Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 47 - Satu Petunjuk


__ADS_3

Mobil yang membawa Edgar dan Sera sampai di perusahaan inti Aldeguera. Steve yang mengikuti mobil tuannya dari belakang, bergegas turun duluan dan membuka pintu mobil untuk keduanya.


Edgar turun duluan seraya memperbaiki jasnya kemudian disusul Sera yang berada di belakang lelaki itu.


Jujurly, Sera sangat lah gugup tapi dia berusaha baik-baik saja. Dia tidak boleh mempermalukan dirinya sendiri.


"Ayo, Sayang!" ajak Edgar.


Sera mengangguk, perempuan itu mengikuti langkah Edgar dari belakang.


Rombongan Edgar menuju ruangan rapat, di sana 7 tetua sudah menunggu kedatangan lelaki itu.


Dan tak lama Saka datang dan bergabung dengan rapat penting itu. Tatapan Saka begitu tajam, dia tahu jika Sera ada di ruangan itu tapi dia seolah tidak peduli.


Saka harus menunjukkan wibawa dan melepas masalah pribadinya.


Rapat berjalan begitu serius apalagi saat 7 tetua memutuskan untuk mundur dan memberikan kuasa mereka pada Edgar.


"Terima kasih atas kepercayaannya, saya pasti akan memberikan yang terbaik," ucap Edgar seraya berdiri dan membungkukkan badannya. Lelaki itu merasa kemenangannya sudah di depan mata.


Edgar melirik ke arah Saka dengan senyuman miring tapi Saka hanya membalas dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


"Kedepannya kita harus bekerja sama dengan baik, tuan Saka. Kita harus memajukan kerajaan bisnis Aldeguera bersama. Ah, aku lupa kalau sebentar lagi akan berubah nama menjadi Winter," sarkas Edgar.


Saka memicingkan matanya. "Sesuatu yang kau ambil secara kotor akan berakhir dengan kotor pula. Jadi, jangan membuatku untuk repot-repot membersihkannya. Mundurlah! Ini peringatan terakhirku!"


Suasana menjadi begitu menegangkan setelah para tetua keluar ruangan rapat itu. Sera yang diantara dua lelaki berkuasa itu jadi bingung sendiri.


Akhirnya Sera mengambil tindakan, perempuan itu berdiri dan mendekat ke arah Edgar. Dia mengecup pipi lelaki itu supaya tenang sekaligus memanasi Saka.


"Selamat Sayang, ayo kita rayakan pencapaianmu ini!" ucap Sera di sana.


Edgar ikut berdiri dan merangkul Sera. "Kita pergi sekarang!"


Sebelum hilang dibalik pintu, Edgar menoleh ke arah Saka lagi. "Sampai bertemu di acara debut pewarismu, Tuan!"


"Sebentar lagi, semuanya akan berakhir," gumamnya yang masih terpejam.


"Sera.."


Lagi-lagi Saka memanggil nama perempuan itu, perempuan yang baru saja memanasi dirinya setelah bercinta dengannya.


"Aku rasa, kau sudah siap, Sera!"

__ADS_1


Saka kemudian mencari ponselnya dan mencoba menghubungi Axton untuk minta bertemu. Mereka harus bertemu di tempat rahasia karena mereka akan mempersiapkan sesuatu.


"Apa kau yakin, Saka?" tanya Axton. Dia sudah berulang kali menanyakan tentang rencana besar Saka itu.


"Aku sudah menyusunnya bertahun-tahun, aku merasa sangat yakin," jawab Saka.


"Baiklah, kita harus bertemu dan membicarakan semuanya lebih lanjut," ucap Axton menyanggupi.


Hari itu, kedua lelaki itu bertemu untuk menyusun rencana supaya berjalan sesuai yang Saka mau.


Sementara Chris, tidak bisa tidur karena menunggu Saka pulang ke mansion. Ruby sudah tidak ada lagi, entah kemana perginya perempuan itu.


"Di mana daddy?" Chris merasa gelisah.


Anak itu memutuskan untuk menunggu Saka di ruang kerja lelaki itu, biasanya ruang kerja Saka selalu dikunci tapi malam itu mungkin kepala pelayan lupa menguncinya.


Chris membuka pintu ruang kerja Saka dan duduk di kursi kebesaran sang daddy. Tangannya mencoba membuka laci tapi semuanya dikunci tapi ada satu laci yang tampaknya bisa dibuka.


Perlahan Chris membuka laci itu, tidak ada apa-apa kecuali bingkai foto yang terbalik.


Karena rasa penasarannya, Chris membalik bingkai foto itu dan mendapati potret seorang perempuan hamil.

__ADS_1


"Siapa ini?" tanya Chris sambil mengamatinya lekat-lekat. Sedetik kemudian dia sadar siapa perempuan yang ada di bingkai foto itu. "Miss Sera?"


Di bingkai foto itu Sera terlihat masih muda dan polos tapi Chris mengenalinya.


__ADS_2