Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 24 - Serba Murah


__ADS_3

Sera menatap uang taruhan kuda yang didapatnya dengan mata berbinar. Dia mendapat uang itu secara cash jadi Sera segera menutup tasnya yang berisi beberapa tumpuk uang.


Kemudian dia mendatangi Edgar dengan senyuman cerah. Hari ini Sera begitu beruntung karena mendapat uang sekaligus laki-laki incarannya tanpa perlu bersusah payah.


"Ayo, Sayang. Aku traktir makan!" ajak Sera.


Edgar sedari tadi hanya memperhatikan Sera dari kejauhan, dia tidak peduli dengan gosip yang akan menimpanya nanti yang jelas dia menjadikan Sera kekasih pura-pura ada tujuannya.


"Kau mau mentraktirku makan apa, Sayang?" tanya Edgar.


Keduanya masih masuk dalam skenario kekasih pura-pura.


"Makanan yang pasti belum pernah dimakan orang kaya sepertimu," jawab Sera.


Karena penasaran Edgar mengikuti Sera, mereka memakai mobil yang berbeda. Mobil Edgar yang mentereng dan mewah mengikuti mobil Sera yang biasa saja.


Ternyata Sera membawanya ke restoran pinggiran yang ada di pinggir laut.


"Bibi..." panggil Sera pada pemilik restoran sederhana itu.


"Sera..." bibi pemilik restoran sangat mengenal suara perempuan itu. Sera selalu datang ketika merayakan sesuatu.

__ADS_1


Biasanya Sera akan datang sendirian saja tapi kali ini perempuan itu datang bersama seorang laki-laki.


"Apa dia kekasihmu?" tanyanya.


Sera hanya tersenyum saja kemudian meminta pesanan seperti biasanya. Dia kembali menemui Edgar yang tengah menunggu asistennya membersihkan kursi untuk lelaki itu duduki.


"Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Edgar yang merasa tidak nyaman datang ke restoran sederhana dengan perabotannya yang menurutnya tidak layak.


"Karena di sini tempat paling murah tapi makanannya enak," jawab Sera tanpa beban.


Akhirnya mereka duduk berdua dan bibi pemilik restoran datang dengan membawa bahan-bahan masakan. Ternyata di restoran itu pengunjung hanya membeli bahan dan masak sendiri dengan kompor yang disediakan.


"Sekarang aku tahu kenapa tempat ini murah," komentar Edgar yang melihat Sera mulai memasak dengan memasukkan bahan-bahan dan bumbu di panci.


Sera kemudian menuang sejenis arak di gelas dan memberikannya pada Edgar.


"Apa minuman ini juga murah?" tanya Edgar ragu.


"Tentu saja tapi rasanya akan nikmat kalau kita minumnya sambil makan," jelas Sera.


Untuk kali ini, Edgar menuruti saja apa kata Sera untuk memakan masakan dan minuman murah. Dan memang benar kata Sera saat dia mengunyah hasil masakan perempuan itu rasanya begitu berbeda apalagi dibarengi dengan minuman murahnya.

__ADS_1


Edgar sampai memejamkan matanya, baru pertama kali dia merasakan makanan murah dan rasanya tidak buruk.


"Apa kau menyukainya, Sayang?" goda Sera.


"Ehem!" Edgar berdehem dan berusaha biasa saja. "Lumayan," tanggapnya.


"Dari ekspresimu aku bisa melihat semuanya," ucap Sera dengan kekehan.


Edgar menaikkan kedua alisnya, dia tidak menyangka akan menghabiskan waktu dengan perempuan kuda poni itu sekarang. Bahkan mereka belum berkenalan sedari tadi.


"Jadi, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau datang ke pertandingan pacuan kuda?" tanya Edgar kemudian.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau tiba-tiba mendekatiku dan membuat seolah kita mempunyai hubungan?" tanya Sera balik.


"Kau jawab dulu, baru aku akan menjawabnya," sahut Edgar.


"Baiklah, kalau begitu aku duluan. Jadi, aku sedang mencoba peruntungan karena tabunganku habis, aku menghabiskan semua tabunganku untuk membeli tiket VIP dan bertaruh dengan kuda poni karena harganya paling murah. Aku tidak menyangka kuda poni itu bisa masuk sepuluh besar jadi aku bertindak memalukan seperti sebelumnya," jelas Sera memberi alasan.


Jika mengingat tingkahnya beberapa jam yang lalu, Sera malu sekali. Dia menegak minumannya supaya mengurangi rasa malunya itu.


"Lalu kenapa kau tiba-tiba mendatangi aku?" tanya Sera seraya menatap Edgar meminta penjelasan.

__ADS_1


Lelaki itu adalah orang yang menuntut Saka untuk mempunyai pewaris jadi Sera harus tahu apa motif Edgar Winter.


__ADS_2