Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 64 - Dorongan


__ADS_3

Untuk saat ini Sera belum bisa menjawab pertanyaan Chris, dia butuh waktu. Dan Chris tidak memaksa perempuan itu.


"Apa sekarang saatnya memanggil mommy?" tanya Chris yang membuyarkan lamunan Sera.


Sera melihat ke arah anak itu seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar beberapa detik yang lalu. "A--apa?"


Sepertinya Chris harus lebih mengerti keadaan orang tua kandungnya. Misinya saat ini membuat daddy dan mommy nya bersatu, mereka harus bisa meluruskan kesalahpahaman yang terjadi selama ini.


"Mommy..." Chris mendekati Sera dan memeluknya.


Hal yang paling diinginkan Sera selama ini telah terwujud, Chris menerima kehadiran dirinya.


"Terima kasih sudah lahir di dunia ini," ucap Sera seraya mengecupi puncak kepala putranya.


Suasana haru itu tidak berlangsung lama karena Jois sudah tiba di mansion Aldeguera.


Sera dan Chris bergegas keluar untuk menemui asisten Saka itu.


"Uncle Jois, bawa kami menemui daddy!" pinta Chris ketika melihat lelaki itu membuka mobil.


"Masuk dulu!" Jois memaksa mereka untuk masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Merasa tidak punya pilihan lain, Sera dan Chris mengikuti permintaan Jois itu. Setelah keduanya masuk, Jois langsung pergi meninggalkan mansion.


"Mansion tidak aman untuk sekarang karena anak buah Edgar ataupun polisi sudah mengincar tempat itu, semua pelayan dan penjaga sudah diamankan," jelas Jois.


"Lalu di mana, Saka? Kalau dia tidak bersalah, kenapa Saka tidak menyerahkan diri ke polisi dan bersikap kooperatif?" cecar Sera.


"Tidak semudah itu, Nona. Edgar itu orang yang licik, dia bisa melakukan apapun termasuk memalsukan bukti dan saksi palsu, sekali tuan Saka menyerahkan diri, dia akan sulit keluar. Kalau nekat kabur dari penjara justru akan semakin memberatkan kasusnya," Jois berusaha membuat Sera mengerti.


Terbukti Sera langsung diam setelah mendengar penjelasan dari Jois itu.


Rupanya gerak-gerik mereka sudah diincar oleh anak buah Edgar.


"Sial!" Jois mengumpat setelah sadar di belakang ada mobil yang mengikuti mereka.


"Kita tidak boleh tertangkap!" seru Chris.


Jois mencoba menghubungi Saka dan melaporkan posisi mereka yang saat ini dikejar anak buah Edgar serta polisi.


"Tunggu aku!" terdengar suara Saka di sambungan earphone.


Kejar-kejaran terus terjadi tapi tidak ada penembakan peringatan karena ada warga sipil.

__ADS_1


Mobil anak buah Edgar mencoba membuat mobil Jois terpojok, mereka berada di sisi kanan dan kiri mobil asisten Saka itu kemudian menabraknya dari samping.


Berlawanan arah dari mereka, Saka menambah kecepatan mobilnya.


"Sekarang, Jois!" perintah Saka.


Jois meminta Sera dan Chris untuk keluar dari atap mobil yang telah dia buka.


"Apa maksudnya?" tanya Sera tidak mengerti.


"Keluar dan lompat ke mobil tuan Saka!" perintah Jois.


"Apa?" Sera tentu saja panik. Dia tidak akan bisa melakukannya.


Namun, Chris justru naik ke atap duluan. Bocah itu memanfaatkan atap mobil anak buah Edgar supaya jaraknya dengan mobil Saka semakin dekat.


Badannya yang kecil melompat dan mendarat di atap mobil sang daddy yang langsung terbuka, seketika Chris masuk ke dalam mobil Saka.


"Chris...." Sera yang awalnya syok sekarang bisa bernafas lega.


"Sekarang giliranmu, Nona! Jangan kalah dengan anak kecil," Jois memberikan dorongan pada Sera untuk memberanikan diri.

__ADS_1


_


Sorry ges aku ketiduran, satu dulu


__ADS_2