Sisi Gelap Seorang Hakim

Sisi Gelap Seorang Hakim
Bab 47. Ternyata Kamu!


__ADS_3

Setelah Ruby turun dari mobil, Makutha merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Dia hendak menghubungi Farhan yang kini ada di dalam gedung kosong tersebut.


"Han, Ruby udah masuk. Gila! Dia benar-benar gila!" seru Makutha sambil mengusap wajah kasar.


Tawa Farhan pecah ketika mendengar ucapan Makutha. "Aku sudah bilang, pacarku itu keren!"


"Keren matamu! Dia bawa mobil seakan memiliki 7 nyawa! Aku seperti melihat kematian ada di depan mataku tadi!"


"Ya sudah, sekarang aku akan perlihatkan bagaimana pacarku itu jago berkelahi!"


Sambungan telepon terputus. Makutha kembali memasukkan benda pipih tersebut ke dalam saku celana. Dia turun dari mobil dan mendekat ke arah gedung tua di depannya itu.


Ketika sampai ambang pintu, Makutha memutuskan untuk mengintip Ruby dari celahnya. Perempuan itu terdengar berteriak beberapa kali memanggil nama Hasna. Tak lama kemudian, lelaki yang bisa dipastikan adalah farhan muncul.


Makutha dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi antara Ruby dan juga Farhan. Ruby terus menghindar dari pukulan Farhan. Sampai akhirnya sebuah tinju mendarat tepat di atas perut perempuan itu.


"Aduh, pasti itu sakit sekali," gumam Makutha sambil meringis membayangkan rasa sakit yang kini pasti sedang dialami Ruby.


"Farhan, kamu benar-benar nggak punya hati. Masa tega meninju pacarmu sendiri?" Makutha menggeleng keheranan.


Akan tetapi, dalam hitungan detik keadaan berbalik. Ruby kembali bangkit dan menendang kaki Farhan, hingga lelaki itu tersungkur di atas lantai.

__ADS_1


Ruby langsung naik ke atas tubuh Farhan dan duduk pada perutnya. Dia mulai mengepalkan jemari, bersiap mendaratkan tinju pada wajah lelaki tersebut. Namun, tak lama kemudian terdengar teriakan dari arah pintu masuk dan lampu ruangan itu pun menyala.


"Ruby, hentikan!"


Ruby mendadak menghentikan gerakannya, ketika lampu dalam ruangan tersebut menyala. Sekarang tampak jelas wajah lelaki yang ada di bawahnya. Dia terbelalak.


"Kamu!" seru Ruby dengan tangan yang masih mengambang di udara.


"Ampun, Beb." Farhan tersenyum lebar sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan wajah.


Masker yang tadi Farhan pakai sudah tidak lagi menutupi wajah tampannya. Ruby masih mematung. Dia berusaha mencerna situasi yang sedang terjadi.


"Beb," panggil Farhan.


"Aaa!" teriak Ruby seiring kepalan tangannya yang menghantam lantai tepat di samping wajah Farhan.


Farhan memejamkan mata rapat karena mengira Ruby akan memukulnya. Setelah menyadari apa yang sang kekasih lakukan, lelaki itu perlahan membuka mata.


"Beb, kamu nggak pa-pa?" tanya Farhan panik.


Ruby tak menjawab. Dia mulai bangkit dari atas tubuh Farhan. Perempuan itu mengusap wajah kasar kemudian menghela napas panjang.

__ADS_1


"Apa maksudmu melakukan hal ini?" Sebuah tatapan tajam seakan merobek hati Farhan.


"A-aku hanya ingin menunjukkan kalau pacarku ini bukan perempuan biasa."


Ruby mengerutkan dahi kemudian mengulurkan tangan untuk membantu Farhan berdiri. Farhan segera meraih jemari sang kekasih dan bangkit dari lantai.


"Pak Makutha meragukan kemampuanmu karena penampilanmu yang ... seksi," jelas Farhan.


"Oh, jadi begitu rupanya?" Ruby tersenyum miring kemudian balik badan dan menatap sinis ke arah Makutha.


Makutha membuang pandangan sambil berdeham beberapa kali. Ruby kembali menatap sang kekasih dan menanyakan keberadaan Hasna.


"Lalu, ke mana Bu Hasna?"


"Dia ada di apartemen," sahut Makutha.


"Apa! Bukannya tadi dia ikut sama Farhan?"


"Nggak, Beb. Bu Hasna tadi kuminta untuk masuk lagi ke dalam lift. Setelah lift kembali tertutup barulah aku melajukan mobil." Farhan mengusap tengkuk sambil tersenyum konyol.


"Sialan kamu, Han!" umpat Ruby seraya melayangkan lengan untuk menakuti sang kekasih.

__ADS_1


"Ampun, Beb!" Farhan mengangkat lengan untuk berjaga-jaga kalau sang pacar benar-benar memukulnya. Walaupun dia tahu hal itu tidak akan pernah terjadi.


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita temui Hasna. Aku mengakui kemampuanmu yang luar biasa." Makutha tersenyum tipis kemudian balik badan dan kembali ke mobilnya.


__ADS_2