Sleeping With Mr. Saka

Sleeping With Mr. Saka
SWMS BAB 39 - Ketamakan


__ADS_3

"Daddy..." panggil Chris. Anak itu ingin melihat kondisi Saka.


Pada saat itu, Saka sudah membaik. Lelaki itu bahkan tengah memeriksa berkas sambil duduk di sofa kamarnya.


Melihat Chris datang, Saka menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Apa Daddy sudah sembuh?" tanya Chris seraya mengulurkan satu tangannya ke kening sang daddy. "Masih hangat!"


"Daddy tidak apa-apa," ucap Saka supaya putranya tidak cemas.


"Di mana mommy? Kenapa dia tidak ada di mansion saat daddy sakit? Kenapa keluarga kita tidak seperti keluarga-keluarga lainnya, Daddy?" Chris akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Pertanyaan yang dari dulu ingin dia dengar jawabannya dari Saka.


Saka hanya bisa menghela nafasnya, dia tidak bisa menjawab, lelaki itu hanya bisa berharap Chris mengerti suatu hari nanti.


"Miss Sera juga bertanya padaku, apakah dia boleh jadi ibuku. Kenapa semua orang dewasa membuatku bingung?" tambah Chris.


"Suatu hari, kau akan mengerti. Daddy hanya memintamu untuk kuat dan tidak cengeng. Saat daddy pergi nanti, tanggung jawabmu akan semakin besar," ucap Saka.


"Memangnya daddy mau pergi kemana?" Chris langsung memeluk Saka karena takut. "Jangan tinggalkan aku!"

__ADS_1


Ayah dan anak itu saling berpelukan cukup lama sampai kepala pelayan memanggil mereka untuk makan malam.


"Ayo!" Saka menggendong Chris untuk keluar dari kamarnya.


Bersamaan dengan itu, Ruby baru pulang dan membawa Bibi An bersamanya. Perempuan itu meminta kepala pelayan untuk menyiapkan kamar tamu.


"Bibi An akan menginap semalam di sini," ucap Ruby.


Bibi An yang melihat Saka langsung menunduk hormat.


"Surprise, bukan?" Ruby mendekati suaminya. "Kau mengenal wanita itu, Saka!"


"Ayo, Tuan Muda!"


Chris terpaksa menjauh, Bibi An menatap anak itu penuh haru, bayi yang dilihatnya masih merah dulu, sekarang sudah tumbuh besar.


"Bibi siapa? Kenapa datang bersama mommy?" tanya Chris penasaran.


"Lebih baik kita pergi dulu, Tuan Muda," balas Bibi An yang tidak mau Chris melihat pertengkaran Saka dan Ruby.

__ADS_1


Biasanya pasangan suami istri yang tidak harmonis itu selalu berbicara empat mata secara rahasia tapi kali ini, Saka malas pindah ruangan.


"Kau semakin melewati batasmu, Ruby!" Saka menekankan kalimatnya.


"Selama ini aku cukup bersabar, anggap saja ini memang batas kesabaranku," ucap Ruby tak mau kalah.


Saka tersenyum sinis. "Seharusnya kau cukup bersyukur karena aku masih mengizinkanmu tinggal di sini dan menjadi nyonya Aldeguera! Tapi, kau memang tidak pandai bersyukur!"


"Kau masih membutuhkan aku, Saka. Ingat itu!" Ruby mulai mengancam. "Bagaimana jika semua orang tahu kalau Chris adalah anak dari hubungan terlarang?"


"Jaga mulutmu itu!" Saka tidak suka mendengarnya. "Chris adalah darah dagingku!"


"Dari pada kau sibuk mencari ibu kandung Chris lebih baik kau selidiki kematian orang tuamu," tambahnya.


Ruby selalu kalah telak jika berbicara pada Saka, pasti lelaki itu tahu siapa dalangnya. Tentu saja semua itu ulah Edgar dan dipastikan Saka sudah tahu masa lalunya dengan lelaki itu.


"Kau harus ingat, Saka. Orang tuaku pernah membantumu jadi kesuksesanmu, aku punya bagian juga," tanggap Ruby mengalihkan pembicaraan. Dia tidak mau membahas yang bersangkutan dengan masa lalunya.


"Itulah kau, Ruby. Kau terlalu tamak bahkan kematian orang tuamu pun kau anggap angin lalu," sindir Saka.

__ADS_1


"Baiklah, kau yang memilih ini." Saka mendekat dan berbisik ke telinga perempuan itu. "Jangan pernah menyesal!"


__ADS_2