
...Jun sebenarnya hanya mencoba menyembunyikan debaran di jantungnya dengan menggoda Indah. Dia sangat-sangat tergoda dengan mereka berdua. Entah mereka Janjian atau tidak, hari ini mereka menggunakan gaun tidur pendek yang agak terbuka dibagian dadanya....
...Paha mereka yang putih mulus terlihat sangat menggoda, bahkan gunung-gunung itu seakan-akan memanggilnya untuk segera menjamahnya. Namun Jun mampu mengendalikan semuanya dengan mengatur nafasnya....
..."Ndah.. rileks saja ya.. lagipula suatu hari nanti, ini semua akan terjadi.." Jenny mencoba menenangkan Indah yang terlihat sedikit grogi dan panik, lalu dia menoleh kepada Jun....
..."oh ya honey... kapan proyek di jembrana selesai??"...
..."sekarang sudah 80%, tapi bangunannya sudah hampir rampung semua, mungkin bisa di bilang 95%. Hanya tinggal menunggu taman dan peternakan saja" Jun...
..."berarti sebentar lagi kita bisa menikah??" Jenny...
..."betul sayang, mungkin kurang dari 2 minggu lagi karena kita harus mempersiapkan tamannya agar siap untuk di pakai, kita kan tidak mau begitu kita Injak rumputnya, ke esokannya rumput-rumput itu rusak dan mati" Jun...
..."naaah.. Ndah.. kamu dengar itu kan??" Jenny...
..."iya.. maaf, aku hanya tidak terbiasa" Indah...
..."kita bertiga semuanya sama... hehehe.." Jun...
..."iya.. hehehe" Jenny...
...Mereka bertiga kemudian tertawa lucu, menertawakan diri mereka sendiri. Setelah itu mereka mencoba untuk tidur, namun hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Kamar itu menjadi sunyi dan sunyi, sampai akhirnya mereka tertidur karena kelelahan kecuali Jun yang hanya pura-pura tidur....
...Entah pukul berapa, Jun akhirnya mampu menenangkan dirinya dan ikut tertidur bersama mereka, ke esokan paginya, Jun membuka matanya dan menemukan dirinya di peluk oleh kedua calon istrinya itu....
...Diapun lantas membalas pelukan mereka dengan lembut, hal ini menyebabkan keduanya membuka mata mereka. Mereka berdua tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Jun, hal ini membuat Jun terkekeh dan disusul oleh keduanya sambil membenamkan wajah mereka lebih dalam....
...Masih di pagi yang sama, setelah mereka semua selesai sarapan Jun masuk ke ruang kerjanya bersama Surya, sementara yang lain bermain di halaman belakang. Jun memberikan beberapa instruksi mengenai proyek-proyek di sulawesi dan Jembrana, serta mengawasi semua investasi-investasi lainnya dan membahas laporan semua perusahaan-perusahaannya....
...Surya juga menyampaikan undangan dari presiden untuk datang ke istana negara 4 hari lagi berkenaan dengan investasinya beberapa waktu lalu....
...menjelang siang hari Jun meminta Surya untuk menyiapkan semua urusan keberangkatan mereka ke jembrana, sedangkan ia dan semua orang pergi berbelanja di antar oleh para pengawal dan beberapa pelayan....
...Jun sengaja mengajak mereka berbelanja untuk keperluan-keperluan pribadi mereka di jembrana, sedangkan untuk Todya, Sari dan Niko mereka tidak memiliki baju yang layak untuk dipakai di mansion, bagaimanapun juga mereka harus berubah mulai sekarang, yang sebelumnya hanya sebagai buruh tani menjadi orang tua dari CEO triliuner....
...Sesampainya di pusat perbelanjaan, mereka menuju ke restauran dulu karena hari sudah menunjukan jam makan siang, semua anggota keluarga Indah yang baru pertama kali makan di tempat mewah sempat kebingungan, namun Jenny dan Jun dengan cekatan mengarahkan mereka....
...Bagaimana tidak bingung, kali ini Jun mengajak mereka memasuki restaurant jepang, hal ini juga di sengaja oleh Jun, bukan karena ingin mengerjai mereka, namun untuk mengajari mereka, memberikan mereka pengalaman sehingga nantinya akan mulai terbiasa....
...Selesai makan siang, barulah Mereka berbelanja, Jenny menemani anak-anak dan Sari sedangkan indah menemani Todya dan Niko, mereka di dampingi pelayan yang juga memiliki keahlian tentang Fashion, jadi Jenny dan Indah tidak kesulitan memilihkan baju untuk mereka....
...Berbeda dengan Todya dan Sari, mereka sangat malu dan beberapa kali menolak model pakaian yang di cobakan untuk mereka, menurut mereka pakaian-pakaian tersebut terlalu bagus di tubuh mereka, hal ini menyebabkan Jenny dan Indah tertawa dan merasa mereka lucu....
...Jun disisi lain pergi kesebuah cafe, dia sibuk dengan ponselnya, dia masih merencanakan promosi dan metode pembelian obat-obatnya, yang jelas keuntungan berkali-kali lipat dalam jangka panjang harus dia peroleh....
...Metode pembelian selesai ia rancang yaitu dengan cara barter atau penukaran non tunai, 1 butir obat akan di jual dengan harga 2jt us$ nilai saham yang akan di review oleh para asistennya mengenai keaslian dan progres kedepannya....
...Sedangkan untuk promosinya sendiri, ia mendaftarkan obat ini pada sebuah pelelangan kelas atas di paris dan LA, rencananya obat ini akan dijual secara cash dulu seharga 5jt us$ dan harus diminum secara langsung di panggung pelelangan hari itu juga, serta disana akan di jelaskan juga metode pembeliannya....
__ADS_1
...Jun rencananya juga akan membuat dan menjual beberapa obat mujarab lainnya yang 20% hasilnya akan digunakan untuk pembangunan daerah-daerah tertinggal yang ada di seluruh indonesia dan khususnya bali. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong perekonomian daerah-daerah tersebut sehingga nantinya akan berkembang dan juga menghasilkan lebih banyak keuntungan....
...Tanpa terasa waktu sudah sore, dan semua orang sudah selesai dengan belanjaan mereka, 7 troley penuh dengan belanjaan di dorong oleh Niko, Todya dan para pelayan. Mereka sumua mendekati Jun dengan sumringah, terutama Sari dan Niko yang sejak dulu memimpikan untuk membeli dan memiliki barang-barang yang mereka beli hari ini....
...Sebut saja Sari yang sangat ingin memakai kalung, gelang dan cincin emas, serta niko yang ingin memiliki Iphone 12pro namun mendapatkan yang 13pro, hanya Todya yang tidak memiliki keinginan, namun tetap saja dia merasa sangat bahagia karena telah dibelikan pakaian dan jam tangan mahal. Bagaimanapun juga dengan hasil kerjanya ia tidak akan mungkin memilikinya....
...Mereka semua akhirnya duduk di cafe dan memesan minuman, setelah istirahat dan bercanda satu sama lain selama hampir 1 jam, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. ...
...Di basement mall saat akan menuju ke mobil, Jun merasakan ada beberapa orang bersenjata laras panjang yang sedang menodongkan moncong senjatanya pada mereka, ia melirik para pelayannya....
..."jangan dibunuh, dan bawa mereka kesini"...
...Kata-kata Jun membuat semua orang kebingungan, 6 pelayannya segera melesat dengan cepat, sehingga membuat mereka menjadi semakin bingung....
..."honey.. ada apa?" Jenny...
..."bukan apa-apa honey.. hanya preman nakal yang ingin bermain-main, ajak semua orang untuk masuk kemobil" Jun...
...Semua orang menuruti perintah Jun kecuali Niko, melihat keseriusan dari ekspresi Jun, mereka tahu pasti ada yang salah jadi Niko berniat untuk membantu Jun. Jun menoleh kepada Niko.....
..."kenapa kamu tidak ikut dengan mereka?" Jun...
...Setelah kata-kata Jun turun, terdengar 1 kali suara tembakan, disusul dengan suara-suara teriakan kesakitan yang menggema di seluruh basement, 1 menit kemudian para pelayan Jun menyeret 8 orang yang sudah dalam keadaan patah tulang tangan dan kaki. ...
...Niko terperangah, pemandangan ini sangat mengejutkannya, Bagaimana tidak.. ke enam pelayan itu adalah wanita yang terlihat ramping, sexy dan juga cantik, tinggi mereka hanya berkisar 165 sampai 170 cm dengan rentan usia 20an, Sedangkan orang-orang yang mereka seret berbadan jauh lebih besar dari mereka serta memiliki otot-otot yang besar seperti security hiburan malam....
...Mereka semua merintih dan menangis kesakitan sambil berlumuran darah, ada juga 4 senjata laras panjang ak47, 3 pistol rakitan dan 8 pisau lipat yang sudah ambil oleh para pelayan. Mereka semua di kumpulkan di depan Jun....
..."kalian punya masalah dengan saya??"...
..."bajingaan... kau menjebloskan ayahku ke penjara.. kau akan segera tamat"...
..."oh maaf.. aku tidak mengenal siapa kamu, aku rasa aku juga tidak mengenal ayahmu, dan aku juga tidak mau tahu.. karena kamu berusaha untuk mencelakaiku dan keluargaku, maka sekarang aku memutuskan untuk membunuh kalian semua, apa ada yang ingin kamu sampaikan untuk yang terakhir kalinya??.."...
..."kau..!!"...
...Mendengar kata-kata Jun, pemuda itu membeku, ia tidak tahu harus bagaimana sekarang. Ia ketakutan, ia tahu hidupnya sekarang akan segera berakhir. Memikirkan hal ini tiba-tiba ia jatuh terkulai....
...Dia adalah Danish anak laki-laki pertama dari Darko, ia baru saja datang dari kamboja, ia diselundupkan melalui kapal laut, dan dijemput dengan kapal cepat oleh anak buahnya yang loyal, dia berhasil mengelabui petugas patroli dan akhirnya menginap di sebuah penginapan lokal....
...Disana ia merencanakan untuk membalaskan dendam ayahnya, karena semua orang yang terlibat dalam bisnis mereka sudah di tangkap oleh polisi, bahkan polisi, orang bea cukai, dari dinas perhubungan yang korup, semua bandar dan pengedar yang ikut bekerja sama sampai semua rumah dan aset-asetnya disita dan dibekukan....
...Hal ini telah diselidiki olehnya, dan kesimpulannya mengerucut pada Jun, begitu ia tahu hal ini, ia langsung mengajak anak buahnya yang tersisa untuk mengikuti Jun, dan sampailah mereka dilokasi ini....
...Siapa sangka, penyelidikan dan rencananya yang matang, serta anak buah unggulan yang hebat yang dia gunakan kali ini dikalahkan oleh 2 grup Blackpink yang dibawa Jun....
...Bagaimana mungkin tidak gagal, rencana mereka telah di ketahui dan terdeteksi semenjak kemarin oleh Pengawal Jun, merekapun sudah di awasi, setiap kata, gerakan dan rencana pada setiap detiknya terekam dengan jelas. Itulah kenapa Jun membawa mereka berbelanja hari ini dan mengajak banyak pelayan yang tentu saja sudah dibekali kemampuan super....
...Melihat pemuda itu hanya diam sambil menangis, jun terkekeh dan melanjutkan....
__ADS_1
..."hahaha.. Namamu Danish kan?? ayahmu Darko yang akan di eksekusi mati itu?? kamu lihat itu??"...
...Jun menunjuk ke satu arah, terlihat 4 buah mobil polisi yang mendekat. Sebelum meninggalkan Cafe, salah seorang pelayan sudah menghubungi polisi dan mengatakan situasinya. Jadi polisi yang mendapat panggilan itu langsung menginformasikan laporan tersebut kepada atasannya, dan mereka bergegas mengirim tim Buser mereka kelokasi....
...Danish akhirnya tahu, bahwa detik-detik kehidupannya sekarang sudah hampir habis. Dia merupakan pemasok obat-obatan terlarang dan ganja dari kamboja, vietnam dan daerah lain di sekitar asia untuk di masukkannya ke Indonesia. Seluruh bandar besar di Indonesia mendapatkan bahan-bahan obat terlarang dari dirinya....
...Danish telah menjadi buronan kelas atas semenjak umurnya menginjak 23 tahun, dan sekarang ia sudah berumur 37 tahun, itu artinya ia sudah buron selama 14 tahun. ...
...Ia juga merupakan penjual gadis-gadis remaja keluar negeri serta penjual organ manusia, organ-organ manusia ini tentu saja dari orang-orang yang memiliki perselisihan dengannya atau keluarganya....
...Ia sangat licin dalam setiap aksinya, dirumahnya ia memelihara 4 ekor harimau, 2 ekor singa dan puluhan buaya, semua ini adalah untuk menghilangkan barang bukti....
...Beberapa hari yang lalu semua ini terbongkar, dan segala hal yang berhubungan dengannya di tahan, diselidiki, dibekukan dan dihancurkan. Inilah kenapa dia sangat ingin membunuh Jun, tapi sekarang semua rencananya gagal, dan hukuman mati tentu saja menunggunya di depan mata, semenjak semua orang yang bisa membantunya juga ditahan....
...Apalagi semua kontaknya, rekan-rekannya di Indonesia dan luar negeri sekarang sedang di buru habis-habisan, bukan cuma dari polisi negara-negara itu sendiri, melainkan interpol juga turun tangan. ...
...Ini juga merupakan perintah kapolri, Kombes TNI dan presiden. Semua bukti juga telah di kantongi, dimana sebagian besar di berikan oleh para cyborg yang di perintah Jun. Sebenarnya Jun juga tidak menyangka penyelidikannya terhadap Darko akan meluas menjadi seperti ini....
...Namun temuan ini membuatnya sangat geram sehingga ia memerintahkan penyelidikan lebih lanjut dan bekerja sama dengan semua pihak yang berwenang. Serta memerintahkan para Cyborg untuk mengawal penyelesaiannya sampai tuntas keakar-akarnya....
...Danish menangis dan akhirnya pasrah dengan semua ini, ia tahu, bahwa semua kekuatan dan kehebatannya telah hilang, jika tahu begini ia tidak akan pulang ke Indonesia dan tetap bersembunyi, dengan begitu ia masih memiliki peluang untuk berjuang menyelamatkan dirinya....
...Mobil-mobil itu akhirnya berhenti di dekat lokasi.. para polisi turun dengan cepat dan mengamankannya. Bagaimanapun juga tempat itu sudah mulai ramai dengan penonton yang penasaran. ...
...Indah juga turun dari mobil, dia tahu siapa Danish, karena ia sempat bersaing dengan ayahnya dulu untuk mendapatkan dirinya sebelum dia memutuskan untuk kabur kebali dan menikahi Jun....
..."Sayang, apa yang Danish lakukan??"...
...Jun menoleh kepada Indah, ia tersenyum kepadanya dan melanjutkan.....
..."tidak ada yang spesial sayang, kami sudah menangkapnya"...
...Jun kembali tersenyum sambil sedikit terkekeh....
...Indah baru menyadari kalau dia telah memanggil sayang kepada Jun, ekspresi khawatirnya berubah menjadi merah dan ia tersipu. Alih-alih dia menanyai Jun lebih lanjut, Indah malah berlari kecil kembali menuju ke mobil....
...Jun dan Niko yang melihatnya tertawa dan menggelengkan kepala mereka....
..."kakakmu aneh.."...
..."hey... dia mantan istri dan calon istrimu juga ya"...
..."kamu juga aneh"...
..."terserahlah.."...
...Para polisi menghampiri Jun dan memberi hormat padanya, mereka semua tahu siapa Jun, karena semua polsek dan polda di daerah melakukan rapat darurat yang di khususkan untuk membahas perlindungan terhadap Jun....
...Saat ini kapolres ikut datang setelah menerima panggilan dari pelayan Jun, ia sempat terkejut melihat Danies, ia adalah buronan interpol jadi keterkejutannya berubah menjadi kegembiraan. Namun ia berusaha keras untuk menahan kegembiraannya itu....
__ADS_1
...Setelah memberi hormat kepada Jun selayaknya memberi hormat kepada Jendralnya, ia tersenyum kepada Jun.....