Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
sedikit tersulut emosi


__ADS_3

Bu Eka masih terlihat tak senang karena mendengar ucapan dari Bu Anas.


Pasalnya dia juga masih merasa malu sampai saat ini karena putrinya itu memang membuat malu.


Entah bagaimana bisa putri pertamanya itu bisa hamil dengan kekasihnya yang sama-sama masih SMA dulu.


Tapi untungnya keluarga pemuda itu kaya dan sangat baik hingga sekarang putrinya sudah hidup bahagia


"Wah ada apa Bu kok diam di rumah, tumben banget biasanya sudah gak ada di rumah," bingung Alan yang baru pulang ke rumah.


"Memang tak boleh ibu di rumah, memang kenapa kamu tanya begitu?" tanya bu Eka


"Ya mau gimana ya Bu, tumben banget loh, biasanya kalau gak ngerumpi ma ibu-ibu, sudah ke tempat bulek," tanya Alan.


"Sudah masuk dan makan dulu saja, setelah itu antar ibu ke rumah bulek mu ya," kata Bu Eka.


"Baiklah," jawab Alan pasrah.


Jika dia menolak pasti akan dapat ceramah yang sangat panjang dan membuat kupingnya panas.


Jadi dia memilih untuk menurut dan pergi mengantarkan ibunya itu ke rumah buleknya itu.


Mereka pun berangkat ke tempat itu, sedang di rumah Bu Susi, wanita itu merasa aneh karena suaminya yang biasanya jarang di rumah sudah seminggu ini belum terlihat akan kerja lagi.


"Pa... kok sekarang kayaknya santai banget, padahal biasanya susah bingung mau berangkat lagi setelah seminggu, kok ini nyantai saja," tanya Bu Susi.


"Mama gak suka nih kalau papa di rumah, suka kalau papa di jalanan kerja tidak menunggui mu sedikit lebih lama Hem..."


"Ya bukan begitu pa, aneh saja atau jangan-jangan papa di pecat? wah... ini pasti karena kacoan dari Eka nih yang pengaruhi mas Yono ya," kata Bu Susi marah.


"Bukan begitu ma,tapi mas Yono sekarang mengunakan giliran berangkat karena ada armada baru jadi kita sama-sama harus bagi-bagi rezeki bukan," kata pak Yudi menjelaskan pada istrinya itu.


Bu Susi sebenarnya tak suka karena itu berarti suaminya tak ada pemasukan sementara karena dia tak mau terlihat miskin di depan ibu-ibu.

__ADS_1


Bu Eka sampai di rumah orang tua Wulan, yang ternyata sedang ada panen padi yang cukup banyak.


Dia heran karena tau jika sawah milik keluarga Wulan kan cuma bata dua ratus.


Jadi tak mungkin menghasilkan gabah sebanyak itu, "wah panen su, kok banyak banget ya padahal sawah dua ratus bata saja?"


"Ini ya mbak, itu tadi panen dari sawah mantu, Wulan saja masih di sawah mengawasi panen di sana," jawab Bu Sunar.


"Walah tak kira sawah mu, enak ya punya mantu kaya untung dulu kamu tak menolaknya kan," kata Bu Eka.


"Meski ibu menerima tapi jika aku yg menolak juga tak akan terjadi pernikahan ini, tapi yang terpenting suamiku itu yang paling baik, dan tumben bude kesini? ada apa?" Tanya Wulan aneh.


"Ya cuma mau main, eh Wulan bude gak lihat suamimu?"


"Masih ada di luar kota bulek, biasa kulak gabah," jawab Wulan.


"Owh... begitu, tapi ada kabar yang bilang jika kamu dan Ninik dekat ya, kamu itu harus hati-hati, dia itu kan janda, takutnya dia itu merebut suami mu, kan kamu tak tau niat seseorang tau," kata Bu Eka.


"Insyaallah aku bisa jaga suamiku bude, dan untuk mbak Ninik itu dia juga sudah punya kekasih kok," jawab Wulan.


Wulan dan ibunya hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan wanita itu


Pasalnya Bu Eka ini suka sekali mengurusi urusan orang lain, dan kadang membuat mereka risih.


"Sudah bude, lebih baik kita ke tempat Mbah karena tadi Mbah sedang buat kembang gula," kata Wulan mengalihkan perhatian wanita itu.


Mendengar kata kencang gula, Bu Eka langsung lari masuk ke belakang karena tau jika ibunya itu sudah membuat kembang gula.


Itu berarti adik iparnya yang paling kecil akan berkunjung ke rumah orang tuanya, dan Bu Eka tentu tak mau jika kembang gula itu di bawa seluruhnya oleh adik iparnya.


Bu Eka sampai di dapur rumah ibunya, ternyata Alan sedang membantu mencetak cakarmas.


"Kamu mau pulang Yun?" tanya Bu Eka langsung tanpa Tedeng Aling-aling.

__ADS_1


"Tidak mbak,"


"Terus ini buat apa?" tanya Bu Eka.


"Owh ini pesenan dari tetangga yang mau mantu, karena harganya pas itulah kenapa saya mau buatkan," jawab Yuyun.


"Owalah ku kira kamu mau pulang, memang siapa yang mau mantu, kok aku tak tau?" tanya Bu Eka yang memang terkenal paling tau banyak informasi.


"Itu loh mbak, anaknya yang sepantar sama Alan, karena dia pacaran terus dan tak tau batasan, sekarang ke bobolan dan hamil deh pacarnya," kata Yuyun.


"Aduh... kok ya enteng banget sih, tuh denger Alan kamu jangan pacaran dulu, kalau sampai kamu niti mbak mu, tak pites kamu," marah Bu Eka.


"Iya iya Bu, Alan gak pacaran kok,cuma ngerokok doang," jawab Alan.


Karena Bu Eka tak mau malu lagi setelah kejadian putri pertamanya itu.


Terlebih di keluarganya hanya putri pertama Bu Eka yang pernah hamil di luar nikah.


Sedang di tempat lain, pak Eko di buat pusing karena di desa sudah ada tiga pengajuan proposal minta pengantar desa untuk ke KUA dan pengadilan.


Pasalnya ketiga pasangan itu harus menikah tapi karena umur mereka jadi harus sidang terlebih dahulu


"Ada apa ayah?" tanya Bu Lastri yang melihat suaminya itu


"Ini loh Bun, anak jaman sekarang ini pacarannya modelnya gimana, kok sampai hamil duluan, yang ini sudah Lima bulan, yang ini tujuh bulan dan yang ini baru empat bulan, kok ya berani banget sih," kata pak Eko.


"Ya sudah jamannya seperti ini, tapi tunggu ini bukannya Salwa anaknya ustadz Sobirin ya, dia hamil lima bulan dan pengajuan juga?" tanya Bu Lastri.


"Sudah mulai keponya, kamu ini ya seneng banget cari musuh, kamu tau suatu saat karena mulut mu yang suka tebar aib orang itu bisa mencelakai mu," kata pak Eko mengingatkan.


"Yeh... ayah mah gitu, kan bunda cuma tanya, lagi pula yang punya mulut lebih pedas kan bukan bunda, bunda itu cuma memberikan bukti kongkrit tau," kata Bu Lastri yang membela diri.


"Aku itu selalu kalah kalau debat dengan mu, sudah untuk saat ini tolong diam saja, tanpa kamu bilang jika Salwa hamil, sebentar lagi juga bakal heboh beritanya," kata pak Eko yang kenal betul desanya.

__ADS_1


Karena ada tim Mak rempong dan kompor di desa ini, jadi ada sedikit masalah saja pasti akan jadi besar.


__ADS_2