Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 62 - Sebuah Keputusan


__ADS_3

Edgar tersenyum puas melihat berita kematian 7 tetua, berita itu sudah tersebar luas, dia hanya perlu menyuap beberapa media untuk menambahi bumbu.


Tentu saja semua itu ulah Edgar dan dengan liciknya, Edgar akan menuduh Saka yang melakukan itu semua.


"Cepat lakukan sekarang!" perintahnya pada salah satu wartawan yang sudah dia beri uang untuk menyebar berita hoax.


Selangkah lagi, semua akan tercapai. Ruby sudah tambang, Saka akan di penjara dan bisa terkena hukuman mati karena kasus pembunuhan berencana, dia hanya perlu menyingkirkan Sera dan Chris supaya semua berjalan mulus.


Sementara Sera sendiri mencoba membawa Chris untuk bersembunyi, mereka harus pergi ke luar kota supaya aman.


"Apa kita akan mendatangi daddy?" tanya Chris saat Sera memintanya masuk ke dalam mobil.


"Lupakan daddy dulu, okay." Sera meminta Chris untuk melupakan Saka sejenak karena lelaki itu yang paling bahaya jika didekati sekarang.


Namun, Chris tetap memaksa Sera mengantarnya pulang ke mansion Aldeguera.


"Aku mau bertemu daddy, aku harus membuktikan pada miss Sera jika daddy itu tidak jahat," ucap Chris memaksa.

__ADS_1


"Chris, waktunya sekarang tidak tepat," balas Sera seraya memasang seatbelt di badan anak itu.


Kemudian dia bergegas pergi, Sera juga mematikan ponsel dan membuangnya supaya tidak bisa terlacak.


Pistol pemberian Saka masih dia simpan saat mobilnya kembali kala itu. Sepertinya Sera tidak bisa jauh dari benda itu, dari sini Sera mulai tersadar jika Saka sudah mempersiapkan keadaan seperti ini jauh-jauh sebelumnya.


"Apa tujuanmu, Saka?" batin Sera merasa cemas.


Sera memakai topi dan berhenti di pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Dia singgah sebentar di swalayan untuk membelikan makanan dan cemilan, pasti Chris kelaparan karena mereka tidak sempat sarapan.


Beruntung Sera mempunyai uang cash cukup banyak jadi dia tidak perlu menggunakan kartunya atau dia bisa terlacak.


Diberitakan bahwa Saka menjadi otak pembunuhan 7 tetua karena mereka menjadi penghalang langkahnya, nama Aldeguera yang sebelumnya sudah bersih kini kembali tercoreng. Bahkan pewarisnya pun diragukan karena lahir dari hubungan gelap.


"Oh, ya Tuhan," Sera tidak tahu akan terjadi hal seperti ini. Apalagi Saka menjadi buronan sekarang.


Setelah membayar belanjaannya, Sera segera masuk ke dalam mobil lagi di mana Chris menunggunya.

__ADS_1


"Makanlah dulu, ada roti isi dan susu," pinta Sera. Dia membukakan plastik roti isi dengan tangan yang bergetar.


"Ada apa, Miss Sera?" tanya Chris. Dia mencium sesuatu yang tidak beres.


Sera dibuat dilema, antara ingin lari atau membantu Saka.


"Chris, seberapa persen keyakinanmu pada daddy mu sekarang?" tanya Sera.


"Aku percaya 100% pada daddy," jawab Chris tanpa ragu.


"Daddy mu menjadi buronan polisi, apa yang harus kita lakukan?" tanya Sera lagi.


Chris kaget mendengarnya, dia percaya kalau Saka bukanlah orang jahat. Dibalik sikapnya yang dingin, sang daddy mempunyai sisi lembut yang tidak semua orang ketahui.


"Aku akan mendukung daddy dan mencari bukti bahwa daddy tidak bersalah," jawab Chris percaya diri.


Sera menghembuskan nafasnya kasar, dia sepertinya tidak punya pilihan lain.

__ADS_1


"Kau memang plagiat Saka," komentarnya.


Akhirnya, Sera mengurungkan niatnya untuk kabur. Dia melajukan mobilnya ke mansion Aldeguera untuk mencari Saka. Semoga mereka belum terlambat.


__ADS_2