Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 21 - About Sera


__ADS_3

Axton terbangun karena bel apartemennya berbunyi, lelaki itu melenguh dan turun dari ranjang kamarnya untuk membuka pintu.


"Siapa yang mengganggu jam segini?" gumamnya seraya melirik ke arah jam yang pada saat itu masih menunjukkan dini hari.


Axton menyalakan interkom untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Saka sudah berdiri di depan unit apartemennya dengan wajah tidak ramah.


"Saka?" Axton mengucek matanya. Rasanya tidak percaya lelaki itu berkunjung.


Selama mereka berteman, Saka sama sekali tidak pernah berkunjung ke apartemennya. Axton pun segera membuka pintu supaya Saka bisa masuk.


"Aku tahu ini kunjungan pertamanya tapi tidak jam segini juga," gerutu Axton.


Saat pintu terbuka, Axton mempersilahkan masuk.


"Apa kau tahu konsep bertamu di rumah orang?" tanya Axton yang mengikuti langkah kaki Saka.


Saka enggan menanggapi, lelaki itu duduk di sofa ruang tamu sambil menatap Axton dengan galak.


"Kau itu kenapa?" tanya Axton karena ditatap seperti itu. "Aku akan mengambil minum!"


Walaupun tidak tahu apa yang terjadi, Axton bersikap biasa saja. Dia mengambil stok anggurnya karena tahu jika Saka adalah pecandu alkohol.

__ADS_1


"Lebih baik minum dulu!" Axton menuangkan anggur di gelas dan memberikannya pada Saka. Namun, Saka justru menangkis gelas itu sampai jatuh dan pecah berserakan di lantai.


"Hei!" seru Axton jadi gusar.


Saka melipat kedua tangannya seolah merasa tidak bersalah dengan perbuatannya. "Aku tidak butuh itu sekarang karena aku ingin bicara padamu secara sadar!"


"Apa saja yang kau katakan pada Sera?"


Axton mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Maksudnya Seraku?" tanyanya.


"Jangan pernah memanggilnya 'Seraku' lagi!" ucap Saka penuh penekanan.


"Memangnya kenapa? Apa kau mengenal Seraku?" tanya Axton yang masih tidak paham.


"Seramu?" Axton benar-benar tidak mengerti maksud Saka, lelaki itu sampai menggaruk-garuk kepalanya sendiri. "Apa kita membicarakan Sera yang sama?"


"Seraku, Seramu dan Seranya Chris, mereka orang yang sama," jawab Saka.


"Apa?" Axton rasanya tidak percaya. "Kenapa bisa begitu kebetulan dan tunggu..."


"Sejak kapan kau punya Sera?"

__ADS_1


Saka memalingkan wajahnya sebelum menjawab. "Sebelum adanya Chris!"


"Woah, ternyata seorang Saka Aldeguera adalah suami suka selingkuh," komentar Axton.


"Diamlah, ini bukan urusanmu. Aku hanya menekankan jangan sampai kau terjebak dengan perasaan sesaatmu itu. Dan hapus Sera dari daftar calon istrimu!" perintah Saka.


Axton masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Lelaki itu menuang anggur di gelasnya kemudian meminumnya sambil memikirkan perkataan Saka.


Rasanya tidak mungkin Saka berbohong tapi dia benar-benar tidak mengerti kenapa temannya itu mengklaim Seranya.


"Kau mungkin bisa menjelaskan padaku supaya aku mengerti," ucap Axton menuntut penjelasan.


"Tidak punya pilihan, aku sepertinya memang harus memberitahumu tentang ini tapi sebelum itu kau harus mengingat sesuatu..."


Saka mencondongkan tubuhnya supaya bisa menatap Axton lebih lekat. "Semua yang ada di hidupku punya tujuan tersendiri bahkan yang ada di mansionku, semua harus sesuai dengan keinginanku. Di mulai dari perabotan rumah serta orang yang datang dan pergi termasuk kau yang ku biarkan tetap dekat denganku."


"Aku tidak menyangka Sera akan datang secepat ini," tambahnya.


"Sebenarnya apa hubunganmu dengan Sera?" tanya Axton sambil minum lagi karena jujur saja dia gugup sekarang. Saka seolah mengintimidasi dirinya.


"Sera adalah ibu kandung Chris," jawab Saka.

__ADS_1


"Buh!" Axton langsung menyemburkan minumnya karena kaget. "Apa!?"


__ADS_2