Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 14 - Melebihi Batas


__ADS_3

"Awasi perempuan itu dengan nyawamu!" perintah Saka pada salah satu bodyguardnya.


Pada saat itu, Sera tengah berkemas untuk pulang setelah dia berhasil keluar dari mobil Saka.


"Sepertinya dia tidak akan pulang kalau aku belum pulang," gumam Sera yang melihat Saka tak kunjung pergi dari taman itu.


Akhirnya Sera pun pergi duluan dan meninggalkan Saka beserta para bodyguardnya.


Dan salah satu bodyguard yang diperintahkan Saka langsung mengikuti Sera dari belakang.


"Kita kembali ke mansion!" perintah Saka setelah melihat mobil Sera benar-benar menghilang. Lelaki itu berjalan dengan mimik wajah yang sulit tertebak antara senang, marah atau cemas ketika melihat Sera.


Yang jelas baik supir atau para bodyguard sudah biasa melihat wajah Saka yang seperti itu.


Sampai di mansion, Ruby merasa keheranan karena Saka pulang lebih cepat dari biasanya. Perempuan itu menyambut suaminya pulang dengan wajah bahagia.


"Saka..." panggilnya seraya mendekat ke arah suaminya. Namun, seperti biasa Saka akan memberi kode dengan tangannya supaya Ruby berhenti.

__ADS_1


"Ck! Kau selalu seperti ini!" decak Ruby sebal.


"Kita harus bicara!" Saka tiba-tiba bicara seperti itu dan meminta Ruby untuk masuk ke ruang kerjanya.


Kalau sudah begitu pasti ada hal serius yang Saka ingin bicarakan padanya karena Saka tidak mau berbagi ruang untuk menghirup udara yang sama dengan Ruby.


Tentu Ruby sangat tahu apa penyebabnya karena Saka selama ini telah mengetahui kalau dia mempunyai laki-laki simpanan. Dan masa lalunya juga terkuak di mana dia dulu pernah menggugurkan kandungan berkali-kali sampai akhirnya dia jadi mandul seperti sekarang.


Saka masih membutuhkan Ruby maka dari itu dia tidak menceraikan istrinya.


Pada saat itu Saka duduk di kursi kebesarannya seraya menyesap cairan beralkohol seperti biasa. Lelaki itu menatap Ruby dengan tajam seolah memberi peringatan keras pada perempuan itu.


"Aku selama ini membiarkanmu membesarkan Chris dengan caramu tapi aku tidak akan tinggal diam jika kau mengintimidasi anakku!" ucap Saka penuh penekanan.


"Chris tumbuh dengan baik dan IQ anak itu memang tinggi jadi mudah paham dan bisa membaca situasi. Kalau aku mengintimidasinya, dia pasti akan melapor padamu!" balas Ruby tak mau kalah.


"Sebentar lagi debutnya jadi aku perlu lebih keras," tambahnya.

__ADS_1


"Jangan melebihi batasmu!" ucap Saka memberi peringatan.


Ruby terkekeh. "Aku membiarkanmu meniduri wanita lain sementara selama ini kau tidak pernah menyentuhku. Aku menghargaimu karena kau ingin menyelamatkan reputasiku dengan memberiku seorang anak tapi aku juga sakit hati Saka!"


"Jangan membicarakan perasaan atas pernikahan kita, sebaiknya kau berpikir untuk masa depanmu selanjutnya!" tegas Saka.


"Aku tahu suatu hari kau akan menendangku keluar tapi kau harus memikirkan Chris, selama ini yang anak itu tahu bahwa aku adalah ibu kandungnya!" Ruby tetap akan mempertahankan posisinya.


"Sudah sering aku peringatkan padamu bahwa jangan melebihi batasmu!" Saka menegak minumannya dan melempar gelasnya sampai hancur berkeping-keping.


Ruby takut dan memilih pergi dari ruangan itu, dalam hatinya dia bersumpah akan menemukan ibu kandung Chris dan membunuhnya. Karena ibu kandung Chris yang bisa membuat posisinya terancam.


Selain itu, Saka hanya bisa menggertak.


"Aku harus mengeluarkan uang lebih untuk mencari perempuan itu!" batin Ruby.


Selama lima tahun ini Ruby mencoba mencari siapa ibu kandung Chris sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2