
Flashback
Setelah terkena tembakan, Saka terjun bebas di lautan, di dalam sana sudah ada penyelam yang menunggu momen itu tiba.
Saat Saka jatuh ke dalam, penyelam itu segera mendekati Saka dan mencoba membantu lelaki itu untuk masuk ke kapal selam yang sebelumnya sudah disiapkan.
"Cepat!" ucap rekannya yang mengawasi dari dalam kapal selam.
"Apa kau buta, aku terus bergerak dari tadi," protes sang penyelam.
Saka yang mendengar samar perdebatan mereka hanya bisa memaklumi karena sudah terbiasa dengan perdebatan kedua saudara itu.
Mereka semua memakai chip yang bisa untuk berkomunikasi satu sama lain.
Kedua saudara itu bernama Don dan Dean, mereka adalah orang-orang bawah tanah yang bersekutu dengan Saka.
"Cepat buka rompi anti pelurunya!" Dean yang bertugas membawa Saka masuk segera memberi perintah pada saudaranya.
Don langsung membuka baju yang dikenakan Saka dan membuang rompi anti pelurunya yang lelaki itu kenakan.
__ADS_1
"Sepertinya rompi anti peluru yang kita buat berfungsi dengan baik," komentar Don yang melihat tubuh Saka tidak ada luka tembak. Hanya bagian lengan saja karena tidak ada pelindungnya.
Don memakaikan Saka oksigen untuk bisa bernafas dengan normal lagi.
Kemudian Dean membawa kapal selam naik ke permukaan di mana ada kapal pesiar di lautan yang menunggu mereka.
Saka diberi obat bius supaya lelaki itu bisa beristirahat selagi Don mengobati lukanya dan Dean membawa mereka naik ke kapal pesiar.
Di dalam kapal pesiar ada 7 tetua yang selama ini disembunyikan keberadaannya.
Hal ini sudah diprediksi oleh Saka, kalau Edgar pasti akan berkhianat dan membunuh 7 tetua. Saka sebelumnya berusaha mengingatkan tapi 7 tetua tidak percaya karena sudah termakan oleh omongan manis Edgar.
Selama bertahun-tahun, Saka merencanakan penjebakan ini supaya bisa mendapatkan kepercayaan 7 tetua.
"Maafkan kami, Tuan. Setelah ini kami akan menyerahkan semua kekuasaan kami supaya Aldeguera bisa berdiri sendiri tanpa bayang-bayang kami lagi. Ini sebagai bentuk balas budi kami," ucap salah satu tetua mewakili.
Kemenangan sudah di depan mata, setelah ini tidak ada lagi ancaman dan yang paling penting Saka tidak perlu berpura-pura lagi.
"Tunggu, Seraku! Aku pasti datang, tahanlah sebentar lagi!" batin Saka.
__ADS_1
...***...
"Sa... Saka?"
Edgar memanggil nama lelaki itu dengan terbata apalagi ada 7 tetua yang berjalan di belakang Saka saat ini. Sungguh hal yang tidak terduga dan sulit dipercaya.
"Kaget melihat kami masih hidup? Aku sudah memberimu kesempatan tapi kau memilih jalan seperti ini jadi..." Saka berjalan sambil membawa sebuah kotak yang berisi dokumen dan barang-barang bukti atas kejahatan Edgar selama ini.
"Ini semua lebih dari cukup untuk memvonis hukuman mati, Yang Mulia!"
Saka memberikan semua itu pada hakim ketua.
"Mohon bebaskan istri saya karena dia tidak bersalah!" pinta Saka.
"Tidak!!" Edgar berteriak karena Saka langsung memberi skakmat pada dirinya.
Dia ingin kabur namun tangannya diborgol oleh petugas bahkan kuasa hukumnya tidak ada yang membantu.
Berita hari ini menjadi berita terbesar sampai disiarkan ke berbagai media. Saka mendapatkan semua yang dia inginkan selama ini, nama baik keluarganya yang kembali bersih dan dukungan penuh.
__ADS_1
Saka melirik ke arah Sera seraya mengerlingkan matanya.
"Iblis itu memang licik," komentar Sera dalam hatinya. "Dan dia adalah suamiku!"