Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 31 - Menagih Janji


__ADS_3

Membuang rasa malunya, Sera melakukan aktifitas seperti biasanya. Dia harus tetap profesional demi tujuannya yang sudah tercium oleh Saka.


"Kita lihat siapa yang akan bertahan?" gumam Sera.


Pada saat itu dia tengah memasak untuk Sera bawa ke mansion Aldeguera.


Seperti biasa setelah selesai barulah Sera membersihkan diri untuk melakukan pekerjaannya.


Di dalam kamar mandi, Sera melihat pantulan bayangannya di cermin. Buah dadanya ada beberapa jejak tanda merah, Sera kesal. Bukan kesal pada Saka tapi pada dirinya sendiri.


"Aku perlu belajar bela diri," batinnya.


Hari itu, Sera datang lebih awal karena Chris belum pulang sekolah. Jadi, perempuan itu menunggu kedatangan Chris di taman mansion.


Tanpa Sera duga, Ruby yang biasanya acuh mendatanginya hari itu.


"Nyonya Ruby..." Sera langsung berdiri dan menunduk hormat pada perempuan itu.


Ruby memicingkan matanya ketika melihat Sera, dia duduk dengan angkuh di depan Sera.


"Apa kau benar kekasih Edgar?" tanya Ruby to the point.


"Ya begitulah, kami memang sepasang kekasih," jawab Sera.

__ADS_1


"Tidak masuk akal, seorang Edgar tidak mungkin mau berhubungan dengan perempuan berstatus rendah. Maaf Miss Sera, aku tidak bermaksud menghinamu," ucap Ruby.


Walaupun sudah minta maaf tapi tetap saja Ruby merendahkan status Sera.


"Mungkin dia melihat sesuatu dalam diri saya yang tidak bisa dilihat oleh orang yang berhati serakah," sahut Sera yang membuat Ruby semakin kesal.


"Lantas kenapa Edgar membiarkan kekasihnya bekerja dengan gaji yang tidak seberapa?" Ruby terus mencecar Sera.


"Karena kekasih saya menghargai pekerjaan saya," jawab Sera lagi.


Ruby masih merasa tidak yakin, rasanya tidak mungkin Edgar berhubungan dengan Sera.


Bersamaan dengan itu, Chris datang dan memotong pembicaraan mereka.


Sera mendatangi Chris di kamarnya seraya memberikan hasil masakannya.


"Hari ini saya memasak lagi untuk Tuan Muda," ucap Sera.


Chris membuka kotak makanan yang diberikan Sera karena ingin melihat isinya. Mata anak itu berbinar ketika melihat sushi dan beberapa jenis makanan lainnya.


"Apa Tuan Muda suka sushi? Isinya ikan salmon, itu baik untuk daya ingat kita," jelas Sera.


"Aku menyukainya. Terima kasih, Miss Sera," ucap Chris seraya mengambil satu sushi berisi ikan salmon itu.

__ADS_1


Saat Chris akan memasukkan ke mulutnya, pintu kamar anak itu terbuka, rupanya Ruby datang karena masih ingin mengganggu Sera.


"Apa-apaan ini?" teriak Ruby. Dia merebut sushi dari tangan Chris kemudian melemparnya ke lantai.


Bukan hanya itu, kotak makan pemberian Sera juga dia banting.


"Tugasmu mengajar bukan memberi makan anakku! Chris tidak memakan masakan sampah seperti ini, kau merendahkan keluarga kami!" Ruby berkata dengan begitu arogan.


Rasanya Sera ingin melawan tapi kalau dia lawan sekarang, Ruby pasti akan memecatnya. Dia tidak akan bisa dekat dengan Chris lagi.


"Maafkan saya, Nyonya. Saya tidak akan lancang lagi." Sera akhirnya meminta maaf supaya masalahnya tidak diperpanjang.


"Bereskan semua kekacauan ini, setelah itu pergi dari sini!" seru Ruby dengan menarik tangan Chris untuk keluar kamar.


"Miss Sera..." Chris memanggil Sera, dari wajah anak itu seperti meminta tolong.


Sialnya Sera tidak bisa berbuat banyak, Sera mengepalkan kedua tangannya. Dia harus melakukan pergerakan.


Sera mencoba menghubungi Edgar saat itu juga.


"Hai, sayang," jawab Edgar. "Apa kau merindukan aku?"


"Aku ingin menagih janjimu, Mr. Winter," ucap Sera tanpa mau basa basi.

__ADS_1


__ADS_2