
Sera menambah kecepatan mobilnya supaya cepat sampai ke mansion Aldeguera. Jalanan hari itu tidak sepadat biasanya jadi perjalanan Sera dan Chris tidak terlalu banyak hambatan.
Satu jam lebih, mereka baru sampai di mansion Aldeguera. Tidak seperti biasanya, mansion terlihat sepi bahkan penjaga yang biasanya ada di posnya, tidak ada sama sekali.
Chris yang tahu kode masuk mansion langsung memencet kodenya dan gerbang pun terbuka.
Keadaan di dalam sana sama seperti di luar, semua pelayan tidak ada yang membuat mansion itu sepi.
"Dad..." Chris memanggil Saka dan berkeliling di segala penjuru mansion.
Namun, tidak ada satu pun orang di sana.
"Ke mana perginya semua orang?" tanya Chris bingung.
Anak itu bergegas pergi ke ruang kerja Saka karena dia ingin menghubungi Jois menggunakan telepon yang ada di ruang kerja sang daddy.
Pintu itu tidak terkunci jadi Chris bisa langsung masuk dan menggunakan telepon.
"Uncle Jois? Di mana daddy?" tanya Chris saat panggilan tersambung.
"Tuan Muda, apakah ada di mansion?" Jois bertanya balik.
__ADS_1
"Iya, aku mencari daddy." Chris menjawab dengan menyalakan komputer Saka.
"Tunggu saya, Tuan Muda," ucap Jois yang berniat menjemput anak itu.
Sambil menunggu Jois datang, Chris melihat isi dari komputer sang daddy. Banyak folder-folder yang berkata sandi tapi dia menemukan sebuah folder dengan nama Seraku.
"Gotcha!" seru Chris.
Anak itu kemudian memanggil Sera supaya perempuan itu tahu kalau Saka peduli padanya dan tidak membuangnya.
"Tidak mungkin," Sera masih berusaha mengelak.
"Berapa tanggal lahir, Miss Sera?" tanya Chris.
Chris memasukkan password september dan folder itu langsung terbuka. Di dalam folder itu terdapat ratusan foto Sera ketika masih hamil sampai Sera melanjutkan kuliah.
Semua foto diambil secara candid jadi Sera tidak tahu kalau ada yang mengambil fotonya.
"Benar kan kataku," ucap Chris kemenangan.
Sera ingin mengeceknya sendiri, perempuan terus menggeser mouse komputer dan melihat satu persatu fotonya sambil mengingat-ngingat momen apa saja yang terjadi pada saat itu.
__ADS_1
Dulu Sera memang mendapat beasiswa saat kuliah tapi dari sini dia sadar kalau itu bukan beasiswa tapi aliran dana dari Saka. Dia juga mengingat ketika ada senior yang mendekatinya tak lama laki-laki itu pindah kampus. Pasti itu juga ulah Saka.
Jadi, selama ini dia telah diawasi diam-diam oleh lelaki itu.
Bahkan dia mengingat saat dia lulus langsung mendapat rekomendasi untuk bekerja di yayasan.
"Apa ini rencana, Saka?" gumam Sera.
Sera berhenti di foto saat dia wisuda, terlihat Sera yang berfoto dengan buket bunga. Karena dia sebatang kara tidak ada yang mendatangi acara penting itu tapi tiba-tiba ada seseorang yang memberi buket bunga dengan kartu ucapan selamat.
Satu kata itu yang mana membuat Sera ingat sampai sekarang. Dia jadi yakin kalau orang yang mengirimkan buket bunga itu adalah Saka.
"Dia mempermainkan aku, dia tahu dari awal kalau aku akan datang membalas dendam," Sera meneteskan air matanya.
Tangan kecil Chris mengusap air mata Sera yang jatuh.
"Apa miss Sera tidak ingin tahu kenapa daddy melakukan itu?" tanya Chris.
Sera memandangi Chris kemudian memeluknya. "Bagaimana mungkin dia bisa setega ini padaku?"
"Apa miss Sera mau memaafkan daddy dan percaya padanya?" tanya Chris.
__ADS_1
_
2 bab lagi up malam ya