
Suara erangan dua anak manusia yang memadu kasih terdengar di sebuah kamar. Ruby begitu menikmati saat sang kekasih memasukinya semakin dalam.
Sampai akhirnya sang kekasih memuntahkan cairan ke dalam rahimnya yang sudah tidak subur lagi.
"Kau semakin hebat, Sayang," puji Ruby yang merasa puas.
Namun, sang kekasih hanya diam saja, tidak memberi respon seperti biasanya.
"Derreck?" panggil Ruby seraya menatap kekasihnya yang tampak merajuk. "Ada apa, Sayang?"
Derreck acuh, dia justru memejamkan matanya enggan membalas tatapan Ruby.
"Kau marah?" tanya Ruby lagi.
Biasanya mereka memang tidak cukup sekali dalam bercinta.
"Apa kita akan terus seperti ini?" tanya Derreck yang masih memejamkan mata.
Ruby tersenyum dan ikut berbaring sambil memeluk Derreck. "Tentu saja tidak, sebentar lagi debutnya Chris, semua orang akan tahu siapa anak itu. Dan sesuai rencana kita, aku akan membunuh Saka pelan-pelan supaya hak asuh Chris jatuh ke tanganku!"
Setelah orang tua Ruby meninggal memang hidupnya tergantung pada Saka. Kalau saja Saka tidak acuh padanya, dia tidak mungkin akan selingkuh dan merencanakan pembunuhan pada lelaki itu.
Sekarang harapan satu-satunya Ruby adalah Chris karena Saka bisa saja menendangnya sewaktu-waktu. Untuk saat ini Saka masih membutuhkan Ruby karena semua orang mengira jika dia adalah ibu kandung Chris.
Maka dari itu, Ruby tidak berhenti mencari ibu kandung Chris yang asli supaya perempuan itu lenyap dan tidak mengganggu rencananya.
__ADS_1
"Jadi, bersabarlah," sambung Ruby.
Derreck membuka matanya dan menatap Ruby penuh tuntutan. "Jangan lupakan janjimu!"
"Tentu saja aku tidak akan lupa tapi jangan lupakan posisi Edgar juga berpengaruh besar jadi kita harus menyingkirkan laki-laki itu juga," ucap Ruby lagi.
Kemudian perempuan itu bangkit untuk memakai pakaiannya.
"Aku akan mengurangi jatahmu minggu ini karena aku baru mengeluarkan uang cukup banyak untuk membayar mata-mata lagi." Ruby sudah berpenampilan rapi karena akan menemui mata-mata itu.
"Kali ini tidak gagal, 'kan?" tanya Derreck.
"Mulai ada kemajuan jadi aku akan mengeceknya," jawab Ruby seraya mendekati Derreck dan mengecup bibir lelaki itu. "Aku pergi dulu!"
Ruby berpamitan dan meninggalkan Derreck sendirian di sana. Setelah dirasa yakin jika Ruby telah pergi, Derreck kembali melapor pada Saka.
Ternyata Ruby selama ini telah selingkuh dengan anak buah suaminya sendiri.
...***...
Di mansion Aldeguera
Sera tengah mengecek hasil jawaban yang telah dikerjakan oleh Chris. Hari ini sesi belajar mereka cukup serius, tidak bermain-main seperti biasanya.
"Bagus, Tuan Muda," komentar Sera ketika selesai mengecek semuanya. Kalau untuk urusan pelajaran kemampuan Chris memang tidak diragukan lagi.
__ADS_1
"Pasti Tuan Muda mendapat juara satu terus, 'kan?" tanya Sera.
Walaupun masih berusia lima tahun, Chris mendapat akselerasi jadi anak itu sudah duduk di sekolah dasar.
"Apa aku boleh menjawab soalnya dengan jawaban salah, Miss Sera?" Chris justru bertanya balik.
"Memangnya kenapa?" tanya Sera penasaran.
"Karena aku masih kecil dan selalu mendapat juara, tidak ada yang mau berteman denganku," ungkap Chris dengan tertunduk.
"Benarkah? Satu pun?" tanya Sera memastikan.
Chris mengangguk. "Mereka menyebutku monster kutu buku!"
Bagi Sera ini bukanlah masalah sepele karena kalau dibiarkan bisa saja jadi indikasi pembullyan.
"Kalau begitu, kita harus mencari teman untuk, Tuan Muda," ucap Sera memberi usul.
"Kata mommy yang jadi temanku haruslah yang menjadi juara kelas juga," sahut Chris.
Sera menggeleng. "Itu tidak benar, kita harus berteman dengan siapapun, tidak peduli dia juara kelas atau tidak, kaya atau miskin."
Pelan-pelan Sera harus memberi pengertian sampai dia bertanya pada anak itu. Dia ingin tahu bagaimana respon Chris.
"Kalau seandainya saya menjadi ibu, Tuan Muda. Apa Tuan Muda mau menerima saya?" tanya Sera penuh harap.
__ADS_1