
setelah semua, kedua orang itu pun pergi dari desa, bahkan semua keluarga juga tak ada yang mau mendengarkan dan mengakui mereka lagi.
Bu Eka dan ibu-ibu yang lain duduk, serta melihat kepergian dari Bu Sundari dari desa.
"itu lah Bu, jangan menganggap semua yang terlihat baik dan pintar agama itu baik, kita sudah membuktikan sendiri, dia orang yang di kenal alim malah tukang zina, terus itu gimana?" tanya Bu Eka.
"iya Bu Eka benar, mending kita yang biasa seperti ini bukan, yang sok ngerti agama malah njlunggup-njlunggup," kata Bu Tomo.
"iya ya Bu, ya Allah ternyata mereka itu semen-ji-ji-kan itu," saut Bu Anas
"bener tuh," saut mereka.
setelah truk yang membawa barang Bu Sundari pergi, di rumah itu tertulis di jual.
Bu Sundari tak menyangka ucapan Bu Eka terakhir kali itu ternyata ancaman untuknya.
dan yang makin membuatnya tak sangka karena Bu Eka benar-benar membuatnya terusir.
sebuah pesan masuk ke ponsel Bu Eka, "ini karena kamu berani membuat keponakan ku menghina ku dan menghasut Suamiku,"
Bu Sundari tak menyangka jika ini pembalasan dendam Bu Eka, dan pesan itu tiba-tiba terhapus dengan sendirinya.
"dasar wanita jahat ..." marah Bu Sundari.
dia pun teringat tentang dia yang bertemu dengan Wulan sebelum wanita itu meninggalkan desa bersama suaminya.
siang itu Wulan datang untuk berbelanja di tempat Bu Sundari,"siang Bu sun, mau beli telur satu kilo dong, sama kecap satu botol," kata Wulan.
"iya mbak Wulan, oh ya saya dengar dulu tangen jodohkan kamu dan suamimu itu Eka ya?"
"iya Bu,"jawab Wulan singkat.
"kamu itu gak tau ya, kalau bude mu itu menjual mu, kamu tak tahu apa saja yang dia dapat dari suamimu, aduh dia itu memamerkan segalanya disini, dan asal kamu tau bude mu itu juga tak sebaik yang kamu kira," kata Bu Sundari yang sedang menimbang telur.
__ADS_1
"maksudnya Bu?"
"iya dia itu sering menjelekkan kami dan suami, alah dia bilang jika kamu ini belum hamil karena keturunan bapak mu yang punya saudara mandul, dan dia juga bilang jika bukan karna ibu mu yang cantik, kamu pasti tak akan seperti ini terlebih bapak mu yang hitam, dan pasti gak ada yang mau, jadi dia kasihan padamu," kata Bu Sundari.
"ini salah mungkin,"
"yey di kasih tau kok gak percaya, ya sudah kalau gitu,bahkan kamu gak tau saja kenapa Ninik bisa di benci keluarganya juga karna ulah bude mu itu, karena dia tak menyukai wanita itu," kata Bu Sundari.
"apa maksudnya?"
"iya dia itu yang menghasut keluarga Ninik karena dia mengetahui jika menantunya itu sering mengantar makanan ke salon Ninik,"
"apa... tapi dia kan memang bekerja di warung,"
"tapi Bude itu tak mau tau, bahkan dia membolak-balik fakta dan membuat Ninik terusir dari keluarganya, kasihan sekali wanita malang itu,"
Bu Sundari pun tak menyangkal jika semua itu dendam Bu Eka, dia pun sampai di desa tempatnya tinggal.
di kampung itu, kini semua tampak tenang setelah huru hara yang terjadi.
sore itu ibu-ibu sedang mengikuti acara pengajian seperti biasa di masjid desa.
saat berangkat ngaji sebagian besar ibu-ibu ini seperti toko mas berjalan, belum lagi baju yang di gunakan kaftan Turki terbaru.
"ya Allah... Mak tun apa kabarnya,lama nih gak kelihatan, aku dengar kemarin panennya gagalnya, kok bisa," kata Bu Susi yang hati ini ikut.
"iya bu Susi, panennya kurang berhasil karena ada beberapa masalah saat musim tanam," jawab Mak tun.
"aduh kasihan sekali," kata Bu Susi.
"wes Susi, ayo masuk ke masjid, itu ustadnya sudah datang," ajak Bu Tomo.
"ayo deh," jawab Susi yang sudah mulai sombong lagi.
__ADS_1
pasalnya usaha gorengan suaminya mengalami kemajuan pesat , bahkan sekarang mereka punya kafe juga.
"loh Bu Eka tak pakai perhiasan, sudah habis ya," tanya Bu Susi yang sengaja menggoda wanita itu.
"kata siapa Susi," jawab Bu Eka menunjukkan tangannya yang juga mengenakan gelang keroncong.
"eleh... ku kira sudah tak punya karena keponakannya sudah pergi,"
"gak ada urusannya ya, sudah denger tuh pak ustadz mau mulai pengajian," kata Bu Anas melerainya.
karena jika tidak itu akan sangat menyulitkan, karena bu Susi dan Bu Eka jika bertengkar bisa hancur satu desa.
pengajian kali ini mengangkat ceramah tentang kikir dan riya', karena ustadz ingin menyentil ibu-ibu yang masih suka pamer kekayaan bahkan saat mereka masuk kedalam rumah Allah untuk belajar.
"baiklah semuanya, apa ada yang ingin di tanyakan?" kata ustadz bernama Arif itu.
seseorang mengangkat tangannya, "ustadz, saya ingin bertanya apa saya salah tolong minta penjelasan, saya memiliki seorang ibu yang mengalami gangguan mental yang membuatnya sering mengamuk, saya ingin merawat ibu meski saya sudah menikah, tapi karena hal itu keluarga suami saya marah dan meminta suami saya menceraikan saya, apa yang harus saya lakukan, terlebih saya adalah anak satu-satunya ibu ku," kata wanita itu.
ustadz Arif pun berdiri, "istri harus selalu patuh dan menuruti perintah suaminya, setelah ijab qobul di ucapkan, karena tanggung jawab sudah berpindah kepada suami, tapi jika suami melakukan ketidakbenaran maka istri bisa menegurnya untuk mengingatkan, dan untuk masalah itu lebih baik obrolkan baik-baik,"
"tapi saya sudah memilih ibu saya, karena saya juga tak bahagia di rumah mertua saya, karena mereka terus menghina orang tua saya yang memang hanya seorang buruh tani serabutan, bahkan tak segan sebuah pukulan di berikan," kata wanita itu lagi sambil tersenyum.
semua orang menoleh dan kaget melihat gadis itu ternyata itu Lulu, gadis yang hampir menikah bersamaan dengan Wulan.
tapi kondisi gadis itu sangat memprihatinkan, bahkan tanpa sengaja karena ustadz Arif melihat wajah gadis itu hingga microfon yang di pegangnya hingga terjatuh.
"maaf..." kata ustadz Arif panik dan segera mengambil mic itu dan sempat menghapus air matanya.
bagaimana tidak, gadis itu memiliki luka goresan di pipinya, semua pun mulai berbisik.
"jika kamu merasa tersiksa, itu pilihan terbaik untuk pergi dan rawat ibu mu, karena meski kewajiban istri mengabdikan diri pada suaminya, tapi suami juga tak boleh menyiksa istri seenaknya, jadi sebagai keluarga kita harus mengikuti kiat-kiat pernikahan yang di ajarkan di agama kita, yang selalu memuliakan wanita dan menyayanginya," kata ustadz Arif yang mulai tak bisa mengontrol dirinya.
terlebih gadis itu adalah gadis yang ingin sekali dia pinang, tapi ternyata orang tua gadis itu memiliki hutang hingga membuatnya kehilangan harapan itu.
__ADS_1