
Sebelumnya, Chris merasa senang karena weekend ini kedua orang tuanya lengkap berada di mansion.
Chris ingin piknik bersama seperti yang dilakukannya dengan Sera tempo hari.
Langkah kecil kaki Chris sudah sampai di kamar Ruby, anak itu ingin mengajak sang mommy.
"Mom..." panggilnya.
Ruby yang pada saat itu tengah bersiap-siap akan pergi mendengar suara panggilan dari Chris.
"Buka pintunya!" perintah Ruby pada pelayan yang membantunya bersiap-siap.
Ketika pintu terbuka, Chris masuk dan langsung menelan kekecewaan karena sudah dipastikan Ruby akan pergi.
"Ada apa?" tanya Ruby.
Chris menggelengkan kepalanya, dia mengurungkan niatnya untuk mengajak sang ibu.
"Mommy akan pergi?" Chris berbasa-basi.
"Iya, hari ini mommy ada urusan dan pulang telat," jawab Ruby.
__ADS_1
"Saat mommy pergi, kau bisa bersantai Chris," tambahnya.
Akhirnya Chris diberi kebebasan tapi percuma kalau dia hanya sendirian di mansion. Anak itu pun mencoba mencari Saka, ternyata sang daddy ada di ruangan gym pribadi lelaki itu.
"Dad..." panggil Chris.
Saka berhenti dan melihat putranya, keringatnya bercucuran dan dia langsung mengelapnya memakai handuk olah raganya.
"Mau ikut olah raga bersama?" tanya Saka.
Chris menggeleng, dia mendekati sang daddy tanpa peduli pada lelaki yang basah dengan keringat itu. "Apa Daddy sibuk hari ini?"
"Kenapa?" tanya Saka seraya mengangkat tubuh Chris untuk naik ke perutnya. "Ada pekerjaan sedikit, daddy bisa menyelesaikannya dengan cepat!"
"Bukankah jadwal mengajarnya besok? Katakan pada daddy, apa kau menyukainya?" Saka bertanya seraya mengusap rambut Chris. Bayinya sudah tumbuh besar sekarang, katakan memang dia tidak terlalu memperhatikan perkembangan Chris tapi dia yakin darah lebih kental dari pada air. Pasti Chris akan mengikuti sifat ibunya jadi dia percaya pada anaknya.
"Aku menyukai miss Sera, dia mempunyai metode belajar lain dari pada yang lain, aku tidak perlu banyak membaca buku dan tidak mengerjakan tugas yang berat. Justru dia mengajakku belajar sambil bermain," jelas Chris dengan tersenyum cerah.
Lega sudah hati Saka jika Chris memang nyaman bersama ibu kandungnya.
"Bersiaplah, kita akan ke tempat gurumu setelah daddy selesai," ucap Saka kemudian.
__ADS_1
Chris tidak sabar menunggunya, anak itu tidak mau mengganggu Saka lagi supaya urusan sang daddy cepat selesai.
...***...
Saka mendapat laporan dari bodyguard yang mengikuti Sera jika perempuan itu pergi ke pertandingan pacuan kuda dan bertemu dengan Edgar.
"Jadi targetmu kali ini adalah Edgar?" gumam Saka seraya mengepalkan tangannya.
"Kau mulai ada perkembangan Sera!"
Selesai dengan urusannya, Saka dan Chris akhirnya pergi ke tempat Sera. Mereka berdua menunggu di dalam mobil karena Sera belum pulang dan hari hujan.
Saat melihat mobil Sera, Chris berseru dan langsung turun dari mobil.
Tanpa berlama-lama, mereka semua masuk ke dalam rumah Sera.
Di sana Sera tampak kalang kabut karena Chris yang datang tanpa pemberitahuan dan Sera berusaha membuat Chris nyaman di rumahnya. Berbeda perlakuan yang Sera berikan pada Saka.
"Tuan, saya takut anda alergi jika duduk di sofa murah itu jadi lebih baik anda pergi saja, semua barang di rumah ini tidak cocok untuk anda yang kaya dan banyak uang," ucap Sera penuh sindiran.
Saka menaikkan kedua alisnya, Sera mengusirnya?
__ADS_1
Lelaki itu justru duduk di samping Chris sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Akhir-akhir ini aku menurunkan standarku jadi aku akan menikmati semua hal yang berbau murah," sahut Saka.