
Sera tidak bisa tidur karena memikirkan keadaan Chris, dia tidak berpamitan pada anak itu ketika memutuskan untuk berhenti mengajar.
"Apa Chris mencariku?" gumam Sera.
Kemudian dia teringat kejadian tadi siang saat mencium pipi Edgar, niatnya ingin memanasi Saka tapi lelaki tampak acuh padanya.
"Dasar iblis!" umpat Sera.
Kadang Saka bersikap hangat dan membuatnya salah paham, kadang lelaki itu bersikap acuh dan tidak peduli.
Sera dibuat dilema, semakin dia bertindak lebih jauh, dia semakin mencemaskan keadaan Chris.
Akhirnya Sera memutuskan untuk mendatangi anak itu ke sekolahnya besok. Dia harus melihat keadaan Chris supaya hatinya tenang.
Walaupun dia sangat yakin jika Chris akan mencarinya tapi Sera harus memastikan sendiri.
Dan keesokan harinya, Sera mendatangi Chris di sekolahnya saat jam pulang sekolah. Dia menunggu dengan supir pribadi Chris karena supir itu mengenal Sera jadi pastilah sang supir memperbolehkan jika Chris dia pinjam sejenak nanti.
Bel sekolah berbunyi, Chris tampak berjalan berdua dengan temannya kemudian melambaikan tangannya ketika mereka berpisah.
__ADS_1
"Tuan Muda..." panggil Sera.
Chris mengenal suara itu, dia mendekat ke arah Sera dengan ekspresi penuh selidik.
"Tuan Muda sudah mempunyai teman?" tanya Sera.
Masih tidak ada tanggapan dari Chris dan Sera mengira jika anak itu marah padanya.
"Saya sudah bicara pada supir jadi ayo kita pergi beli milkshake di kafe Exo, di sana milkshake nya sangat enak." Sera berusaha membujuk Chris supaya mau ikut dengannya.
Walaupun Chris masih tampak marah, anak itu tetap mengikuti Sera.
"Minumlah, Tuan Muda," ucap Sera mempersilahkan.
Chris meminum milkshake cokelatnya, sejenak ekspresinya berubah ketika merasakan rasa milkshake itu tapi sedetik kemudian anak itu memasang wajah datar lagi. Chris memang plagiat Saka.
"Apa Tuan Muda marah pada saya? Maafkan saya karena tidak memberitahu sebelumnya, saya mengundurkan diri karena ada sesuatu hal," ucap Sera.
"Apa itu berhubungan dengan mommy dan daddy ku?" tanya Chris. Akhirnya anak itu mau membuka suaranya.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, ada hal yang tidak bisa saya jelaskan," sahut Sera.
"Kenapa tidak bisa menjelaskan? Apa aku anak yang susah diatur?" tanya Chris yang tidak puas dengan jawaban mantan guru pembimbingnya itu.
"Tentu saja tidak, Tuan Muda adalah anak yang paling saya kagumi selama saya mengajar," jawab Sera seraya memegang tangan kecil anak kandungnya itu. Dia sangat menikmati momen berdua mereka seperti ini.
"Paling dikagumi, ya?" Chris mengingat foto yang dilihatnya di ruang kerja Saka. "Apa miss Sera mempunyai anak?"
Sera kaget karena Chris yang bertanya seperti itu, dia bingung harus menjawab apa. Dan Chris terus melihat ekspresi Sera yang bingung itu.
"Apa miss Sera sebelumnya mengenal daddy?" tanya Chris lagi.
Sungguh Sera dibuat gelagapan dengan pertanyaan-pertanyaan tak terduga dari Chris. Salah jawab sedikit saja bisa berakibat fatal.
"Kenapa Tuan Muda bertanya seperti itu?" Sera bertanya balik karena ingin tahu alasan Chris menanyakan hal itu pasti ada pemicunya.
"Karena mommy berkata kalau miss Sera ingin merebut daddy, apa itu benar?" tanya Chris. Anak itu memancing jawaban dari Sera.
"Nyonya Ruby berkata seperti itu? Bagaimana mungkin saya melakukan hal semacam itu, Tuan Muda," elak Sera. Dia harap Chris percaya padanya.
__ADS_1
Chris menunjuk hidung Sera di sana. "Hidung miss Sera terus memanjang. Itu artinya miss Sera berbohong!"