Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 22 - Penuh Ambisi


__ADS_3

Rasanya sulit dipercaya, Sera ibu kandung Chris? Bagaimana bisa?


Axton termenung sesaat setelah mendengar satu kalimat yang membuatnya terkejut setengah mati. Kalau saja Axton mempunyai riwayat penyakit jantung pasti lelaki itu akan terbaring di rumah sakit sekarang.


"Ini sulit dipercaya," ucap Axton yang ingin menyangkal kebenaran.


"Kau tahu sekarang, apa tujuan Sera mendekatimu jadi katakan padaku, sejauh apa kau memberitahu informasi pada Sera," tuntut Saka.


"Ceritakan padaku semuanya agar semuanya jelas, Saka!" bentak Axton yang balik menuntut apa yang sebenarnya terjadi.


Sejauh ini Axton bisa dipercaya jadi Saka menceritakan detailnya pada temannya itu beserta rencana yang telah dia susun. Axton mendengarkan cerita dan penjelasan Saka dengan ekspresi wajah berubah-ubah. Kadang tegang kadang bola matanya melebar kadang mulutnya menganga.


Setelah mendengar keseluruhan barulah Axton bisa menyimpulkan. Lelaki itu meraup wajahnya kasar, dia memang menyukai Sera jadi kali ini dia akan turut andil dalam membantu Saka.


Axton akhirnya memberitahu Saka informasi apa saja yang telah dia telah berikan pada Sera.


"Apa tidak masalah?" tanya Axton setelah selesai bercerita.

__ADS_1


"Tidak masalah, kita lihat saja, apa yang akan dilakukan Sera selanjutnya," jawab Saka seraya memejamkan matanya.


"Lebih baik kau memang harus istirahat, kau terlihat begitu buruk," ucap Axton yang tahu jika Saka pasti lelah dan selama ini selalu kurang tidur.


Tidak mau mengganggu, Axton lebih memilih untuk kembali ke kamarnya.


Axton mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Sera kalau acara kencan mereka batal di weekend ini karena dia beralasan mempunyai urusan mendadak.


Dan tentu pesan itu dibaca Sera keesokan harinya.


"Baguslah, aku merasa tidak enak badan hari ini," gumam Sera setelah membaca pesan dari Axton.


"Aku tidak boleh lemah!" Sera bangkit dan membasuh wajahnya di wastafel sambil bercermin dengan mata penuh dendam.


Hari itu, Sera mencari informasi mengenai Edgar Winter. Karena lelaki itu terkenal, Sera cukup mencarinya di internet dan muncul berbagai berita mengenai laki-laki pebisnis yang ternyata masih lajang itu.


Mungkin pamornya tak sepopuler Saka tapi lelaki itu tak kalah berpengaruh. Bisa dikatakan Edgar ada di bawah Saka. Pantas saja mereka tidak akur walaupun mempunyai kerajaan bisnis yang sama.

__ADS_1


Kalau Axton sebagai sumber informasi, Edgar adalah laki-laki yang bisa membuat Sera mempunyai kekuasaan dan bisa dipandang di dunia sosial.


Sera harus memiliki semua itu jika ingin melindungi Chris.


"Aku pasti bisa mendekati laki-laki ini," ucap Sera sambil memikirkan caranya.


Saat pesta debut Chris nanti, dia harus bisa datang bersama Edgar.


"Hobinya melihat pertandingan pacuan kuda." Sera langsung mencari jadwal pacuan kuda dan beruntung siang itu ada pertandingan. Pasti Edgar ada di sana.


Sera bersiap-siap untuk datang ke pertandingan itu, dia bersiap sambil mencari informasi mengenai jenis-jenis kuda dan lain sebagainya supaya dia tahu hobi orang-orang kaya.


Sebenarnya Sera harus tahu lebih banyak dunia sosial supaya dia bisa berbaur dengan mereka yang ada di atas sana.


Benar kata Saka, dia tidak mungkin bisa membesarkan Chris dengan hanya bermodal gaji yang hanya bisa membeli sepasang sepatu anak itu.


Sera harus lebih serakah supaya bisa mencapai tujuannya.

__ADS_1


"Lihatlah nanti Saka, suatu hari kita bisa berhadapan dan aku akan duduk di kursi yang mahal," batinnya penuh ambisi.


__ADS_2