Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 20 (sepertinya tidak sabar memiliki cucu)


__ADS_3

...Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk bergiliran mandi. jadi mereka menuju ke kamar tidur di lantai 2. Villa ini sendiri tidak terlalu besar, di lantai satu ada 1 kamar utama berukuran 12m², dan 1 kamar sedang seukuran 8m², sedangkan kamar di lantai 2 berukuran sama dengan kamar utama di lantai 1 yaitu 12m², namun areanya mencakup teras yang cukup luas menghadap ke pantai, sehingga pada sore hari dapat duduk-duduk santai di atas teras sambil melihat sunset....


...Terdapat juga gazebo kecil dengan taman dan kolam ikan di lantai 2. sedangkan ruang tamu, ruang tengah dan ruang makan ada di lantai satu, dipisahkan dengan kaca dipadukan dengan ornamen ukiran kayu jati, di bagian belakang ada minibar dan kolam renang yang lumayan besar, serta beberapa kursi pantai untuk berjemur....


...Saat Jenny sedang mandi Jun merapikan beberapa baju yang dia bawa ke lemari, dan dia baru teringat bahwa dia belum mengabari siapapun kedatangannya ke Bali. Walaupun keluarga kandung Jun sudah tidak ada lagi, namun beberapa kerabat masih sering menghubunginya dulu. Walaupun jauh kadang mereka masih mengirimi Jun uang pada waktu Jun masih sekolah. Pada waktu ayahnya meninggal juga di semayamkan di salah satu rumah kerabatnya di Jemberana, bahkan membantu biaya ngaben sampai selesai....


...Untuk itu dia mengabari salah satu sepupu dari ibunya yang tinggal di daerah Sesetan, dia adalah seorang Polisi berpangkat Kombes dan sekarang sepertinya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Bali. Jun segera mengambil ponselnya, walaupun sekarang sudah pukul 11 malam, Jun tahu kebiasaan pamannya yang terbiasa tidur pada tengah malam dan bangun pada pukul 6 pagi....


...Dengan 3 kali dering segera panggilan telfon itupun terhubung,.....


..."om swastiastu.. Jun.. gimana kabarnya ni?? tumben sekali telfon pak Man malam-malam, masih di china kamu??"...


..."om swastiastu pak Man, aku baru sampai di bali ini. sekarang lagi di ungasan sama temen, cuman mau ngabarin pak Man aja"...


..."yih.. kok ngga bilang-bilang sama pak Man?? kalau pak Man tahu kan tak jemput ya.. siapa men yang jemput tadi??"...


..."tadi kebetulan ada perlu dulu sedikit pak Man, besok siang aku mau main kesana, pak Man dinas ngga??...


..."owh... ngga jun, pak Man libur besok. main dah kesini ya.. pak Man tunggu sama mek Tut"...


...Kebetulan besok adalah hari minggu, jadi pamannya tersedia. Jun tersenyum sendiri setelah menutup sambungan telfonnya, sudah lama sekali rasanya tidak mendengar suara pamannya ini. Dahulu waktu ibunya sakit, dia selalu meluangkan waktunya untuk menjenguk bersama dengan istrinya Mek Tut atau terkadang anaknya Putu Natha dan Kadek Dwi....


...Sekarang pamannya ini hanya tinggal berdua saja dengan bibinya Mek tut, karena kedua anaknya yang juga berprofesi sebagai polisi tugas di luar kota....


..."honey kenapa kamu senyum-senyum sendiri??"...


...Jenny telah selesai mandi dan sekarang sudah memakai gaun tidur tipis warna hitam dan lekuk tubuh sexy Jenny di dalamnya terlihat samar-samar....


...Melihat ini mata Jun melebar, dia mengagumi lekukan tubuh Jenny, terlihat sempurna dan tidak berlebihan, sederhana namun tidak membosankan....

__ADS_1


...Jenny yang menyadari tatapan Jun tidak lagi bisa menahan malunya, di ruang ganti dia sudah mengobrak-abrik kedua kopernya, namun dari 10 baju tidur, semuanya tipis dan sangat menggoda....


...Kemarin dia mempercayakan pelayannya untuk memasukkan semua pakaiannya kedalam koper, karena dia kesiangan dan sudah terlambat untuk pergi bekerja, namun dia sudah menyiapkan baju-baju yang akan dia bawa di atas kasur. Jadi saat semuanya sudah rapi Jenny tidak mengeceknya lagi....


...Namun sial baginya yang memiliki ibu dan bibi yang jahil. Dia yakin ini adalah ulah mereka. Mau tidak mau Jenny memakainya, dia telah mencoba menenangkan dirinya dan mencoba biasa saja, dia takut kalau-kalau Jun mengira dia menggodanya....


...Dan ketakutannya itu sekarang mulai menghampirinya, dia merasa sangat malu, ini akan menjadi malam pertamanya tidur dengan laki-laki, dadanya panas dan jantungnya berdebar kencang. Dia sudah kewalahan dengan hanya menyembunyikan perasaan itu. Sekarang di tambah dengan bajunya ini....


...Untuk sesaat Jun terlena, namun begitu tatapannya menuju wajah Jenny yang menunduk dia menyadari sesuatu. Entah kenapa dia seperti bisa membacanya dengan jelas. Jadi dia mendekatinya, tangan kirinya menyentuh pundak Jenny dan yang kanan menyentuh dagu Jenny agar bisa melihat wajahnya....


..."honey... maafkan aku yang telah melihatmu seperti itu, aku terpesona dan terpana melihat kecantikanmu. tidak bisakah aku mengagumi keindahan di depanku ini??"...


...Mendengar perkataan Jun Jenny merasa lebih baik, dia tahu betul sifat Jun yang menyebalkan, namun entah kenapa semenjak mereka bertunangan dia menjadi lebih lembut dan sopan. Walaupun mereka belum menikah dan baru saja bertunangan, Jenny sebenarnya tidak akan menolak jika Jun menyentuhnya. Dia sangat meyakini cinta Jun dan tidak akan membuatnya sedih....


..."ini semua ulah ibu dan bibi Angel, mereka yang menukar semua baju tidurku dengan gaun-gaun seperti ini"...


...Jenny mencoba mencari pembelaan dan menjelaskan...


..."HAH...!!! ta.. ta.. tapiii. itu... kita..."...


...Jenny tergagap.. sebagian tubuhnya mengatakan iya.. namun sebagian lagi mengatakan nanti dulu.....


..."maksudku kita kabulkan dengan cepat menikah honey.. apa kamu ngga mau menikah denganku??"...


..."hah...!! kamu serius??"...


...Jenny terkejut mendengar permintaan Jun, dia tidak menyangka Jun mengiyakan rencana keluarganya secepat ini, rasanya masih kemarin Jun mengacuhkannya....


..."aku serius... lagi pula tidak ada yang kita tunggu-tunggu"...

__ADS_1


..."aku mau.. aku mau menikah denganmu.."...


..."besok siang kita akan kerumah salah satu kerabatku yang tinggal di dekat sini, aku akan membicarakan rencanaku dengannya"...


..."baiklah"...


..."istirahatlah.. aku akan mandi dulu"...


...setelah mengatakan ini Jun berbalik untuk ke kamar mandi, namun sebelum mencapai pintu dia berbalik untuk melirik Jenny.....


..."hun... kamu cantik sekali"...


...lalu Jun masuk dan menutup pintu kamar mandi....


...Jenny terpaku sebentar lalu ia menutupi wajahnya dengan tangan dan melompat kekasur, ia langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut kemudian membukanya lagi dan tertawa bahagia.....


...Didalam kamar mandi Jun juga tersenyum, bagaimanapun Jenny adalah wanitanya yang tercantik. Bahkan dia tidak pernah menyangka di usianya dan pada statusnya sekarang dia akan bisa memiliki wanita secantik Jenny....


...Setelah selesai mandi Jun keluar dari kamar mandi dan menuju ke sebuah lemari yang terdapat di kamar, karena tadi Jenny memakai ruang ganti untuk mengganti pakaiannya jadi Jun memakainya untuk sementara....


...Sama halnya dengan Jun yang melihat Jenny, sekarang Jenny yang melihat Jun yang hanya memakai handuk pun terpana. Tanpa sadar dia menelan air liurnya karena tenggorokannya terasa kering....


..."honey.. jangan melihatku seperti itu"...


..."hah.. ah.. aku.. maaf honey, tidak sengaja"...


Jenny langsung membalikkan badannya memunggungi Jun.


..."aku tidak telanjang honey.. tidak apa-apa jika kamu ingin melihatku, lagi pula sebentar lagi kita akan menikah"...

__ADS_1


...Jenny hanya diam menyembunyikan senyum dan rasa malunya....


__ADS_2