Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 50 - Terpojok


__ADS_3

Sera merasa de javu karena Saka pernah melakukan hal itu padanya. Memang Chris lebih dominan Saka dari pada dirinya.


Apa ini waktunya mengaku? Dia takut menyakiti hati Chris dan yang lebih dia takutkan lagi, Chris menolak Sera.


"Dan jangan memanggilku tuan muda lagi," sambung Chris seakan tidak suka dengan panggilan Sera padanya itu.


Chris menunggu jawaban dari Sera tapi bersamaan dengan itu, tiba-tiba Jois datang setelah mendapat laporan dari supir pribadi Chris bahwa anak itu tengah bersama Sera di kafe.


"Tuan Muda," panggil Jois.


"Uncle Jois? Apa daddy ada di sini?" tanya Chris.


"Tidak, saya diminta tuan Saka untuk membawa Tuan Muda ke perusahaan," jawab Jois sambil mengangkat tubuh Chris ke gendongannya.


Kemudian Jois berpamitan pada Sera.


"Saya permisi, Nona," ucapnya.


Ini semakin aneh bagi Chris karena Saka seolah mengawasi pergerakan Sera, anak itu akan menanyakan hal sama pada sang daddy.


Untuk sementara, Sera terbebas dari pertanyaan Chris tapi dipertemuan selanjutnya, dia harus menjawabnya dengan benar.

__ADS_1


Saka memang sengaja meminta Jois untuk menjemput Chris karena anak itu belum waktunya tahu siapa ibu kandungnya.


Jadi, ketika Chris menanyakan hal yang sama pada lelaki itu. Saka tidak memberi jawaban.


"Baik miss Sera atau daddy tidak bisa memberi jawaban," gumam Chris sambil mencoret rancangan misinya yang ada di buku. Dia harus menyusun rencana ulang karena ada rahasia tersembunyi antara daddy dan miss Seranya.


...***...


Sera datang ke kantor Edgar, di sana perempuan itu mulai bekerja. Dia hanya membantu keperluan Edgar layaknya seorang asisten.


Di sana Edgar bersikap profesional, lelaki itu sama sekali tidak menyinggung masalah pribadi mereka ketika bekerja.


Sera mulai mempelajari bisnis yang dijalankan oleh Edgar dan Saka selama ini, kenapa kerajaan bisnis itu kekuasaannya menjadi incaran.


Pantas saja Saka selalu sibuk sampai tidak ada waktu untuk Chris. Beban Saka memang berat ditambah harus melawan orang-orang yang ingin menjatuhkannya.


"Sayang..." panggil Edgar yang membuyarkan lamunan Sera.


"Iya?" balas Sera.


"Kita pulang dan makan malam bersama,"

__ADS_1


"Baiklah,"


Padahal mereka hanya menjadi kekasih pura-pura tapi Edgar sendiri menjadi terbiasa memanggil sayang walaupun hanya berdua dengan Sera.


"Kau ingin makan malam apa, Sayang?"


"Pasta sepertinya enak,"


"Kalau begitu kita cari restoran pasta yang terkenal,"


Edgar membawa Sera ke salah satu restoran pasta dan memesan makan malam di sana.


"Kau mau tahu sesuatu?" tanya Edgar sambil menunggu menu yang dipesan datang.


"Apa itu?"


"Setelah publik tahu kita sepasang kekasih, perlahan wanita-wanita yang menggodaku mundur. Apalagi saat tahu kalau kau ikut bergabung di dunia sosial bersama Lady Rose dan yang lainnya,"


Edgar menjelaskan seraya mengecup telapak tangan Sera. "Jadi, bagaimana kalau kita resmikan saja, kita jadi kekasih sungguhan!"


Mendengar itu, tentu saja Sera kaget. Dia memikirkan tentang Chris nantinya, apa Chris mau menerima Edgar yang notabene musuh Saka?

__ADS_1


Posisi Sera semakin terpojok sekarang. Sebelum semua terlanjur menjadi boomerang baginya, Sera harus menanyakan tujuan Edgar mencari ibu kandung Chris.


"Sebelum itu, jawab dulu pertanyaanku. Apa tujuanmu memintaku membawa anak Ruby padamu? Siapa seseorang yang kau pancing itu?" Sera bertanya seolah tidak tahu apa-apa.


__ADS_2