Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 35 - Memaksa


__ADS_3

"Ini kunci mobil anda yang baru, Nona," ucap Steve yang sebelumnya diperintahkan Edgar untuk mengantar mobil baru pada Sera.


Sera menerima kunci mobil itu kemudian menatap mobil sport keluaran terbaru yang dibelikan Edgar untuknya.


"Kalian para orang kaya membeli mobil seperti membeli jajanan di pinggir jalan. Tapi, aku menyukainya," komentar Sera.


"Anda juga mendapat undangan minum teh dari Lady Rose," tambah Steve.


Tentu itu semua Edgar yang mengaturnya supaya Sera masuk ke dunia sosial dan mempunyai nama di kalangan atas.


"Baiklah, aku akan datang," sahut Sera. Perempuan itu mengambil kaca mata hitam dari dalam tas dan memakainya. "Sampaikan pada sayangku kalau aku akan menemuinya setelah selesai bekerja!"


"Baik, Nona." Steve sedikit membungkuk hormat, walau bagaimanapun status Sera adalah kekasih dari majikannya.


Sera meninggalkan Steve dan mencoba mobil barunya, memang harga tidak bisa berbohong, rasanya sangat jauh berbeda dari pada mobil bututnya.


"Aku suka kekuatan uang," gumam Sera seraya menginjak pedal gas lebih kencang lagi.


Sera membawa mobil itu pergi ke mansion Aldeguera. Semua pelayan sampai mengira jika Sera adalah orang lain.


"Miss Sera..." tegur salah satu pelayan yang keheranan.


"Ini semua pemberian kekasihku," ucap Sera sebelum ditanya macam-macam. Memang penampilan Sera juga berbeda drastis karena Sera lebih kelihatan mentereng.

__ADS_1


Perempuan itu menunggu Chris dengan tenang di ruang tamu, mansion itu terlihat sepi hari ini. Selain nyonya rumah tidak ada, Saka memang meminta untuk tidak adanya keributan.


Beberapa menit kemudian, Chris datang dari sekolah. Anak itu berlari masuk ke dalam mansion untuk melihat Saka.


"Tuan Muda..." panggil Sera ketika melihat anak itu berlari.


Chris berhenti sejenak kemudian memutar arah untuk menarik tangan Sera supaya ikut dengannya.


"Daddy sakit jadi aku mau melihatnya dulu, Miss Sera," ucap Chris sambil menarik tangan Sera.


Sera ingin menolak tapi Chris terus memaksanya untuk masuk ke kamar Saka, kamar yang tidak boleh dimasuki sembarangan.


"Uncle Jois, buka pintunya!" pinta Chris saat melihat asisten sang daddy masih setia menunggu di depan pintu.


Jois pun membuka pintu dan membiarkan Chris masuk ke dalam kamar.


"Daddy..." panggil Chris saat masuk. Anak itu melihat Saka tengah bersender di atas kasur dengan mata terpejam.


Mendengar suara Chris, lelaki itu langsung membuka matanya. Saka melihat Chris berlari ke arahnya namun atensinya justru tertuju pada sosok yang ada di belakang anaknya.


Mata Sera dan Saka saling bertemu tapi Sera buru-buru memalingkan wajahnya karena melihat Saka yang bertelanjang dada.


"Daddy, masih sakit?" tanya Chris perhatian.

__ADS_1


Saka tersenyum tipis karena anak itu tampak khawatir padanya. "Hanya demam, daddy tidak akan mati!"


"Kau baru pulang sekolah? Gantilah baju dan makan dulu!"


Kemudian Saka memanggil Jois untuk membawa Chris keluar dari kamarnya.


"Ayo, Tuan Muda!" Sera juga ingin ikut keluar dari sana.


Namun, Saka menahan perempuan itu.


"Ada yang ingin aku bicarakan Miss Sera," ucap Saka.


Sera memejamkan matanya karena dia tidak mau bersinggungan dengan Saka apalagi di situasi seperti sekarang. Tapi, dia tidak kuasa menolak.


Saat pintu tertutup, perempuan itu membalik badannya dan menatap Saka dengan kesal.


"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan, aku akan keluar dan melakukan pekerjaanku!" tegas Sera.


"Kalau begitu, aku memecatmu saat ini juga," balas Saka.


"Apa? Kau tidak bisa memecatku karena aku bekerja untuk Ruby!" tolak Sera.


"Kau pikir uang Ruby itu dari mana?" Saka tetap tidak mau kalah. "Mendekatlah jika ingin tetap menjadi guru pembimbing Chris!"

__ADS_1


__ADS_2