
"Mommy tidur denganku?" tanya Chris bingung.
Sera mengangguk sambil mengusap perutnya. "Sepertinya bayinya ingin bersama kakaknya."
"Kalau begitu, aku akan membacakan dongeng untuk adik, Mom," Chris tampak antusias.
Sekarang anak itu banyak mempunyai buku dongeng. Chris memilih satu satu dan membacakan dongeng sampai Sera tertidur.
Chris mengecup perut Sera lalu menaikkan selimut untuk menutupi tubuh sang mommy.
"Apa mommy sudah tidur?" tanya Saka tiba-tiba.
Rupanya sedari tadi Saka mengintip istri dan anaknya dan menunggu mereka tertidur.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Chris.
"Tidak apa-apa, sekarang tidurlah! Biar daddy angkat mommy ke kamar," Saka perlahan mengangkat tubuh Sera dan menggendongnya keluar dari kamar Chris.
Saka hati-hati saat menggendong karena membawa dua nyawa di tangannya.
Pada saat itu, Bibi An lewat dan segera membantu Saka untuk membuka pintu kamar majikannya.
"Terima kasih," ucap Saka.
Gerakan demi gerakan justru membangunkan Sera dari tidurnya. Ketika dia membuka mata, langsung beradu dengan mata Saka.
"Kau bangun, Sayang?" tanya Saka.
"Maafkan aku," Saka membaringkan tubuh Sera ke atas kasur dengan perlahan. "Tidurlah lagi!"
Melihat perhatian Saka membuat amarah Sera memudar, dia terlalu kekanak-kanakan padahal jelas-jelas Saka melakukan apapun hanya untuk dirinya.
__ADS_1
"Peluk," pinta Sera.
Saka pun ikut berbaring dan menarik Sera dipelukannya.
"Jadi, kau ingin aku bersikap romantis, hem?" tanya Saka.
"Besok, saat jam makan siang, Jois akan menjemputmu ke perusahaan," sambungnya.
Sera tidak bertanya untuk apa karena Saka pasti tidak akan menjawabnya jadi perempuan itu menunggu hari esok tiba.
Dan benar saja saat jam makan siang, Jois menjemput sang nyonya untuk dibawa ke perusahaan.
Ketika sampai, semua staff menunduk hormat pada Sera. Sebenarnya perempuan itu merasa tidak nyaman.
"Tuan Saka ada di rooftop perusahaan, Nyonya," ucap Jois seraya memencet tombol lift. Dia memilih lantai paling atas di mana Saka berada.
Ternyata di rooftop, Saka menunggu dengan sebuah helikopter di sana.
"Saka..." panggil Sera dengan wajah bingung.
"Masuklah!"
Dengan ragu Sera masuk ke dalam helikopter, ini adalah pengalaman pertamanya. Dan yang paling mengejutkan Saka sendiri yang menjadi pilotnya.
"Kau bisa mengendarai helikopter?" tanya Sera.
"Aku sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan ini aman," balas Saka tanpa menjawab pertanyaan Sera sebelumnya.
Saka mengendarai helikopter itu dan membawa Sera berkeliling melihat pemandangan kota dari atas. Memang romantis ala Saka berbeda pada umumnya.
Walaupun begitu, Sera menyukainya. Untuk kedepannya dia tidak akan menuntut lebih lagi.
__ADS_1
Saka melihat ekspresi Sera yang tampak kesenangan tapi dia tidak boleh lama-lama karena kondisi istrinya yang berbadan dua.
Setelah Sera melahirkan nanti, pasti dia akan banyak memberi perhatian yang romantis. Sesuai keinginan Sera selama ini yang pasti dia akan berusaha lebih peka.
Sera merasa menjadi wanita yang beruntung di dunia karena Saka selalu menepati janjinya.
Ketika proses persalinan pun, lelaki itu begitu setia berasa di samping Sera. Saka tidak henti-hentinya mencium istrinya dan tidak melepas genggaman tangannya.
Hal itu memberi kekuatan tersendiri bagi Sera.
"Ayo Nyonya, dorong!"
Dokter meminta Sera untuk mengejan karena kepala bayi sudah terlihat.
Rasanya Saka ingin menggantikan posisi Sera tapi tidak mungkin, yang bisa dia lakukan hanya berada di sisi istrinya sampai akhir.
Sera mengerahkan seluruh tenaganya sampai akhirnya terdengar suara tangisan bayi di ruangan bersalin itu.
"Kau hebat, Sayang," Saka mengecup bibir istrinya. "I love you!"
"Ish, aku ingin mendengar kalimat itu lagi nanti," balas Sera. Jarang-jarang Saka mengungkapkan cinta padanya.
Saat ini dia masih lemah dan masih memulihkan tenaganya.
"Bayinya perempuan, Tuan," ucap dokter seraya memberikan bayi yang sudah dibersihkan pada Saka.
Bersamaan dengan itu, Chris masuk karena ingin melihat adiknya.
"Aku mau lihat, Daddy," pinta Chris.
Saka menurunkan gendongannya supaya Chris bisa melihat rupa adiknya.
__ADS_1
"Hai, ini kakak," ucap Chris seraya menoel pipi bayi itu. "Siapa namanya, Dad?"
"Crystal Aldeguera," jawab Saka.