Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 68 - Tidak Terduga


__ADS_3

Edgar tidak bisa tinggal diam setelah Sera menantangnya secara terbuka, secara langsung Sera menuduhnya.


Dan karena konferensi pers itu akhirnya muncul berita tandingan untuk mematahkan rumor yang beredar.


"Sialan kau, Sera!" Edgar rasanya ingin mencari Sera dan menyeretnya untuk bertekuk lutut di bawah kakinya.


Namun, jika Edgar melakukan itu pasti publik akan menuduhnya atas hilangnya Sera.


"Tidak bisa dibiarkan, cepat panggil tim kuasa hukum!" perintah Edgar.


Jalan satu-satunya adalah menuntut Sera atas tuduhan pencemaran nama baik dan berita hoax. Kasus itu begitu mendapat atensi dari publik jadi proses hukumnya pun berjalan dengan cepat.


Semua sepenuhnya sudah masuk dalam skenario Saka.


Karena hal itu pula, Chris untuk sementara tidak bersekolah. Anak itu ikut kemana pun Sera pergi, seperti sekarang saat Sera tengah mendatangi agen yang ditugaskan untuk mencari Saka.


"Kami sudah menyusuri lautan tapi tidak menemukan mayat yang mengambang," ucap salah satu agen.


"Dan ini sudah batas waktu masa pencarian jadi maafkan kami Nyonya, terpaksa pencarian dihentikan," sambungnya.


Walaupun rasanya ingin menangis dan berteriak, Sera hanya bisa menahannya.


"Suamiku pasti masih hidup, aku yakin itu," ucap Sera mencoba menghibur diri.


"Mommy..." Chris memeluk Sera sambil berdiri, tangannya melingkar diperut sang mommy.


Sera mengangkat tubuh Chris dan menggendongnya. "Kita temui Gustav, kita harus mengatur strategi untuk melawan Edgar!"

__ADS_1


Tidak mau berlarut dalam kesedihan, Sera lebih memilih untuk mempertahankan apa yang Saka perjuangkan selama ini.


Namun, hari itu Sera justru dijemput paksa oleh petugas polisi karena menjadi tersangka atas kasus pencemaran nama baik dan berita hoax yang dilaporkan oleh Edgar.


"Mommy..." Chris berlari mengejar mobil polisi yang membawa Sera. Kini dia sendirian.


Beruntung ada Axton yang menjaga anak itu.


"Semua akan baik-baik saja, okay. Kau adalah anak yang kuat." Axton mencoba menghibur Chris. Dia pun langsung mendatangi Gustav untuk membentuk tim hukum yang bisa membebaskan Sera dan membalik keadaan.


Sementara Sera ditahan di sel khusus jadi dia tidak bergabung dengan narapidana lain.


Edgar mendatangi Sera karena ingin bernegoisasi dengan perempuan itu.


"Lihatlah keadaanmu, Sayang?" tegur Edgar yang melihat Sera memakai baju tahanan.


Sera ingin menyerang Edgar tapi ditahan oleh para penjaga.


"Tenanglah, Sayang. Kita bisa bicara baik-baik," ucap Edgar.


Akhirnya Sera duduk berhadapan dengan Edgar, matanya terus menatap tajam ke arah lelaki itu.


"Apa kau sekarang puas?" tanya Sera.


Edgar terkekeh mendapat pertanyaan itu. "Manusia tidak akan pernah merasa puas, Sayang."


"Aku pikir, kau bukan manusia, Tuan Winter. Dan berhenti memanggilku sayang," protes Sera.

__ADS_1


"Aku berharap hubungan kita akan baik ke depannya tapi sayang sekali kalau jadi seperti ini. Jadi, aku akan memberimu penawaran menarik, kau pasti ingin bebas dan memeluk anakmu kembali, bukan?"


"Kau akan mendapatkan kebebasan jika kau menyerahkan kekuasaan Aldeguera padaku, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi," tawar Edgar.


Gelak tawa terdengar di ruangan itu, Sera menertawakan tawaran Edgar padanya.


"Kau pikir aku bodoh! Aku tidak percaya padamu, setelah mendapatkan semuanya kau pasti akan membunuhku!" balas Sera.


"Jadi, aku tetap memilih melawanmu dan memperlihatkan kebenaran pada publik," sambungnya.


"Kau pasti akan menyesal!" Edgar tersenyum miring mendapat penolakan dari Sera.


...***...


Proses sidang pun tiba, pihak Edgar terus memojokkan Sera dengan bukti-bukti yang mereka miliki. Bahkan Edgar pun menyuap jaksa untuk membuat hukuman Sera menjadi berat.


"Apa yang saya katakan bukan hoax, Yang Mulia. Saya mengatakan kebenaran mengenai Edgar Winter," ucap Sera pada hakim ketua saat persidangan.


Namun, Edgar terus menyerang Sera. Dia harus membuat perempuan itu menyerah.


"Kami mempunyai saksi dan bukti bahwa terdakwa tidak bersalah, Yang Mulia." Gustav melakukan perlawanan.


Pada saat itu, pintu ruangan persidangan terbuka dan ada beberapa orang yang datang sebagai saksi serta membawa bukti untuk membebaskan Sera dari segala dakwaan.


Semua yang melihat siapa yang datang tercengang, mereka membelalakkan mata dengan mulut terbuka termasuk Edgar sendiri.


"Sa... Saka?"

__ADS_1


Edgar memanggil nama lelaki itu dengan terbata apalagi ada 7 tetua yang berjalan di belakang Saka saat ini. Sungguh hal yang tidak terduga dan sulit dipercaya.


__ADS_2