjanji akan membantumu untuk menemui suamimu"...


..."pak Wayan... sudah lebih dari 10 kali aku menemanimu, kenapa kamu tidak bisa membantuku??"...


..."apa kau tahu??.. jasaku di hargai puluhan juta, bahkan sampai ratusan juta untuk satu kasus. Aku bisa meniduri ratusan wanita sepertimu dengan jumlah uang itu. Jangan menganggap dirimu terlalu tinggi"...


..."kau..."...


...Ayu kehilangan kata-katanya saat ia mendengarkan Wayan. Ia sudah mengorbankan harga dirinya untuk merayu Wayan selama lebih dari 4 bulan hingga akhirnya Wayan mau membantunya....


...Wayan merupakan seorang pengacara yang lumayan terkenal di daerah Denpasar. Dia sudah menyelesaikan puluhan kasus dan memenangkan hampir semuanya sejak ia masih muda sampai sekarang di usianya yang kini sudah menginjak kepala 6....


...Selama awal-awal minggu setelah ia resmi bercerai dengan Toto, Ayu sibuk berkeliling mencari informasi keberadaan Jun dan Chya. Ia pergi kerumah lama Jun yang sudah terjual, lalu berulang kali menemui Suarsa untuk menanyakan keberadaan Jun....


...Namun semuanya nihil. Ia hanya mendapatkan informasi bahwa Jun tinggal di China dari Suarsa dan tidak tahu di daerah dan kota apa. Ia hanya mendapatkan jalan buntu di depannya....


...Hingga akhirnya ia mendapatkan ide untuk merayu Wayan, agar dapat membantunya menemukan jalan untuk bertemu dengan Jun....


...Walaupun ia tahu hal ini mustahil, tapi lebih baik dari pada berusaha sendirian. Rencananya pun berhasil, ia akhirnya dapat berkomunikasi langsung dengan Jun....


...Sayangnya Jun tidak memberinya kesempatan untuk berbicara sama sekali. Bahkan Wayan juga akhirnya menunjukkan bahwa ia tidak setuju jika tujuan Ayu mencarinya adalah untuk membantunya kembali bersama mantan suaminya Jun....


...Wayan hanya ingin menempatkan Ayu sebagai simpanannya, bagaimanapun juga Ayu adalah wanita yang cantik dan sexy. Walaupun umurnya sudah 30 tahun tetapi kecantikannya masih bisa bersaing dengan wanita 20 tahunan....


..."pak Wayan... aku sudah mengorbankan harga diriku agar kamu mau membantuku. Jika semua ini berhasil, aku akan selalu berusaha membayar bantuanmu. Baik itu dengan tubuhku ataupun dengan uang, tidak akan menjadi masalah"...


..."Ayu... aku tidak lagi percaya padamu, kamu adalah wanita yang licik, bahkan sedari awal kamu hanya ingin memanfaatkanku"...


..."bagaimana kamu bisa menyebutku licik, aku telah melayanimu dengan sepenuh hati dan aku hanya meminta bantuanmu, ini merupakan sebuah transaksi. aku telah membayar dengan tubuhku, sekarang saatnya kamu memberikan bantuanmu"...

__ADS_1


..."aku hanya akan membantumu untuk mengajukan kembali kasus perebutan hak asuh anakmu sesuai dengan apa yang aku janjikan dan apa yang kamu minta. Tapi aku baru tahu jika tujuanmu bukan anakmu, melainkan mantan suamimu, itu berarti kau telah menipuku"...


..."kapan aku mengatakan aku ingin kembali ke mantan suamiku? rencanaku masih sama, yaitu bisa kembali dengan anakku, jadi aku harap kamu masih bisa membantuku"...


..."apa kau fikir aku bodoh?? mulai sekarang berusahalah sendiri. Aku tidak ingin terlibat denganmu lagi"...


..."apa!!!.. setelah kau bosan denganku kau ingin membuangku tanpa memberi apa-apa?? apa kau fikir kau bisa pergi se enaknya??"...


..."silahkan tuntut aku atas kerugianmu, aku tidak perduli"...


..."KAU BAJINGAN..!!!"...


...Ayu meraung marah dengan matanyanya yang terbuka lebar, ia hampir menangis atas kerugiannya ini....


...Saat Wayan beranjak dari tempat tidur dan akan memasuki toilet, Ayu meraih asbak rokok yang terbuat dari kaca tebal seberat hampir 1 kilogram di meja lampu tidur, ia melompat dari kasur dan bergegas mengejar Wayan....


...Wayan berbalik dan melihat Ayu yang melompat kearahnya dari kasur. Ia berusaha menangkis serangannya, namun nahas, gerakannya kalah cepat dengan Ayu....


...Walaupun Ayu seorang perempuan, namun ia sedang dalam masa-masa puncaknya, berbeda dengan Wayan yang tubuhnya sudah mengalami kemunduran hampir 10 tahun....


...Walaupun ia merupakan seorang lelaki, ia hanya lelaki tua mesum biasa tanpa pengalaman bertarung sama sekali. Ayu yang sudah kehilangan akal sehatnya tidak bisa lagi mengontrol emosinya....


...Saat asbak kaca berbenturan dengan kepala Wayan, suara renyah tengkorak Wayan yang hancur terdengar sangat mengerikan....


...Wayan langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri seketika tanpa perlawanan atau teriakan kesakitan. Bahkan ia mungkin tidak merasakan sakitnya benturan itu....


...Wayan tergeletak dilantai, darah segar terus mengalir dari kepalanya, setelah kejang-kejang selama beberapa detik, Wayan akhirnya diam tidak bernyawa....


...Ayu yang melihatnya tiba-tiba saja sadar dan menjadi ketakutan. Seketika saja bayangan dirinya yang menjadi buronan polisi terbersit dikepalanya....


...Bahkan bayangan Jun dan Chya yang melihatnya dengan tatapan kecewa juga melayang dalam benaknya, serta bayangan bayi kecilnya yang menangis minta digendong juga mulai muncul....


...Ayu berkutat dengan fikirannya, bagaimana caranya menghilangkan jejak, bagaimana jika sampai ia ketahuan, bagaimana nanti ia di penjara, bahkan ia memikirkan bagaimana malunya nanti keluarganya jika sampai ia tertangkap polisi....


...Ayu terus dan terus berada dalam dilema selama lebih dari 3 jam. Ia akhirnya berteriak dan menjambak-jambak keras rambutnya dan mencakar wajahnya....


...Ia mengamuk dan membanting semua barang yang ada di kamar tersebut. Teriakannya dan suara benda-benda pecah terdengar hingga ke kamar sebelahnya. Akhirnya seseorang melaporkannya ke petugas keamanan hotel....


...Tak lama petugaspun datang, mereka mengetuk pintu kamar Ayu, tetapi tidak dibukakan. Dari luar kamar masih terdengar teriakan dan benturan yang sangat keras. Para petugas akhirnya memakai kunci cadangan untuk membuka pintu....


...Begitu pintu terbuka, terlihatlah pemandangan mengerikan. Meja terbalik, pecahan kaca dan guci yang beserakan di lantai, baju, bantal, sprei, bunga hias majalah dan sebagainya berserakan....


...Begitu mereka masuk kedalam, mereka semakin terkejut melihat mayat lelaki tua dengan darah yang menggenang dibawah badannya....


...Mereka dengan hati-hati mendekati mayat itu. Begitu hampir dekat dengan mayat, muncul seorang wanita yang menyerang mereka menggunakan kayu patahan kaki meja....


Dua orang personil keamanaan yang terlatih dengan sigap menghindari setiap serangan Ayu, lalu menangkapnya dan menekan Ayu ke lantai untuk menghentikan serangannya.


...Mereka berdua tercengang, bingung dengan apa yang terjadi, mereka lantas mengikat Ayu, karena ia meronta-ronta sambil berteriak seperti seseorang yang kesurupan....


...Kedua petugas keamanan itu saling pandang dan masih kebingungan. Beberapa saat kemudian sang manager hotel pun tiba. Ia juga terkejut, mereka bertiga adalah lelaki normal....


...Mata mereka tidak pernah lepas dari Ayu, akhirnya sang manager sadar, dan langsung menelfon polisi....


...Setelah menelfon polisi sang manager bertanya kepada kedua petugas keamanannya....


..."seperti apa kejadiannya?"...


..."kami mendapat panggilan dari reseption dan langsung menuju kemari, setelah membuka pintu gadis ini menyerang kami, jadi kami mengikatnya"...


..."lembut dan enak kan?"...


..."iya pak... eehh... maksudnya pak?"...


..."kalian menyentuhnya kan?"...


..."kalau kami tidak sentuh, kami tidak bisa mengikatnya pak.."...

__ADS_1


..."iya pak tolong jangan marah dan menyalahkan kami"...


..."siapa bilang saya marah sama kalian?"...


__ADS_2