
Setelah acara perkenalan, Chris kemudian dibawa Saka untuk bertemu dengan semua jajaran dewan direksi termasuk Edgar.
Chris mengamati lelaki itu dengan mata tajam.
"Tuan Muda, kenapa anda menatap saya seperti itu?" tanya Edgar yang sadar akan tatapan Chris padanya.
Alih-alih menjawab, Chris justru membuang wajahnya.
"Jangan mengganggunya!" ucap Saka penuh penekanan.
Edgar tersenyum smirk. "Baiklah kalau begitu, saya akan menemui kekasih saya!"
"Bagaimana kalau kita melakukan pesta dansa?"
Kemudian Edgar menjauh untuk mencari Sera berada.
"Sayang..." panggil Edgar yang mendatangi Sera. Perempuan itu bersama para lady setelah berbicara pada Axton sebelumnya.
Melihat ada Ruby di sana, Edgar sengaja mengecup telapak tangan Sera.
"Ayo kita berdansa!" ajaknya.
"Memangnya ada pesta dansa?" tanya Sera.
"Walaupun tidak ada, kita harus berdansa," ucap Edgar yang membimbing kekasihnya menuju aula utama.
__ADS_1
Ruby memutar bola matanya malas, tidak mau kalah, dia mendatangi Saka untuk mengajak suaminya berdansa.
"Kita kan tuan dan nyonya acara seharusnya kita berdansa juga," ucap Ruby.
Entah ada angin apa, Saka menerima permintaan Ruby itu.
Saat Saka dan Ruby menuju aula utama, pasangan lain yang juga ada di acara itu ikut berdansa.
Alunan musik romantis terdengar di pesta debut itu, Chris justru mencari kesempatan untuk bertemu dengan Axton karena ingin menanyakan sesuatu.
"Kau siap, Sayang?" tanya Edgar sambil merangkul pinggang kurus Sera.
"Kapan kau akan melakukannya?" Sera bertanya balik.
Sera mengalungkan kedua tangannya di leher Edgar, sudah tidak ada jalan untuk lari lagi. Setelah ini, dia harus mencari Chris untuk menjelaskan semua pada anak itu.
Beberapa menit berlalu, waktunya bertukar pasangan dansa.
Saat memutar pasangan dansa, Sera tidak sadar sudah jatuh dipelukan Saka. Dan Ruby berada bersama Edgar sekarang.
"Sudah lama sekali kita tidak sedekat ini," ucap Ruby.
Edgar tersenyum sinis. "Tertawalah selagi kau bisa tertawa karena keadaan akan berbanding terbalik setelah ini!"
"Apa rencanamu, hem? Kau pikir Saka akan tinggal diam. Lihatlah mereka!" Ruby meminta Edgar mengikuti arah pandangnya di mana Saka dan Sera berdansa bersama.
__ADS_1
Sera merasa tidak nyaman, dia ingin menjauh tapi Saka menahannya.
"Bukankah ini seperti masa lalu, Sera?" tanya Saka.
"Aku bukanlah gadis polos yang bisa kau bodohi seperti dulu, Saka!" ketus Sera. Dia masih ingin menjauh, dia tidak tahu kalau akan ada tukar pasangan dansa seperti ini.
"Kau memang banyak mengalami perubahan tapi sorot matamu masih seperti dulu," komentar Saka.
"Apa ini, Saka? Kau mencoba merayuku kemudian kau akan pergi begitu saja tanpa kejelasan. Kau adalah laki-laki terbrengsekk yang ada di dunia ini, aku tidak main-main dengan perkataanku terakhir kali, aku akan merebut hak asuh anakku!" tegas Sera. Dia menatap wajah Saka yang tampak berbeda malam ini.
Bahkan sampai sekarang, Sera tidak bisa membaca jalan pikiran Saka.
Waktunya pasangan dansa kembali seperti semula tapi Saka tidak mau melepas Sera di sana.
"Kau harus melepasku, Saka!" pinta Sera.
Namun, Saka justru menarik pinggang Sera dan satu tangannya meraih tengkuk perempuan itu.
Saka mencium bibir Sera tanpa peringatan, bukan hanya Sera yang terkejut dengan tindakan Saka itu. Tapi, semua yang ada di tempat acara sampai tidak bisa mengedipkan mata mereka.
Para wartawan segera mengambil fotonya, ini akan menjadi berita skandal terbesar.
_
Nanti malam lagi ya, siapin tisue..
__ADS_1