Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku

Sipembuat System Kekayaan Ternyata Cucu Buyutku
bab. 40 (aku tidak bisa memutuskannya sendiri)


__ADS_3

...Orang tua Indah merangsek masuk, ibunya langsung memeluknya sambil menangis, sedangkan ayahnya memeluk Jun dan mengungkapkan rasa terimakasihnya. Jun hanya diam mematung dan menatap lurus kepada Indah, Indah juga membalas tatapannya....


...Berbeda dengan tatapan Jun yang terlihat tegas, sedikit marah dan meminta penjelasan, tatapan Indah adalah tatapan permintaan maaf. Mereka berdua tidak menghiraukan setiap suara yang ada di sekitar mereka, seakan-akan sedang berkomunikasi satu sama lain hanya dengan tatapan....


...Satrio yang mengamati mereka menjadi sangat cemburu dan sakit hati, dia membuka tirai dengan kasar dan keluar dari ruangan tersebut....


...Satrio meneteskan airmatanya dan tersenyum kepada komandannya serta istrinya. Ini adalah air mata pertamanya sejak terakhir kali dia menangis waktu TK....


..."komandan maafkan saya... anda harus melihat lelucon ini, pernikahan saya batal komandan, maaf telah merepotkan anda"...


...Komandan Satrio mengerti keadaannya, dia juga bisa merasakan rasa sakit dan malu yang Satrio rasakan saat ini, sedangkan istrinya tidak bisa menahan air matanya melihat Satrio, dia membayangkan bagaimana jika anaknya dalam keadaan seperti ini, umur Satrio dan anaknya hanya selisih beberapa bulan saja....


...Dia mengelus kepala Satrio lalu memeluknya....


..."sabar ya nak.. mungkin belum jodohmu"...


...Mendengar kata dari istri komandannya, bukannya membuat Satrio lebih tenang, namun dia menjadi menangis dengan sedihnya di pelukan istri komandannya sambil membalas pelukannya. Tangisannya seperti seorang anak kecil yang sedang menyadukan sakit hatinya kepada ibunya....


...Disisi lain Pak De yang melihatnya juga merasa sesak didadanya, sebagai seorang lelaki dia mengerti akan apa di rasakan Satrio. Pakaian pengantinnya sudah acak-acakan....


...Tidak berselang lama, Jun keluar dari ruangan Indah....


..."Satrio"...


...Satriopun menoleh kepada Jun, dia mengusap air matanya, namun tidak mengatakan apapun....


..."sebagai laki-laki, aku sangat mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini. Perpisahan kami dulu disebabkan olehku, penderitaan Indah selama ini juga di sebabkan olehku, berbeda denganmu yang selalu berusaha membantunya dan menerima dia apa adanya. Namun aku juga tidak tahu harus melakukan apa sekarang, setelah semua rasa sakit itu, dia masih tidak dapat melupakan aku. Kemarin saat kami bertemu, mungkin aku terlalu memaksanya untuk belajar mencintai kamu dan melupakan aku, tapi seperti yang kita lihat sekarang, inilah yang terjadi, secara tidak langsung aku juga penyebab kegagalan pernikahan kalian hari ini.. Jadi Satrio.. aku meminta maaf padamu dengan tulus"...


...Satrio tersenyum pedih dengan apa yang dikatakan Jun, didalam hatinya dia sangat tahu bahwa Indah menganggapnya hanya sebagai teman saja, tidak pernah lebih. Bahkan selama mereka berteman, saat dia ingin menggandeng tangan Indah, ia selalu ditolak olehnya....


...Namun begitu dia selalu optimis, semangat juang seorang prajurit tidak pernah lepas darinya, Satrio mengorbankan waktu, tenaga, uang dan mencurahkan semua perhatian kepada Indah dan seluruh keluarganya....


...Dia sudah sangat kepincut dengan keindahan tubuh Indah, kecantikan murni, kelembutan dan kebaikannya. Seolah-olah tidak ada wanita yang lebih sempurna dari pada Indah....



Indah


...Indah menikah diusianya yang masih sangat muda yaitu 19 tahun, itu semua di karenakan Indah pada saat itu sangat ingin menghindari kejaran semua laki-laki di sekitarnya. Kehebohan, keributan dan persaingan mereka membuat Indah muak. Maka pada saat Soni memperlihatkan foto-foto Jun dia langsung memilihnya, dan memantapkan hatinya pada Jun....


...Walaupun apa yang terjadi selanjutnya adalah seperti saat ini. Sekarang ia masih berumur 24 tahun walaupun karena obat yang diberikan oleh Jun dia terlihat seperti 16 atau 14 tahun, dia sudah memiliki sifat dewasa dan keibuan. Sifat-sifat Indah dimata Satrio tanpa cela sedikitpun, walaupun dia mengetahui bahwa Indah menderita kanker, dia masih ingin merawatnya dengan tulus....


...Sayang, harapannya bisa menikah dengan wanita yang sangat dia kagumi berakhir disini. Walaupun begitu dia sadar betul bahwa pernikahan ini akan berumur singkat. Lagi pula cintanya memang sudah bertepuk sebelah tangan sedari awal. Maka dari itu dia akhirnya menghela nafasnya....


..."kamu Jun kan?? aku memang menyadari cintaku tidak akan pernah terbalas, aku terlalu bahagia saat tahu dia tidak menolak lamaran pernikahanku, bagaimanapun juga kamu telah membuang dan menyia-nyiakannya. Jadi aku sangat berharap cintanya akan tumbuh seiring dengan waktu. Aku tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini, aku juga merasa aku ikut andil dalam keadaannya saat ini"...


...Jun menghela nafasnya panjang....


..."aku juga tidak pernah menyangkanya"...


...Jun kemudian menoleh ke arah ruangan, dan ia langsung memanggil Indah....


..."Indah... keluarlah. kamu berhutang penjelasan terhadap Satrio"...

__ADS_1


...Indah masih terbaring di tempat tidur pasien, bukan karena ia tidak mampu untuk bangkit, namun karena ia tidak tahu harus berkata dan melakukan apa. Saat mendengar Jun memanggilnya, ia sedikit tersentak, sedari tadi ia mendengar apa yang Jun dan Satrio bicarakan. Dengan sedikit takut dan ragu-ragu, ia pun bangkit dan turun dari tempat tidur....


...Pemandangan ini sekali lagi mengagetkan petugas rumah sakit. Mereka tidak dapat berkata-kata dan hanya bisa saling tatap....


...Indah pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut disusul dengan kedua orang tuanya....


..."Indah.. sekarang coba kamu ungkapkan apa keinginanmu dengan sejujur-jujurnya di hadapan kami. Kamu tidak perlu malu ataupun merasa bersalah. Kami semua disini, sekarang hanya menginginkan kebahagiaanmu, tidak ada yang lebih penting dari itu. Jadi tolong jangan sembunyikan apapun" Jun...


...Setelah Jun selesai mengatakan itu, Indah menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya, barulah dia berani menatap Jun, dan kemudian melihat Satrio....


..."mas... maafkan aku.. aku betul-betul tidak bisa bersama denganmu, aku tahu betul rasanya tidak di cintai oleh orang yang sangat kita cintai, aku tidak bisa melakukan semua itu padamu, kamu sudah sangat banyak berjasa padaku dan keluargaku. Hanya saja aku tidak tahan saat memikirkan bagaimana kehidupanku kedepannya bersamamu. Aku tidak dapat memberikanmu cinta dan tubuhku. mass... tolong maafkan aku"...


...Indah membungkuk pada Satrio di depannya, dan Satrio membalasnya dengan tertawa....


..."dasar gadis bodoh.. aku memang sangat berharap kamu bisa mencintaiku, namun jika aku tahu kejadiannya akan seperti ini, rasanya akan lebih baik jika aku mengundurkan diri sebelumnya. Apa menurutmu jika kamu bunuh diri tidak akan lebih menyakiti hatiku?? jauh.. sangat jauh jika dibandingkan dengan penolakanmu"...


..."maafkan aku mass... aku memang bodoh"...


(Indah menundukkan kepala menyembunyikan air matanya)


..."sudahlah, sedari awal kamu hanya menganggapku sebagai sahabat, maka mulai hari ini kita hanya akan menjadi sahabat, asal... kamu tidak mencoba bunuh diri lagi"...


...Satrio mencoba mengiklaskan Indah, walau hatinya sangat sakit. Tapi apa boleh buat, ini adalah pilihan terbaiknya. Satrio dan kedua walinya akhirnya pamit meninggalkan mereka....


...Setelah mengobrol sebentar dengan pak De dan kedua orang tua Indah, ia membayar taguhan dan biaya administrasi di kasir UGD. Saat itu juga Soni masuk kedalam bersama Satria. Indah memeluk dan menggendong Satria dan meminta maaf padanya....


...Jun pamit dan minta ijin untuk pulang, namun kali ini ia pulang ke mansion bersama Indah dan Satria, orang tua Indah juga mengijinkannya....


...Di perjalanan mereka hanya fokus pada Satria, mengobrol dan tertawa, mereka berdua mencoba menyembunyikan apa yang mereka berdua lalui kepada Satria. Indah merasa sangat bahagia di dalam hatinya, dia melupakan semua kejadian di masalalu dan status mereka saat ini....


...Sesuai dengan informasi dari Waluyo, ada 5 system yang akan di wariskan nanti, dan itu semua sudah di atur oleh Eka. Jun hanya akan mengikuti alur hidupnya, kelima anaknya kelak akan secara otomatis mendapat system saat usianya menginjak remaja. Mungkin kelima anak tersebut keturunan dari Jenny semua, atau Chya dan Satria juga akan mendapatkannya terserah nanti. Dia tidak terlalu memikirkannya....


...Saat ini yang akan dia lakukan adalah membuat investasi sebanyak mungkin dengan bantuan para Cyborg, membangun kerajaan bisnisnya di seluruh dunia....


...Merekapun akhirnya sampai di mansion pada sore hari, Jun mengajak Indah dan Satria berkeliling untuk mengenal tempat baru mereka. Pada saat Indah dan Satria mandi Jun menelfon Jenny dan Chya....


...Jun menceritakan semua kejadian hari ini kepada mereka, dan ia sedikit memfilter ceritanya karena Chya juga ikut mendengarkan. Namun tentu saja Jenny mengerti atas apa yang Jun ceriyakan padanya, dia juga mengatakan akan datang besok setelah menyelesaikan beberapa urusannya....


...Jun pun mengiyakannya, bagaimanapun juga sekarang Jenny adalah tunangannya, dia pantas untuk mengetahui segalannya, dan iapun berencanya mengatakan hal ini juga kepada Indah. Agar tidak ada kesalah pahaman....


...Setelah makan malam bersama Jun mengajak Indah dan Satria berbelanja pakaian, sepatu, tas, asesoris dan keperluan lain mereka. Mereka bertiga berkeliling ke beberapa mall dan toko seperti layaknya keluarga bahagia. Jun ingin memberikan mereka berdua terutama Satria kebahagiaan yang dulu tidak pernah mereka nikmati....


...Malam harinya setelah Satria tertidur, Jun mengajak Indah pergi ke ruang kerjanya. Mereka duduk di sofa saling berhadapan. Indah tahu, inilah saatnya dimana dia akan mendapatkan ceramah, lapiasan amarah dan putusan Jun....


...Indah telah mempersiapkan mentalnya dengan matang, dia akan menerima apapun yang Jun putuskan padanya, kalaupun mereka tidak mungkin bersama dan tidak akan menikah lagi, yang terpenting baginya adalah Jun bisa menganggap dia ada dan dia bisa menghabiskan beberapa waktu bersama, Indah sudah siap jika ia akan melajang seumur hidupnya dan mengakui Jun sebagai satu-satunya suami dalam hidupnya....


..."ndah... kamu mau minum apa??"...


..."hah.. ee... tidak usah, aku tidak haus"...


..."kamu santai saja, tidak usah tegang, aku tidak akan memarahimu, aku akan menyuruh Jonta membuatkan kamu teh susu"...


...Jun langsung memencet tombol intercom di dalam ruangan....

__ADS_1


..."woy... Jon, sibuk ngga?? buatin ThaiTea Milktea 2 ya.."...


..."baik tuan"...


..."dah.. kita tunggu minumannya datang dulu"...


...Jun kembali duduk sambil memainkan ponselnya, Indah yang berada di depannya merasa sedikit gelisah. Dia menunggu dengan cemas apa yang akan Jun katakan padanya nanti....


...5 menit kemudian Jonta datang membawa minuman mereka....


..."weeeee.... thankyu Jon, tolong jagain Satria bentar ya.. beritahu kami kalau seandainya dia bangun"...


..."baik tuan.. akan saya lakukan"...


..."oke.. makasi"...


...Saat Jonta sudah keluar ruangan kerjanya, Jun menawari indah untuk minum....


..."minum ndah.. enak itu"...


..."iya makasi"...


...Mereka pun menyeruput milktea mereka, setelah itu Jun menghela nafas. Tindakan ini membuat rasa gugup Indah kembali menghantuinya....


..."baiklah, ada beberapa hal yang mau aku sampaikan ke kamu, yang pertama, rumah ini aku berikan padamu, kamu bisa tinggal disini selama hidupmu bersama dengan Satria, atau kamu bisa meminta padaku jika ingin tinggal di tempat lain, dan kamu bisa memberikan rumah ini kepada siapa saja yang kamu inginkan, Yang kedua, besok malam tunanganku akan datang kesini, jadi aku akan menjemputnya di bandara, kamu pasti tahu apa yang harus dilakukan, yang ketiga kamu bisa melakukan atau memutuskan apapun tentang hidupmu sesuai dengan keinginanmu, namun jangan pernah mencoba bunuh diri lagi. Dan yang terakhir, aku tidak ingin menyakiti tunanganku dengan keputusan ini. Bagaimanapun sekarang kami saling mencintai, dan aku tidak ingin apa yang aku lakukan padamu dulu terulang lagi padanya, aku tidak ingin menyakiti siapapun lagi, aku rasa kamu mengerti maksudku"...


..."Jun, aku minta maaf sebelumnya atas apa yang aku lakukan, Aku berjanji padamu untuk tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi. Dan aku sangat berterimakasih padamu karena sudah di ajak jalan-jalan hari ini, sehingga aku bisa merasakan pengalaman menjadi istrimu walaupun hanya sesaat. Namun aku punya 1 permintaan, aku berharap aku bisa meminjammu darinya sehari atau dua hari setiap berapa bulan sekali atau jika kamu memiliki waktu. Aku hanya ingin selalu merasa aku punya suami tanpa harus memiliki suami. Aku tidak bisa membiarkan diriku jatuh di pelukan orang lain selain dirimu"...


..."Permintaanmu ini.. aku harus membicarakannya dengan Jenny"...


..."jadi namanya Jenny ya... dia sangat beruntung bisa mendapatkan cintamu"...


..."Ndah... berhentilah menyesalinya, kamu harus bisa move on, tidak bisa terus- menerus seperti ini"...


..."kamu tidak usah mengkhawatirkanku, selama kamu tidak menghindariku dan menjauhiku, aku akan baik-baik saja"...


..."haaahh.... baiklah... terserah kamu saja, lagi pula, aku akan berusaha mengunjungi kalian sesering mungkin"...


..."Jun.. kenapa kamu membiarkanku mengasuh Satria? kenapa kamu tidak membawanya pergi bersamamu?"...


..."aku hanya tidak ingin kamu mengambil jalan seperti kemarin, jadi aku memutuskannya seperti itu"...


..."apa ini hanya sekedar kasihan padaku??"...


..."Ndah tolong hentikan"...


..."maaf Jun.. aku hanya penasaran"...


..."habiskan minumanmu dan beristirahatlah, ada sesuatu yang harus aku kerjakan sekarang"...


...Jun tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini, dia tahu Indah adalah wanita yang sangat pintar dan baik hati, ketulusan dan kejujurannya terpancar dalam semua kata dan gerakannya. Jadi dia tidak terlalu mengkhawatirkan Indah akan mengganggu hubungannya dengan Jenny....


...Selama Jun selalu hadir disisinya, maka itu saja sudah cukup. Mempertemukan mereka sebenarnya Jun tidak menginginkannya karena takut membuat Indah sakit hati, namun karena paksaan Jenny dan apa yang telah dia lihat dari Indah, mau tidak mau mereka harus bertemu. Dari pada akan terungkap di kemudian hari....

__ADS_1


... ...


__ADS_2