
Sementara di pesta yang kacau dan Ruby yang telah pergi, Chris yang sedari tadi mencari Axton justru mendapati lelaki itu tengah memukuli Steve.
"Uncle?" panggil Chris.
Axton menghentikan pukulannya, Steve sudah babak belur di sana.
"Kenapa kau kemari? Kembalilah ke pesta!" pinta Axton.
"Aku ingin bertanya sesuatu," ucap Chris. Anak itu mendekati Axton yang tengah memperbaiki penampilannya.
Steve kabur karena tidak bisa melawan Axton lagi. Sementara Axton sendiri membiarkan anak buah Edgar itu pergi karena dia sudah mendapatkan apa yang dia incar.
"Kenapa Uncle menghajarnya?" tanya Chris penasaran.
"Karena ini," jawab Axton sambil menunjukkan flashdisk yang telah dia rebut dari Steve. "Dia ingin mengacaukan acaramu!"
"Jadi, kau ingin bertanya apa? Kau harus kembali ke tempat acara," sambung Axton.
Chris semakin yakin jika teman sang daddy itu tahu semuanya dan kuncinya adalah flashdisk yang dipegang oleh Axton, pasti Edgar ingin membongkar sesuatu.
Dengan cepat Chris menggigit tangan Axton sampai flashdisk yang berada di tangan lelaki itu terjatuh.
Kemudian anak itu segera mengambilnya dan berlari menjauhi Axton.
"Chris..." panggil Axton berusaha mengejar anak itu.
__ADS_1
Karena tubuhnya kecil, memudahkan Chris untuk bersembunyi. Dia harus membuka flashdisk itu, Chris mencoba mencari mobil limusin yang membawanya sebelumnya. Di dalam sana ada sebuah laptop.
...***...
Kembali ke pesta, suasana semakin tegang setelah Sera menunjuk wajah Saka.
Semua penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Saka Aldeguera yang tidak bisa mendapatkan keturunan dari istrinya telah membeli gadis sepertiku untuk dia tiduri. Aku dipaksa hamil dan melahirkan pewarisnya,"
"Ya, aku adalah ibu kandung dari pewaris Aldeguera!"
Sera mengakui dirinya sendiri dan itu sudah masuk dalam skenario Saka.
Para wartawan langsung menyorot Saka dan mempertanyakan apa yang telah diucapkan Sera di sana.
"Bisa jelaskan pada kami?"
Saka tidak memberi tanggapan sampai Axton mendekat padanya dan berbisik jika Chris hilang.
Akhirnya pesta debut pun dibubarkan, entah bagaimana nilai saham Aldeguera setelah ini. Pesta itu dinyatakan bubar karena menghilangnya Chris.
Semua bodyguard Saka mencari keberadaan anak itu.
"Chris..." panggil Sera yang ikut mencari anaknya tapi langkahnya terhenti karena Edgar menghadang.
__ADS_1
Lelaki itu tampak marah dan ingin membawa Sera pergi.
"Jangan sampai aku menarik pelatukku!" Axton tiba-tiba muncul untuk menolong Sera. Dia berdiri seraya memegang pistol di tangannya.
Kali ini Edgar mundur karena dia sudah memiliki rencana lain.
"Axton?" Sera mendekati lelaki itu dengan tetesan air mata.
"Ayo temui, Chris! Ternyata anak itu ada di parkiran basement gedung," ucap Axton.
Tidak mau membuang waktu, Sera mengikuti Axton ke parkiran.
Saat mereka sampai di sana, terlihat Chris tengah menangis di depan Saka.
Beberapa menit sebelumnya, Chris berhasil membuka flashdisk yang isinya ternyata percakapan antara Edgar dan Saka. Percakapan di mana Edgar menuntut Saka harus mempunyai keturunan.
"Aku ingin bersama daddy," pinta Chris walaupun dia tahu kalau dia hanyalah anak dari sebuah persyaratan.
Chris yang biasanya mampu menahan air matanya, kini menangis sejadi-jadinya.
"Ayo daddy kita pulang!"
Tidak ada tanggapan dari Saka, lelaki itu hanya memandang Chris dengan dingin kemudian berkata. "Kau sudah tidak berguna!"
Saka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Chris begitu saja.
__ADS_1
"Daddy..." Chris berlari berusaha mengejar mobil Saka tapi mobil itu tidak berhenti. "Jangan tinggalkan aku!"
Chris terjatuh dan menangis di lantai, Sera yang melihat itu segera membantu anaknya bangun.