
Chris mengerutkan keningnya mendapat pertanyaan seperti itu dari Sera. Walaupun Ruby selalu bersikap tidak baik tapi bagi Chris, Ruby tetap ibu kandungnya.
Anak itu justru berpikir kalau Ruby bersikap seperti itu untuk menarik perhatian Saka.
Maka dari itu, Chris tidak pernah melapor macam-macam pada Saka tentang Ruby. Dari bayi sudah ditanamkan ke otaknya kalau Ruby adalah ibunya jadi saat Sera memberi pertanyaan seperti itu, Chris tidak suka.
"Kenapa miss Sera ingin jadi ibuku?" Chris bertanya balik.
Sepertinya Sera memang terlalu tergesa-gesa, dia tidak bisa menahan diri karena ingin dipanggil mommy oleh Chris.
"Lupakan saja, Tuan Muda. Kita kembali ke pembahasan mencari teman," ucap Sera mengalihkan pembicaraan.
Sera harus memikirkan cara memberitahu kebenaran pada Chris, dia harus memikirkan perasaan anak itu supaya tidak terluka.
Selanjutnya, Sera menjelaskan pada Chris untuk mendekati temannya di sekolah supaya anak itu mempunyai teman.
Sampai Chris mencatat apa-apa saja yang harus dia lakukan.
"Apa cara ini akan berhasil?" tanya Chris.
"Tentu saja," jawab Sera percaya diri.
__ADS_1
Chris mengangguk dia akan mempercayai Sera, sebelum sesi belajar mereka selesai Chris tiba-tiba memeluk perempuan itu.
"Sampai bertemu lagi, Miss Sera," ucap Chris tulus. Di alam bawah sadar Chris sebenarnya anak itu menginginkan Sera tapi Chris ditampar dengan kenyataan yang ada.
Sera membalas pelukan anaknya, dia tidak boleh tergesa-gesa atau Chris akan terluka. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Chris saat tahu jika anak itu ada di dunia ini karena sebuah persyaratan.
Tidak, Sera tidak akan membiarkan Chris berpikir seperti itu.
"Kalau begitu, saya permisi, Tuan Muda," ucap Sera dengan berat hati.
...***...
Di sisi lain, Ruby menunggu mata-mata yang dibayarnya di sebuah restoran. Restoran yang mempunyai ruangan pribadi, biasanya tempat itu digunakan untuk melakukan pertemuan bisnis.
Tak lama yang ditunggu datang juga, mata-mata itu membawa seorang wanita paruh baya.
"Akhirnya kau datang juga," sambut Ruby dengan angkuh.
"Ini namanya bibi An," ucap mata-mata itu.
Bibi An tersenyum dan menunduk hormat pada Ruby. Semua yang dia lakukan sesuai instruksi dari Saka.
__ADS_1
"Duduklah dulu!" Ruby mempersilahkan mereka duduk dan tak lama beberapa menu makanan datang.
Ruby tidak makan, dia hanya memperhatikan mata-mata bayarannya dan Bibi An yang menikmati hidangan.
Setelah mereka selesai, barulah Ruby meminta informasi mengenai ibu kandung Chris.
"Jadi, perempuan itu di mana sekarang?" tanya Ruby.
"Untuk itu, saya tidak tahu, Nyonya. Karena setelah melahirkan, tuan Saka langsung membawanya pergi dari villa," jawab Bibi An.
"Kalau begitu jelaskan siapa namanya, berapa umurnya, supaya aku bisa mencarinya," pinta Ruby. Dia sudah tidak sabar lagi.
"Namanya Sera, dia hanya gadis biasa saja. Tuan Saka menghabiskan waktu dengan nona Sera sampai gadis itu hamil," jelas Bibi An.
Mata Ruby terbelalak karena mendengar nama Sera, dia jadi teringat guru pembimbing Chris.
Sialnya, dia tidak memiliki potret Sera jadi terpaksa Ruby harus membawa Bibi An pulang bersamanya.
Ruby harus memastikan apakah Sera yang dimaksud adalah Sera yang sama? Kalau benar, artinya dia ditipu oleh perempuan itu.
"Bibi An, kau harus ikut bersamaku untuk memastikan sesuatu," ucap Ruby kemudian.
__ADS_1
"Baiklah, Nyonya," sahut Bibi An. Semua sudah berjalan sesuai rencana Saka.