Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 76 - Belajar dari Kesalahan


__ADS_3

Saka tidak habis pikir karena sampai saat ini, Sera senyum-senyum sendiri sambil memandangi wajahnya.


"Jadi, kau suka melihatku marah, hem?" Saka menoel hidung istrinya.


Mereka saat ini hanya memakai bathrobe saja setelah basah-basahan di kolam renang.


Bukannya menjawab, Sera mengajak suaminya menari bersama. Memang benar dia tidak mengalami morning sickness seperti kebanyakan ibu hamil tapi gairahnya meninggi semenjak berbadan dua.


"Kita main satu kali, ya. Chris belum pulang jadi kita masih punya waktu," Sera membujuk suaminya.


Akhir-akhir ini Saka memang jarang menyentuhnya.


"Chris hampir sampai," Saka berusaha menolak.


Sera tidak mau menundanya jadi dia berinisiatif mencium Saka namun ketika bibirnya akan menempel, indera penciumannya jadi berubah.


"Apa kau ganti parfum?" tanya Sera.


"Kenapa?" Saka jadi refleks menghendus tubuhnya.


Sera menutup hidung karena Saka menurutnya jadi bau, gairah yang sebelumnya menggebu-gebu langsung hilang seketika.


"Kenapa?" tanya Saka lagi.


Bukannya menjawab, Sera justru berlari keluar kamar.

__ADS_1


"Suamiku bau bawang!" teriak Sera.


Saka sampai membelalakkan mata mendengarnya. "Bau bawang?"


Dia pikir itu hanya sementara ternyata Sera menghindar terus menerus sampai hari pernikahan mereka tiba.


"Daddy tidak apa-apa?" tanya Chris. Anak itu sudah berpenampilan rapi dengan memakai jas.


Saka tidak menjawab tapi lelaki itu mengangkat tubuh Chris untuk dia gendong.


"Ayo kita ke tempat acara!" ajak Saka.


Jika biasanya mempelai pria menunggu pasangannya seorang diri tapi lain hal dengan Saka yang membawa Chris bersamanya.


Anak itu berdiri di samping Saka dengan membawa kotak cincin yang akan diberikan pada sang mommy.


Dan saat Sera berjalan menuju mempelai prianya, perempuan itu memang berusaha baik-baik saja. Dia sebenarnya sangat terganggu dengan hidungnya yang super sensitif. Tapi, di hari pentingnya ini dia akan berusaha menahannya.


Acara pun dimulai, baik Saka dan Sera bersumpah setia yang disaksikan oleh semua tamu undangan.


Tepuk tangan riuh ketika sepasang suami istri itu dinyatakan sudah resmi.


Saka dan Sera saling beradu tatap, Saka mengambil kotak cincin dari tangan Chris kemudian menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis istrinya.


"Tutup matamu, Chris," pinta Saka.

__ADS_1


Chris menurut untuk menutup mata kemudian Saka mencium Sera yang diiringi oleh sorak para tamu undangan.


"Tidak bau, 'kan?" tanya Saka setelah selesai mencium Sera.


"Karena suasana hatiku bahagia sepertinya baunya tidak tercium," jawab Sera.


Kalau saja Sera merasa tidak nyaman pasti Saka akan membubarkan acara itu sekarang juga. Namun, bayinya tampak pengertian hari ini.


Karena tidak mau istrinya kelelahan, setelah selesai acara pemberkatan, tidak ada acara resepsi tapi Saka melakukan konferensi pers karena ingin mengenalkan Sera secara resmi.


Di sana Saka mengakui kejadian yang menimpa mereka sebelumnya untuk menghindari berita simpang siur karena Sera sempat dikabarkan dengan Edgar.


"Tolong media jangan memberitakan hal yang tidak benar yang membuat istriku merasa terganggu," pinta Saka. Kalau sampai terjadi apa-apa pasti lelaki itu akan menuntut media tersebut.


Sera meremas paha suaminya, dia merasa tidak enak karena permintaan Saka itu.


"Jangan berlebihan," bisik Sera.


"Ini bukan berlebihan tapi ini untuk menghilangkan jejak digital sebelumnya," balas Saka tegas.


"Mengenai itu, aku minta maaf karena sempat dekat dengan pria lain, itu karena aku tidak tahu kalau mempunyai suami," Sera belum sempat minta maaf untuk hubungannya bersama Edgar.


"Aku tidak mempermasalahkan hal itu tapi bukannya aku tidak marah, aku hanya ingin memperkecil semua masalah dan tidak ingin membahas hal yang sudah berlalu," ucap Saka.


Belajar dari pernikahannya dengan Ruby, Saka tidak mau pernikahan seperti itu terulang lagi.

__ADS_1



__ADS_2