
Sera merasakan punggung telanjangnya dikecupi seseorang, hal itu sangat mengganggu tidurnya. Dia sangat kelelahan dan ingin beristirahat sebentar lagi.
"Bangun, Sera," Saka terus mengecupi punggung perempuan itu. "Matahari sudah tinggi, kau melewatkan sarapanmu!"
Pantas saja perutnya terasa lapar ternyata hari sudah siang.
Saat Sera membuka matanya, dia mendapati Saka sudah rapi. Bahkan memakai jas formal seperti biasa.
"Kau habis dari mana?" tanya Sera.
"Pertemuan resmi dengan 7 tetua, mereka menyerahkan Aldeguera sepenuhnya padaku," jawab Saka.
"Kau pergi setelah menggempurku semalaman penuh?" tanya Sera merasa tidak percaya. Laki-laki itu benar-benar mempunyai tenaga iblis.
Saka terkekeh mendengarnya. "Itu bahkan belum apa-apa, aku bisa mengurungmu seminggu penuh kalau aku mau!"
"Apa? Tidak..." Sera jadi panik, bisa-bisa tulangnya patah semua.
Perempuan itu mendudukkan dirinya yang sebelumnya masih tengkurap.
__ADS_1
"Apa kau tidak memikirkan Chris? Pasti anak itu mencari kita," sambung Sera.
"Tenang saja ada Axton dan Bibi An yang menjaganya," balas Saka. Dia mulai melepas jas dan membuka kemejanya.
"Yang dibutuhkan Chris adalah kita," Sera ingin berjalan ke kamar mandi namun Saka tiba-tiba menggendong istrinya.
"Aku akan memandikanmu," Saka tidak mau menerima penolakan dari Sera jadi dia langsung menggendong perempuan itu di pundaknya.
Sera yang tidak mempunyai tenaga untuk melawan hanya bisa pasrah.
Di dalam kamar mandi, dengan cepat Saka menurunkan tubuh istrinya itu. Saka terdiam sejenak dan memandangi wajah Sera tanpa berkedip.
Tatapan misterius yang selalu Saka lakukan pada Sera.
"Kau cantik dan seksi, Sera," bisik Saka dengan menarik pinggul perempuan itu hingga tubuh mereka menempel.
Mendengar pujian yang dilayangkan padanya, Sera tersenyum malu-malu. Jarang-jarang Saka memuji perempuan bahkan nyaris tidak pernah, jadi Sera hanya satu-satunya.
Keduanya berada di ruangan mandi yang berlapis kaca. Saka segera menyalakan shower yang membuat tubuh mereka berdua basah.
__ADS_1
Lelaki itu mengusap setiap permukaan kulit Sera, tanpa ada yang terlewat. Dan sialnya, hal itu justru membangunkan gairahnya sendiri.
Saka mengambil spons mandi, menekan sabun cair dan mengumpulkan buihnya. Setelah itu, Saka mengusap punggung Sera dengan lembut lalu menjalar ke pinggul, perut hingga daerah dada.
Usapan dari tangan Saka begitu lembut, berhasil menimbulkan suara desahaan kecil dari bibir Sera.
"Damn!" umpat Saka yang terpancing, apalagi melihat Sera yang meliukkan tubuhnya dengan sangat seksi.
"Aku tidak akan bisa berhenti menyentuhmu, Sera," ucap Saka, lalu membalik tubuh Sera dan mendorongnya ke arah tembok kaca hingga tergencet.
Saka melepaskan spons mandi begitu saja dan menatap miliknya yang sudah berdiri tegak.
"Akh!" Sera menjerit tertahan, ketika dia merasakan Saka menempelkan dada di punggung. Dan di detik yang sama, sebuah benda keras menyentuh permukaan bokongnya.
"Aku masuk lagi, Sera," Saka sudah tidak tahan lagi.
"Ugh!" Sera menggeram tertahan, ketika dia merasakan benda keras dan panjang itu merengsak masuk dari arah belakang.
Perempuan itu kembali merasakan sensasi yang sama seperti tadi malam. Penuh, dan terasa sesak. Sial! Saka sungguh perkasa.
__ADS_1
Sesi bercinta mereka kembali dilanjutkan, bahkan kini tubuh Sera sampai menempel di kaca. Sedangkan Saka, terus melancarkan aksinya.
Suara erangan kembali terdengar di kamar mandi, sangat merdu dan selalu membuat Saka ketagihan.