
Saka dan Axton duduk berdua di ruangan kerja Saka, kedua lelaki itu minum wine sambil membicarakan masalah Edgar selanjutnya.
"Semua bukti pasti akan memberatkan Edgar, dia pasti dihukum mati," komentar Axton.
"Edgar adalah contoh kalau ada yang berusaha mengganggu keluargaku," balas Saka seraya menghabiskan wine dari gelasnya.
Axton terkekeh. "Akhirnya kau mendapatkan apa yang kau inginkan, kau sudah berdamai dengan dirimu sendiri, bukan?"
"Kau sudah melupakan Sera, bukan?" Saka justru berganti bertanya.
"Aku sudah membuang perasaan itu ketika tahu Sera adalah istrimu," balas Axton.
"Bukankah waktunya mengenalkan Sera secara resmi?"
Saka terdiam sejenak, kali ini dia akan memperbaiki dan melakukannya dengan benar. "Aku ingin melakukan pemberkatan dan pesta pernikahan!"
Dan sesuai keinginan Saka, hari itu juga dia mempersiapkan semuanya supaya publik tahu siapa nyonya Aldeguera yang sesungguhnya.
Padahal Sera tidak menginginkan itu, dia cukup menikmati perannya yang bisa mengurus suami dan anaknya.
Seperti saat ini, Sera tengah membuat sup daging karena cuaca dingin.
Saat perempuan itu tengah konsentrasi pada masakannya, tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.
__ADS_1
"Saka..." Sera memanggil nama suaminya karena siapa lagi kalau bukan lelaki itu.
"Kau sekarang banyak tertawa dan tersenyum, Mr. Saka," komentar Sera yang melihat lelaki kulkas itu lebih hangat semenjak mereka bersama.
"Apa kau menyukainya?" tanya Saka.
"Hm..." Sera berpikir kemudian mengecup bibir suaminya. "Setidaknya kau tidak memberiku kode rumit lagi."
Bibi An dan para pelayan akan menjauh jika majikan mereka dalam mode uwu seperti itu. Walaupun Saka dan Sera cukup tahu diri karena tidak bercinta di sembarang tempat tapi mereka ingin memberi privasi pada pasangan itu.
"Setelah acara pernikahan nanti bukankah kita akan bulan madu?" tanya Sera.
"Mungkin bulan madu kita agak berbeda karena kita akan membawa Chris," balas Saka.
"Bulan madu berkedok liburan keluarga, sepertinya itu yang diinginkan Chris selama ini," tambahnya.
Bahkan Saka memberikan perhatiannya yang selama ini dia pendam, dia tidak akan berpura-pura lagi.
"Bangun, anak malas," ucap Saka sambil menggelitiki tubuh kecil itu.
Chris tidak terganggu, justru dia merasa kesenangan dan tertawa. Inilah yang dia inginkan, perhatian dari Saka.
"Good morning, Dad," ucap Chris seraya memeluk Saka.
__ADS_1
Kemudian ayah dan anak itu melakukan quality time bersama. Bahkan Chris tidak takut lagi untuk mengganggu Saka bekerja.
"Kau tahu, Dad. Aku sekarang mempunyai banyak teman karena mereka melihat daddy yang keren saat menangkap penjahat," ucap Chris.
Memang berita Saka di persidangan kala itu menjadi trending topik di mana-mana.
"Benarkah?" tanya Saka dengan kekehan.
"Benar, daddy mau kan ikut acara di sekolah? Aku ingin menunjukkan daddy ku pada satu sekolah," pinta Chris.
"Kau ternyata cukup sombong, hem?" Saka menggelitiki tubuh putranya lagi.
Pada saat itu, Sera menyusul anak dan suaminya. Perempuan itu tersenyum melihat kedua lelaki yang sangat dicintainya itu. Sera ikut duduk dan menggelitiki tubuh Chris.
"Ampun, Mom, Dad..." Chris sudah menyerah.
"Anak mommy pasti kesepian ya karena tidak punya teman bermain di mansion, bagaimana kalau kau punya adik, apa kau mau?" tanya Sera.
Saka dan Chris saling memandang satu sama lain.
"Kau hamil, Sera?" tanya Saka.
Sera menggeleng. "Aku tidak tahu tapi aku telat datang bulan!"
__ADS_1
_
Untuk panggilan kesayangan, othor udah coba nulis honey, sayang, dll. Tapi, kok geli ya jadi dihapus lagi dan tetep panggil nama aja😅