
"itu benar kak, kita tidak akan ragu-ragu lagi saat menjalankan tugas kita, apalagi saat ini aku dapat merasakan pergerakan dari peradaban Meta sudah memberangkatkan utusan mereka lagi" ucap Emir mengingatkan kedua kakaknya.
Walaupun dia yang termuda, dialah yang paling bijaksana diantara ketiga dewa penjaga ini. Kakaknya Omar adalah sosok yang vitalitasnya paling kuat diantara ketiganya, sedangkan Amir adalah seorang yang sedikit bar-bar, tanpa rasa takut dan selalu bertindak sesuai dengan emosinya.
Namun ketiganya selalu saling melengkapi satu sama lainnya, jadi mereka selalu dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan sangat baik.
"baiklah, mari kita temui mereka. Kita telah diberikan mandat oleh tuan kita untuk menjaga jutaan galaxy dan beberapa peradaban tingkat 8, walaupun dulu kita sempat merasa khawatir, namun dengan kekuatan kita saat ini tidak ada yang perlu kita khawatirkan lagi" ucap Omar
"baik kak" ucap Amir dan Emir bersamaan.
...****************...
Didalam pesawat perang, beberapa jendral yang diutus oleh peradaban Meta sedang memperhatikan puluhan layar yang direfleksikan oleh cahaya didepan mereka.
Sebagai kultivator dengan kekuatan diranah kaisar suci, tentu saja mereka dapat merasakan ancaman dari jarak yang begitu jauh, namun dengan kekuatan mereka saat ini, entah kenapa mereka tidak dapat mendeteksi dimana lokasi tepatnya bahkan radar mereka yang super sensitif dari pesawat perang mereka juga tidak dapat mendeteksinya.
"Jendral Yirdworf, menurutmu apa yang harus kita lakukan?" tanya jendral Boo yang berdiri disebelahnya.
"apalagi, kita semua telah mendapatkan mandat dari raja, kita harus melanjutkan rencana kita, apa kamu merasa takut?" jendral Yirdwof bertanya balik kepada Jendral Boo.
"i..ini, aku bukannya takut mati, kita jelas tahu, sebesar apa kekuatan yang dapat menekan kita, apalagi sekarang kita tidak dapat mendeteksi dari mana kekuatan ini berasal, aku rasa kita juga harus berhati-hati" ucap jendral Boo yang tidak menyangka yirdwof akan bertindak sangat arogan.
"hh" dengus Yirdworf meremehkan
Boo dan ketiga jendral telah lama mendengar sifat arogan dari Yirdwof, hanya saja dihadapan sesama jendral yang memiliki kekuatan yang hampir sama dan tingkat yang sama, seharusnya ia tidak akan searogan biasanya, walaupun sebenarnya mereka tidak pernah bertugas bersama sebelumnya.
Jendral York, jendral Porght dan jendral Kroxz yang dari tadi hanya menyimak mereka juga mengerutkan kening mereka, mereka tahu dengan jelas betapa menakutkannya kekuatan yang sedang mereka hadapi, namun Yirdwof yang ditunjuk sebagai pemimpin masih bertindak gegabah dan arogan.
Ini sama saja dengan mengantarkan mereka semua kedalam masalah, sebagai Jendral armada perang, mereka semua merupakan ahli strategi taktis, mengetahui kekuatan lawan adalah hal yang penting, barulah kemudian membuat rencana tindakan.
Seperti kata pepatah yang mengatakan "pemimpin yang bodoh lebih berbahaya dari pada lawan yang kuat" saat ini keadaan mereka kurang lebih sama.
"jendral Boo.." York menghentikan Boo yang terlihat tidak puas setelah mendengar Yirdworf mendengus.
Yirdworf mengabaikan keempat rekannya, ia segera memberi perintah kepada kapten pilot "kapten Harst, lajukan pesawat dengan kecepatan penuh!"
"siap jendral" sang kapten segera memberi perintah kepada bawahannya.
Keempat jendral hanya bisa saling pandang, seolah-olah mereka berkomunikasi secara telepati, namun hanya mereka berempat yang tahu apa yang mereka rencanakan sebenarnya.
Pesawat baru melaju selama 10 menit, dan menempuh jarak 1,5 jt tahun cahaya saat tiba-tiba semua panel instrumen, mesin dan kelistrikan pesawat mereka mati.
Pesawat mereka mengambang di kehampaan entah apa penyebabnya. Aliran energi terasa sangat pekat, ini merupakan aura seorang kultivator yang sangat-sangat kuat, tubuh kelima Jendral seakan terpaku ditempat mereka, darah mereka bergejolak dan jantung mereka seakan-akan mau meledak kapan saja.
Nafas mereka terasa sangat sesak, yang bergerak hanya mata mereka yang ingin menelisik dimana orang hebat ini, otak mereka masih bekerja normal, namun tubuh mereka tidak dapat digerakkan.
Setelah 40 detik, ratusan prajurit ranah dewata berjatuhan dengan mulut, hidung, telinga dan mata yang mengucurkan darah, terlihat mereka kejang-kejang selama beberapa detik sebelum menghembuskan nafas terakhir mereka.
__ADS_1
Satu menit kemudian disusul dengan para prajurit di ranah tyrant yang mengalami hal yang sama. Jika hal ini berlangsung lebih lama lagi, maka semua awak pesawat dan para jendral tidak akan mampu bertahan.
Untung saja setelah 2 menit berlalu, suasana mencekam tersebut akhirnya berangsur-angsur menghilang. Beberapa komandan ranah ilahi tingkat puncak jatuh berlutut dengan nafas terengah-engah.
Jika hal ini berlanjut 30 detik lagi, tidak diragukan lagi mereka juga akan mengalami nasib yang sama seperti rekan mereka para prajurit ranah dewata, tyrant, dan beberapa ranah ilahi tingkat dasar dan menengah.
Keempat jendral sudah menduga hal ini kecuali Yirdworf yang angkuh dan percaya diri sebelumnya, sekarang barulah ia menyadari bahwa kekuatannya teramat jauh dari para pencegat ini.
Jika sebelumnya ia sangat percaya diri, berbeda dengan sekarang, keringat dingin telah membasahi hampir seluruh pakaiannya. Ia yang bertugas menjaga keamanan raja dan para tetua jelas mengetahui dengan jelas kekuatan mereka, namun ia tidak menyangka bahwa para pencegat ini memiliki kekuatan yang berkali-kali lipat lebih dahsyat.
Dari kaca windshield pesawat bagian depan, samar-samar terlihat dua buah planet yang sangat besar, namun terlihat bening dan agak transparan, begitu dilihat dengan lebih jelas, barulah terlihat bahwa kedua planet itu bukanlah sebuah planet, melainkan sepasang bola mata yang sedang memandang mereka.
Hal ini mengejutkan semua awak yang berada didalam pesawat, saat mereka dalam keadaan panik, mereka baru menyadari, ternyata bukan hanya ada sepasang mata yang mengawasi mereka melainkan terdapat tiga pasang mata yang sedang mengawasi.
Keempat jendral selain jendral Yirdwof yang sedang panik dan berusaha menghubungi markas, berdiri diam sambil memandang ketiga pasang mata itu dengan ekspresi rumit. Namun mereka begitu takut untuk memulai pembicaraan.
"kalian pasukan peradaban Meta sungguh luar biasa, ingatlah!! ini adalah peringatan kami yang kedua, peradaban kalian telah memperbudak beberapa peradaban kecil, dari dulu kami telah mengabaikannya, sekarang tidak akan ada lagi pengabaian, jika kalian bersikeras lagi atau masih meragukan peringatan kami, maka kami terpaksa akan melenyapkan keseluruhan peradaban kalian, sampaikan hal ini kepada pemimpin kalian" suara Omar menggema dalam kehampaan.
"jika para pemimpin kalian masih merasa ragu atas kekuasaan kami, maka kalian dapat mencoba untuk membantah kami. Namun ingatlah! Kehancuran peradaban kalianlah yang akan menjadi taruhannya" Amir melanjutkan apa yang disampaikan oleh Omar.
"ka..kami.. I.. Ini.. Kami hanya ingin mengetahui identitas kalian para tuan, ka..kami diberikan tugas oleh para pemimpin kami untuk memastikan hal ini" Porght bertanya dengan ragu-ragu karena takut akan menyinggung ketiga dewa penjaga.
Emir tersenyum, dia termuda dan memiliki wajah setampan malaikat, senyumannya dapat memabukkan wanita manapun disemesta, termasuk para Dewi dan bidadari.
Dengan tonasi berwibawa, iapun memperkenalkan keberadaannya "seperti yang pernah kami sampaikan pada peringatan pertama kami, kami adalah para dewa penjaga perdamaian antar galaxy di alam semesta ini, keberadaan kami adalah hukum yang harus ditaati oleh semua makhluk di alam semesta, mulai saat ini kami tegaskan, tidak ada peradaban yang diperbolehkan untuk menguasai peradaban lain, jika membutuhkan bahan atau sumberdaya lainnya, harus dilakukan dengan pertukaran, perdagangan ataupun pemberian sukarela yang disepakati kedua pihak"
"te..tentu Tuan.. Kami akan menyampaikan hal ini kepada para pemimpin kami" ucap York sedikit gemetar.
"jika ti..tidak a..ada hal lain, ka..kami pamit undur diri tuan" Boo juga terlihat masih ketakutan.
Walaupun pancaran aura dari ketiga dewa penjaga sudah ditarik, namun setiap nada dari kata-kata yang diucapkan para dewa ini mampu menggetarkan hati semua awak pesawat termasuk para jendral yang berada diranah kaisar suci tingkat menengah. Dari sini dapat dilihat betapa menakutkannya kekuatan dari para dewa penjaga.
Disisi lain jendral Yirdwof terlihat sangat ketakutan dan tidak dapat berkata-kata, padahal diawal dialah yang paling terlihat pemberani karena merasa para pendukung dibelakangnya seperti sang raja dan para tetua merupakan sosok-sosok tanpa tanding diseluruh semesta.
"pergilah!!" ucap Omar
Disaat semua awak pesawat kebingungan bagaimana cara menghidupkan kembali pesawat mereka, tiba-tiba saja pesawat mereka kembali aktif dan berfungsi dengan normal.
Begitu pesawat telah selesai dilakukan pengecekan mereka buru-buru meninggalkan tempat itu, semua awak termasuk para jendral sudah tidak kuat menghadapi kekuatan dari ketiga dewa penjaga ini.
"huuuhh..., jika saja kita tidak berada dibawah perintah yang mulia, aku pasti sudah melenyapkan mereka dengan kekuatan ini" gumam Omar setelah mendesah.
"hush... Kak jangan bicara sembarangan" Emir mengingatkan.
"Emir, apa yang kak Omar fikirkan juga dapat dimaklumi, kita diberikan kekuatan ini hanya untuk mengancam saja, aku yakin kita tidak akan bisa menggunakannya untuk bertarung, ini sangat disayangkan" ucap Amir dengan sedikit kegundahan.
"tidak juga, bagaimanapun pasti ada satu atau dua peradaban yang akan selalu mencuri-curi kesempatan dan melakukan pelanggaran, jika saat itu tiba, kalian bisa menggunakan kekuatan ini, bagaimanapun ketidak puasan dan keserakahan adalah sifat makluk hidup" lanjut Emir
__ADS_1
"mudah-mudahan benar seperti yang kamu ucapkan" lanjut Omar.
"hehehhh".. Emir hanya mengelengkan kepalanya pasrah.
Setelah percakapan singkat itu, merekapun menghilang.
...****************...
Di bumi Satria sedang memimpin para cyborg menerabas hutan belantara, mereka membawa beberapa kendaraan khusus yang di design dan dirakit oleh Satria dan para cyborg.
Yang paling depan merupakan Kendaraan yang rodanya lebih mirip seperti tank, difungsikan khusus untuk membuka jalan, dengan berat 32 ton, lengkap dengan pemotong kayu dibagian depan, dan pencabut kayu dibagian belakang.
Kemudian kendaraan kedua, ketiga dan keempat merupakan tank excavator, bulldozer dan grader yang bertugas membuat jalan. Disusul oleh 4 Hennessey Ram 1500 TRX Mammoth dan sebuah rivian R1T yang dirumpangi Satria.
Jun juga sudah mengetahui hal ini, ia sengaja memudahkan semua pekerjaan mereka, mengisi hutan dengan berbagai jenis hewan buruan, mulai dari ikan, burung, kelinci, babi hutan hingga rusa.
Sungai yang tadinya kotor tidak terawat menjadi bersih, dan dikeliingi oleh wahana seluncuran dan bermain alam liar, terdapat batu halus curam yang berlumut, akar pohon yang menjuntai panjang dari atas, pemandangan yang indah serta tanah lapang rata yang sangat cocok untuk dijadikan tempat mendirikan tenda tepat dipinggir sungai tersebut. Satria dan para cyborg tanpa sadar sedikit demi sedikit diarahkan ketempat tersebut oleh Jun.
Setelah melakukan survey dan pemetaan, Satriapun akhirnya kembali kerumah, kegiatan yang awalnya diperkirakan akan membutuhkan waktu selama seminggu, mampu diselesaikan Satria hanya dalam waktu 2 hari.
Karena jadwal kegiatan berburu bersama keluarganya telah ditetapkan untuk seminggu kemudian, Satria memutuskan untuk mengikuti kegiatan dipanti asuhan yang dibangun oleh dirinya.
Kebetulan hari ini adalah ulang tahun pertama sejak dibangunnya panti asuhan "Satria" ini. Didalam panti asuhan sedang sibuk mempersiapkan upacara dan berbagai macam permainan untuk perlombaan.
"Sat.. Ayo sini, ikut kita buat lintasan balap karungnya" panggil salah satu penghuni panti.
"Bud... Dah berapa kali gue bilang, jangan panggil gue Sat terus" keluh Satria
"aaahh... Satria tuh kepanjangan, gue aja Budiono lu panggil Bud, lagian lu juga bukan orang medan, takut apa"
"kan lu bisa panggil gua dek aja.." Satria masih merengut, memang hampir semua anak-anak panti yang akrab dengannya memanggilnya dengan panggilan "Sat" padahal Satria sudah berulang kali melarang mereka.
"aneh kalo manggil lu Dek, lu kan bukan adik gue, lu itu dermawan gue, lagian kita ini dibali Sat.. Ngapain lu pusingin, apalah arti sebuah nama, yang penting lu rajin ngasi uang saku aja, ya kan!?" Budi mengedip-ngedipkan matanya kepada anak-anak panti yang lainnya.
Anak-anak panti lain hanya tersenyum tanpa menimpali, namun dari senyuman mereka dapat dilihat bahwa mereka setuju dengan Budi.
"bangsat lu emang.." Satria terlihat kesal kepada Budi, namun seperti inilah keakraban Satria bersama anak-anak panti, apalagi Budiono, Edi, David, Alit, Nayla dan Sinta, mereka yang paling akrab dengannya, karena pada dasarnya ke enam anak panti tersebut tidak munafik dan kedekatan mereka murni karena ingin berteman, apalagi mereka semua adalah anak-anak yang sangat berprestasi disekolahnya masing-masing.
"eh bentar ya.. Gue ketoilet dulu, pengen puff gue.. Lu disini dulu ya 'Bang Sat..." ledek Budi sambil berlari menuju toilet.
Begitu mendengar ledekan Budi, Satria kembali jengkel, ia langsung meraih sebuah lak ban hitam yang kebetulan ada disebelahnya, sebenarnya ada parang, cangkul dan celurit juga, namun tentu saja benda-benda itu bukan alat untuk bermain.
Satria langsung melempar lak ban hitam itu setelah membidik kepala Budi yang sedang berlari. Lemparan Satria tepat mengenai bagian belakang kepala dari Budi yang membuat Budi mengaduh sambil menoleh kebelakang.
"puff sana lu anj#ng.. Gue doain t@! lu segede gaban biar sobek tuh pantat lu" umpat Satria
Hal ini sontak membuat orang-orang disekitar mereka tertawa melihat tingkah keduanya. Semua penghuni panti juga tahu bagaimana sifat Satria yang memang sedikit pemarah, namun memiliki hati yang baik dan setia kawan.
__ADS_1