
Bulan madu adalah perjalanan biasanya dilakukan oleh pasangan yang baru saja menikah untuk merayakan pernikahan mereka. Namun berbeda bulan madu yang dilakukan oleh Saka dan Sera.
Mereka membawa Chris karena ingin mengajak anak itu liburan keluarga. Hal yang paling diinginkan selama ini.
"Wah, ada kerang," Chris menunduk dan mengambil kerang yang dilihatnya.
Chris berkelakuan seperti anak normal lainnya, bukan Chris yang selalu menjaga pelajaran etiketnya.
Saat ini anak itu tengah berjalan-jalan di pinggir pantai bersama kedua orang tuanya. Kakinya bertelanjang bebas dan berjalan ke sana kemari.
Pantai itu dekat dengan penginapan yang mereka tempati. Jadi, hanya perlu jalan-jalan beberapa menit saja.
"Lihatlah, Mom." Chris mendatangi Sera kemudian mengusap perut rata sang mommy. "Kakak mempunyai kerang. Cepatlah keluar supaya kita bisa main bersama!"
Sera terkekeh mendengar itu. Chris sepertinya akan menyayangi adiknya.
"Tunggu sebentar lagi, Kakak," tanggap Sera. Dia seolah mewakili bayi yang dia kandung.
Chris mencium perut sang mommy kemudian kembali berlari untuk bermain ombak di pantai.
__ADS_1
"Bukankah Chris terlihat banyak tertawa daripada dulu?" tanya Sera.
Merasa pertanyaan itu ditujukan padanya, Saka merangkul Sera dari belakang.
"Hm, kita harus menebus semua yang anak itu lewatkan," balas Saka.
Setelah berkata seperti itu, Saka melepas rangkulannya dan mendekati Chris. Lelaki itu menggendong Chris di pundaknya dan membawanya berlari bermain ombak.
Chris tertawa lebar di sana yang membuat Sera merasa terharu. Akhirnya, Sera menyusul dan mereka bermain bertiga.
Waktu siang hari sampai sore, waktu Saka dan Sera mencurahkan kasih sayang mereka. Dan ketika malam hari, mereka akan berbulan madu sesungguhnya.
Apalagi semenjak hamil, gairah Sera begitu meningkat.
Sepertinya, hidung Sera mulai kembali normal ketika memasuki trimester kedua.
Saka yang berada di kamar mandi keluar dan mendapati Sera yang menunggunya di atas ranjang.
"Kemarilah, Sayang. Aku menunggumu..." Sera menggigit jari telunjuknya berniat menggoda. Tubuhnya sudah polos dengan selimut yang menutupi area perutnya saja.
__ADS_1
Saka menelan ludahnya susah payah, dia mendekat dan merangkak naik ke atas ranjang. Tanpa banyak kata, lelaki itu mencium istrinya.
"Eugh!" Sera melenguh karena Saka menjelajahi setiap jengkal bagian tubuhnya menggunakan bibir. "Sepertinya bau bawangnya menghilang dan..."
Sera mencium aroma yang berbeda, aroma gairah yang membara.
Di kamar itu, dua anak manusia saling menyatu penuh kenikmatan. Aroma percintaan mereka membuat masuk kepayang. Yang ada hanya deru nafas Saka dan Sera, tenggelam dalam kenikmatan. Percintaan mereka begitu menggebu-gebu.
Walaupun begitu, Saka tetap memikirkan bayinya. Padahal dia masih belum cukup puas tapi lelaki itu melepaskan istrinya untuk istirahat.
"Istirahatlah," Saka mengecup kening Sera dengan lembut.
Sementara Sera sendiri tidak merespon karena dia sudah lelah, bersuara pun tidak mampu lagi.
Hal itu berlangsung beberapa hari, mereka benar-benar melakukan liburan keluarga dan bulan madu tanpa memikirkan urusan lain.
"Setelah kembali, mungkin aku akan sedikit sibuk," ungkap Saka.
"Aku mengerti tapi berjanjilah saat melahirkan nanti kau akan selalu di sisiku," pinta Sera.
__ADS_1
Saka mengecup telapak tangan istrinya. "Aku berjanji dan kali ini kita rawat bersama-sama."
"Aku sudah tidak sabar," Sera mengusap perutnya. Dia ingin merasakan mengurus bayi dan menyusuinya.