Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 32 - Maju Selangkah


__ADS_3

Edgar tersenyum smirk setelah menerima panggilan dari Sera. Ternyata perempuan itu suka uang, pikiran itu yang sementara ada di kepala Edgar. Dia sudah menyelidiki latar belakang Sera dan memang benar jika perempuan itu bekerja di keluarga Aldeguera atas naungan yayasan.


"Steve..." Edgar memanggil asistennya melalui interkom di mejanya.


Tak lama seorang lelaki muda menghampiri Edgar di ruangan lelaki itu.


"Iya, Tuan," ucap Steve.


"Apa yang aku minta sudah selesai?" tanya Edgar.


"Sudah, Tuan. Apartemen sudah bisa ditanggali," jawab Steve.


Edgar mengangguk puas. "Setelah jam makan siang, aku tidak akan kembali!"


Lelaki itu ingin menjemput Sera, Edgar akan memberikan fasilitas yang sepadan untuk Sera. Walaupun hanya kekasih pura-pura, Sera harus sebanding dengan dirinya.


Sementara Sera sendiri masih membersihkan kekacauan yang ada di kamar Chris, perempuan itu membersihkan semuanya sampai kamar Chris kembali bersih lagi.


"Miss Sera, ini kotak makanannya sudah saya cuci. Sedikit retak tapi masih bisa dipakai lagi," ucap salah satu pelayan yang membantu Sera.


Sera menerima kotak makan itu dengan perasaan sulit diartikan, dia sedih karena tidak bisa berbuat apa-apa. Bayangan Chris memanggil namanya terus terngiang di kepalanya.

__ADS_1


"Apa tuan muda Chris pernah dipukul nyonya Ruby?" tanya Sera. Jika Ruby menyiksa anaknya secara fisik, Sera akan mengusutnya sampai perempuan itu masuk penjara.


"Nyonya Ruby memang keras tapi selama ini saya tidak pernah melihatnya memukul tuan muda," jawab pelayan itu jujur.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang dan kembali lagi besok," ucap Sera berpamitan.


Sera pergi dari mansion itu dan kembali menghubungi Edgar. Lelaki itu menawarkan untuk menjemput Sera tapi perempuan itu menolak karena dia membawa mobil sendiri.


"Katakan saja kau ada di mana!" Edgar terus memaksa.


Akhirnya, Sera mengajak bertemu di salah satu coffee shop. Di sana Sera memesan dua kopi sambil menunggu Edgar datang.


"Mana kunci mobilmu!" pinta Edgar.


"Ada apa dengan kunci mobilku?" tanya Sera.


Karena Edgar terus memaksa, Sera memberikan kunci mobilnya. Dan tanpa diduga, Edgar justru melempar kunci mobil itu pada salah satu pelayan coffe shop di sana.


"Sekarang mobil itu milikmu!" seru Edgar.


Tentu saja Sera tidak terima, dia menabung cukup lama untuk bisa membeli mobilnya.

__ADS_1


"Kenapa kau memberikan kunci mobilku!" protes Sera yang ingin merebut kuncinya kembali tapi Edgar mencegah perempuan itu.


"Kau akan mendapatkan yang baru," ucap Edgar seraya menggandeng tangan Sera untuk keluar dari coffe shop.


"Tapi..." Sera tidak melanjutkan kalimatnya. Sepertinya dia memang harus merelakan mobilnya itu.


Edgar membawa Sera ke salah satu apartemen mewah yang ada di kota. Apartemen itu jika disewakan satu tahunnya bisa untuk membeli dua puluh rumah seperti rumah Sera.


"Ayo, kita masuk!" ajak Edgar ketika mobilnya sudah terparkir di basement.


Walaupun bukan penthouse tapi unit apartemen Edgar cukup luas.


"Ini milikmu sekarang!" Edgar memberikan passcard apartemen itu pada Sera.


Mulut Sera sampai menganga, ternyata Edgar memang tidak main-main dengan ucapannya.


Edgar juga menunjukkan kamar Sera dan walk in closet yang sudah terisi baju dan tas bermerk. Tak lupa ada perhiasan penunjang yang harganya fantastis.


"Semua ini milikmu!"


Sera mengembangkan senyumnya, dia sudah selangkah lebih maju.

__ADS_1


__ADS_2