Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 65 - Sang Nyonya


__ADS_3

Melihat Chris melompat ke mobil Saka membuat anak buah Edgar mengeluarkan senjata. Kalau Sera nekat melompat seperti Chris pasti akan terkena tembakan mereka.


"Keluar dari jalanan kota, Jois!" perintah Saka.


Saka menjauhi mobil Jois dan berusaha membuat semua mengejar mobilnya. Dan sepertinya usaha Saka berhasil karena kini anak buah Edgar dan polisi mengincar mobil yang dia kendarai.


Hal itu dimanfaatkan Jois untuk berhenti dan keluar dari mobil, mereka harus ganti mobil. Jois menghubungi bodyguard Saka dan meminta untuk dijemput setelah mengirim titik lokasi.


"Aku harus mengejar mobil Saka!" protes Sera yang mengkhawatirkan keadaan Chris.


"Tenang, Nona. Kita pasti akan menyusul, tuan Saka," Jois mencoba menenangkan Sera. Semoga saja semua berjalan sesuai rencana.


Sementara Chris sendiri kembali merasa gugup karena dia harus dikejar lagi oleh anak buah Edgar.


Anak itu duduk di kursi penumpang depan, tidak ada percakapan karena Saka fokus menyetir mobil dan keluar dari jalur kota. Dia memilih jalur pegunungan di mana tidak ada pagar pembatas. Di samping jalanan adalah tebing dan di bawahnya adalah lautan.


"Dad..." Chris jadi takut karena Saka memilih jalan pegunungan.


Saka menoleh ke arah Chris sebentar kemudian tersenyum samar karena melihat anaknya yang tetap percaya padanya. Ini adalah hal terakhir yang bisa dia lakukan setelah konflik tidak bertepi di antara para penguasa.


"Tutup mata dan telingamu, Chris!" pinta Saka kemudian.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Chris bingung. Dia jadi berpikiran macam-macam. "Apa yang akan daddy lakukan?"


"Jangan berpura-pura lagi, Dad," pintanya.


Namun, Saka tetap meminta Chris untuk menutup matanya memakai kain dan menggunakan earphone di telinga anak itu supaya Chris tidak bisa melihat dan mendengar apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Jadilah anak penurut dan jaga mommy mu, kalian harus aman," ucap Saka seraya memasang earphone di telinga Chris.


Sebenarnya dia ingin menolak tapi Chris lebih memilih untuk menuruti kata sang daddy.


Kemudian Saka menghentikan mobilnya di sisi jalan yang bertebing. Mobil anak buah Edgar langsung mengepungnya.


Saka keluar dari mobil dan anak buah Edgar langsung menodongkan senjata pada lelaki itu.


Edgar yang mengamati semua dari kamera yang terpasang di mobil anak buahnya memerintahkan mereka untuk menembak.


Bersamaan dengan itu, Sera yang menyusul melihat itu dari kejauhan.


Peluru demi peluru melesat ke dada Saka yang membuat lelaki itu terhuyung ke belakang. Saka terjun dari atas tebing ke laut yang ada di bawah.


"Tidak!!" Sera berteriak histeris, dia meminta Jois untuk berhenti.

__ADS_1


Sera keluar dari mobil dan berlari karena ingin melihat Saka di bawah sana. Tapi sejauh mata memandang hanya ada air lautan.


"Saka..." panggil Sera dengan jeritan penuh ironi.


Anak buah Edgar ingin menghabisi perempuan itu sekalian tapi dihentikan oleh para polisi yang baru sampai di lokasi.


Mereka semua diamankan termasuk Sera dan Chris.


Di kantor polisi, Sera hanya terdiam di kursi sambil memeluk Chris. Dia memikirkan keadaan Saka yang jatuh ke lautan, apa lelaki itu sudah mati?


Polisi sudah bergerak untuk melakukan pencarian jadi mereka menunggu hasilnya.


"Jadi, kalian berinisiatif sendiri untuk menembak?" cecar polisi pada anak buah Edgar.


Untuk membebaskan bos mereka dari kasus pembunuhan berencana, mereka mengaku kalau itu adalah inisiatif mereka sendiri.


Tapi, polisi akan tetap mengusutnya.


Tak lama Axton datang ke kantor polisi untuk menjadi penjamin Sera dan Chris. Lelaki itu datang dengan tim kuasa hukum dari keluarga Aldeguera.


Axton mendatangi Sera dan Chris yang masih syok dengan keadaan.

__ADS_1


"Axton?" Sera memanggil nama lelaki itu ketika Axton berjalan ke arahnya.


Axton berhenti dan menunduk hormat pada Sera. "Saya datang untuk menjemput anda, Nyonya Aldeguera!"


__ADS_2