Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 26 - Tidak Cocok


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Sera jadi memikirkan permasalahan yang dia hadapi. Benang kusut sudah mulai terurai perlahan-lahan.


Sekarang Sera tahu kenapa Edgar membenci Saka dan betapa lelaki itu ingin menghancurkan Saka yang akan berimbas pada Ruby.


Namun, ditengah-tengah mereka ada dirinya dan Chris.


"Aku tidak boleh kalah dari mereka," gumam Sera.


Sebelum sampai ke rumahnya, Sera singgah ke swalayan dan berbelanja banyak bahan makanan. Dia ingin memasak spesial untuk Chris besok.


"Aku merindukan anak itu," ucap Sera sambil membayangkan wajah Chris.


Sera berharap waktu cepat berlalu supaya dia bisa cepat bertemu dengan putranya.


Selesai berbelanja, Sera segera kembali mengemudi lagi dengan kecepatan standar. Hujan gerimis mulai turun membuat Sera berhati-hati saat mengemudi.


Melihat tetesan air hujan turun ke kaca mobilnya membuat Sera mengingat wajah Saka saat berkunjung ke rumahnya.


"Akh!" Sera memegang kepalanya. Setiap dia berusaha mengingat, kepalanya akan sakit sekali.


Hampir satu jam, Sera akhirnya sampai ke rumahnya. Namun, ada hal yang tak terduga karena sebuah mobil mewah terparkir di samping rumahnya.


Dan Sera mengenal mobil itu.

__ADS_1


"Chris?" seru Sera dalam hatinya.


Benar saja saat melihat Sera kembali, pintu mobil itu terbuka. Sang supir bersiap memakai payung saat seorang anak laki-laki turun dari mobil.


"Miss Sera..." panggil Chris yang berjalan setengah berlari mendatangi Sera.


Sera otomatis berjongkok supaya tingginya sejajar dengan anak itu.


"Tuan muda, kenapa tidak bilang kalau mau berkunjung?" tanya Sera.


"Kami menunggu miss Sera dari tadi," ungkap Chris.


"Oh, ya ampun. Ayo cepat masuk ke dalam!" ajak Sera seraya menggandeng tangan Chris.


"Sebentar miss Sera, daddy ikut kemari," ucap Chris menahan Sera.


"Iblis itu ikut ke sini?" gerutu Sera yang matanya kini menatap laki-laki itu. Saka baru turun dari mobil yang biasanya membawa Chris sekolah.


Saka keluar dan berjalan dengan wajah dinginnya ke arah Chris serta dirinya.


"Chris meminta mendatangimu," ucap Saka.


"I-- iya, Tuan. Saya tadi ada acara di luar," sahut Sera gelagapan. Dia muak harus terus berakting seperti ini. "Mari masuk!"

__ADS_1


Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah, Sera cepat-cepat menyalakan pemanas ruangan supaya tidak dingin. Kemudian dia berlari membersihkan sofa dan barang yang tidak penting di atas meja.


"Rumah saya tidak sebesar dan sebagus mansion tuan muda," ucap Sera tak enak hati. Dia takut Chris tidak nyaman berada di rumahnya.


Sera juga menambahi kain sebelum Chris dan Saka duduk di sofanya.


"Sofanya murah, rencananya saya akan menggantinya dengan segera," ucap Sera.


Chris mengerutkan keningnya karena sikap Sera yang seperti itu.


"Miss Sera, jangan memperlakukanku seperti ini," protes Chris. Dia tidak suka karena seolah dia jijik dengan tempat Sera padahal justru sebaliknya.


Chris duduk dengan nyaman di sofa murahnya Sera. "Ini nyaman!"


"Syukurlah!" Sera tersenyum haru karena anaknya bukanlah anak yang sombong walaupun dari kecil hidup berkecukupan.


Berbeda sekali dengan respon Saka saat duduk di sofa murahnya itu.


"Ternyata gen ku masih ada walaupun sedikit," batinnya.


Kemudian Sera menatap Saka yang masih berdiri sedari tadi.


"Tuan, saya takut anda alergi jika duduk di sofa murah itu jadi lebih baik anda pergi saja, semua barang di rumah ini tidak cocok untuk anda yang kaya dan banyak uang," ucap Sera penuh sindiran.

__ADS_1


__ADS_2