
Merasa Sera kehabisan nafas, Saka melepaskan ciumannya.
"Bagaimana? Sudah hilang kan cegukannya?" tanya Saka tanpa beban.
Sera buru-buru menjauhkan dirinya, memang benar cegukannya hilang tapi dia jadi kesal karena Saka selalu mencari kesempatan.
"Kau selalu seperti ini, seolah memberi perhatian padaku kemudian pergi sesuka hatimu," ucap Sera yang mengungkapkan rasa kecewanya.
Namun, dia tidak mau terhanyut dalam perasaan itu. Sera ingin keluar dari kamar Chris tapi ternyata pintunya dikunci.
"Apa Chris yang melakukan ini?" gumam Sera.
"Dia anak yang berpikir logis pasti Chris tengah mencari tahu kebenaran," balas Saka yang sekarang sudah duduk di pinggir ranjang.
"Jika Chris tahu kebenaran pasti itu akan menyakiti hatinya tapi lebih sakit lagi kalau dia tahu bukan dari mulut kita sendiri," ucap Sera.
Kali ini Sera membalik badannya dan mendekati Saka karena ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan lelaki itu.
"Aku bukannya ada di pihakmu tapi aku memberitahu ini karena untuk Chris," ucap Sera sambil duduk di samping Saka. "Edgar merencanakan sesuatu saat debut Chris nanti, selama ini dia mencariku dan ingin mengungkap identitas Chris yang asli!"
"Dan pasti publik akan menilai kalau kau hanyalah seorang penipu!"
__ADS_1
Saka hanya menyimak saja perkataan Sera seolah tidak terkejut dengan apa yang perempuan itu katakan padanya.
"Bukankah kita harus memberitahu Chris lebih awal?" tanya Sera.
"Aku sudah melatih Chris untuk tidak menjadi anak cengeng dan bermental kuat, dia pasti akan bisa melalui semuanya," balas Saka.
"Chris masih berumur lima tahun, Saka. Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu!" Sera semakin merasa kecewa. "Kau yang selama ini membesarkan anak itu tapi aku yang mengandung dan melahirkannya!"
"Kau tidak akan tahu rasanya jadi aku!"
Sera mulai emosional, rasanya percuma berbicara pada Saka yang selalu menjunjung kekuasaan adalah segalanya.
Bahkan setelah Sera berkata seperti itu, Saka tidak memberi respon apapun.
"Dasar Iblis, aku sangat membencimu," ucap Sera seraya berdiri dan menggedor pintu. Dia berteriak supaya siapa saja bisa membuka pintu.
Dan tak lama, kepala pelayan membuka pintu untuk Sera.
"Kau harus bertahan sampai akhir, Sera. Ingat itu!" Saka memberi peringatan sebelum Sera benar-benar keluar dari kamar Chris. Perempuan itu sudah ditahap kecewa maksimal jadi dia sudah tidak peduli lagi dengan perkataan Saka.
Sera keluar dari mansion, dia yakin Chris sudah baik-baik saja. Dia tidak kembali ke kantor Edgar tapi langsung pulang ke apartemen.
__ADS_1
Namun, siapa sangka saat Sera masuk ke unit apartemennya, Edgar sudah menunggunya di sana.
"Sayang, kau ada di sini?" tanya Sera terkejut.
Edgar menyesap wine di kursi ruang tamu. "Aku sudah menunggumu, kemarilah!"
Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres jadi Sera ikut duduk di samping Edgar.
"Apa yang membuatmu pergi tiba-tiba tadi siang?" tanya lelaki itu.
Sera bingung harus terus berakting atau jujur, dia menggigit bibir bawahnya dan Edgar semakin menatapnya penuh tuntutan.
"Orangku berkata kau ke sekolah anak Saka dan ikut mengantar ke mansion, apa itu benar, Sayang?" Edgar menarik rambut Sera dan memainkan rambut panjang itu memakai jarinya.
Berbohong akan memperburuk keadaan jadi Sera harus jujur supaya Edgar membantunya merebut hak asuh Chris.
"Sebenarnya aku adalah ibu kandung Chris," ucap Sera kemudian.
_
Pemanasan dulu ya, habis ini othor mau up sampe klimaaks konflik dan buka rahasianya Saka.
__ADS_1