Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 40 - Rubah Betina


__ADS_3

Sera berdandan untuk pergi makan malam dengan Edgar, sesuai dengan kesepakatan dia harus menjadi kekasih pura-pura lelaki itu.


Namun, Sera tidak menyangka jika malam itu dia akan dibawa Edgar ke perjamuan resmi.


Di sana Sera dipertemukan pada 7 tetua yang berada di pihak lelaki itu.


Well, Edgar masih mengira jika Sera adalah perempuan biasa yang beruntung karena bertaruh kuda poni.


Sepertinya kuda poni itu memang pembawa keberuntungan bagi Sera. Sekarang dia hanya perlu memperdalam aktingnya.


"Apa setelah ini aku masuk ke agensi film saja," batin Sera.


Walaupun dia tidak memiliki pelajaran etiket, Sera cukup bisa menempatkan diri. Jadi, perempuan itu tetap terlihat berkelas.


Perjamuan itu hanya membicarakan bisnis yang kurang Sera pahami. Dia hanya diam dan hal itu menarik perhatian Edgar.


"Apa kau bosan?" bisik lelaki itu.


"Sedikit," balas Sera.


"Bersabarlah, sebentar lagi semua akan selesai," ucap Edgar seraya mengelus tangan Sera supaya terlihat mesra.


Sebenarnya Sera merasa tidak nyaman, setelah ini sepertinya dia harus membicarakan mengenai batasan touch skin di antara mereka.

__ADS_1


Dan setelah selesai, Edgar tampak mengantarkan 7 tetua itu ke mobil mereka masing-masing. Sera mengamati itu, Edgar cukup bersikap sopan pada mereka pantas saja mereka berada di pihak lelaki itu.


"Ayo, Sayang," ajak Edgar yang kemudian mengajak Sera pulang.


Di perjalanan, Edgar terus fokus pada ponselnya karena lelaki itu seperti menunggu sesuatu.


"Ada apa?" tanya Sera.


Edgar menggelengkan kepalanya. "Bukan apa-apa!"


"Kau mencurigakan," komentar Sera. Dia masih penasaran.


"Kadang kita harus mendapatkan semua keinginan dengan cara kotor," ucap Edgar ambigu.


Sera memutar bola matanya malas, tidak Saka tidak Edgar selalu berbicara yang membuatnya harus menebak-nebak sendiri.


"Bagaimana undangan minuman teh? Apa kau akan mendatanginya?" tanya Edgar yang membahas hal lain.


Sera menganggukkan kepala. "Iya, aku akan datang sebagai kekasih dan membawa namamu!"


"Kau memang terbaik untuk soal pamer, Sayang," balas Edgar.


Dan keesokan harinya, Sera begitu sibuk memilih baju yang akan dipakainya untuk pergi ke undangan minum teh.

__ADS_1


Kadang Sera tak habis pikir dengan jalan pikiran orang kaya, minum teh saja harus memakai undangan. Padahal itu hanyalah alasan untuk berkumpul dan bergosip, bedanya para pesertanya orang-orang kaya.


"Aku harus bertemu Chris dulu, baru bertemu dengan mereka. Jadi, aku perlu membawa baju ganti," gumam Sera.


Setelah dirasa menemukan baju yang pas, Sera segera memakai baju itu dan bersiap-siap untuk pergi ke mansion Aldeguera seperti biasa.


Sera menyetir sendiri mobil mahalnya, kali ini gerak-geriknya diperhatikan oleh Ruby. Bahkan perempuan itu sengaja menunggu Sera datang.


"Mobil semewah itu untuk seorang guru pembimbing," gumam Ruby bertambah curiga saat melihat Sera memarkirkan mobil di halaman mansion.


Kalau memang Edgar memberikan segalanya, Sera seharusnya berhenti mengajar tapi perempuan itu seolah sengaja untuk bisa lebih dekat dengan Chris.


Sebenarnya Ruby juga ikut dalam jamuan minum teh, hanya saja hari ini dia tidak terlalu bersiap-siap seperti biasanya. Dia harus mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya.


"Panggil Bibi An!" perintah Ruby pada kepala pelayan.


Ruby pun langsung menyambut Sera yang baru masuk ke dalam mansion.


"Miss Sera..." panggilnya.


Sera menunduk hormat di sana. "Apa kabar, Nyonya? Saya akan menunggu tuan muda Chris pulang!"


"Ya, duduklah dulu," ucap Ruby mempersilahkan duduk.

__ADS_1


Tidak seperti biasanya Ruby menyambut kedatangannya seperti itu.


"Apa yang direncanakan rubah betina ini?" batin Sera.


__ADS_2