
pak Rudi dan rombongan sampai di rumah sakit dan Lulu langsung di bawa ke ruang UGD agar segera dapat penangganan.
dokter kaget saat menanggani Lulu, pasalnya gadis itu memiliki banyak luka, jadi nanti dia akan bertanya saja.
suster keluar menemui orang yang membawa Lulu, "maaf apa ada keluarganya, pasien kehilangan banyak darah, dan butuh donor darah, golongan darah AB negatif"
"kami suster," jawab pak Rudi dan Bu Anita.
"baiklah ikut saya untuk melakukan transfusi darah," jawab suster itu.
Bu Anas, dan Bu Toto yang ikut tak menyangka jika kedua orang ini bahkan punya golongan darah yang sama dengan Lulu.
dan pak Rudi memutuskan untuk melakukan tes DNA sekalian karena merasa jika Lulu adalah putri mereka.
setelah dua jam perawatan, akhirnya dokter keluar dan menyampaikan kondisi Lulu pada semua orang.
"dokter bagaimana kondisi Lulu?"
"kondisinya sangat lemah, apa dia korban kekerasan, karena tubuhnya penuh dengan luka, bahkan ada bekas sulutan rokok di punggungnya, dan dia mengalami keguguran karena kekurangan gizi," kata dokter yang membuat kaget semua orang.
Bu Anita hampir terjatuh karena lemas, gadis itu baru tujuh belas tahun tapi bisa keguguran.
"apa yang dokter bilang, dia baru tujuh belas tahun, Kenapa bisa hamil? sebenarnya ada apa ini?" kata Bu Anita dengan marah dan sedih serta perasaan kecewa yang menyergapnya.
"iya Bu, putri anda keguguran, kandungannya baru delapan Minggu," kata dokter itu.
"dia memang menikah muda karena menebus hutang orang tua yang membesarkannya, tapi sebulan ini dia di ceraikan karena ingin merawat orang tuannya," kata pak Eko.
"tidak ayah, kita tuntut pria itu, dia sudah berbuat begitu jahat pada putriku, aku harus membunuhnya, dai harus tau apa yang di rasakan oleh putriku..." tangis Bu Anita.
"sabar bunda, kita tunggu hasil tes DNA, dan jika Semuanya sudah selesai, kita laporkan ke polisi, dan dokter saya minta hasil visum untuk bukti dokter," kata pak Rudi.
"tunggu dulu pak, tapi mertua dari Lulu ini adalah preman yang sekarang bekerja sebagai linta darat, dan memiliki banyak preman yang melindunginya, sedang suami Lulu juga bukan orang biasa, dia di panggil Rambo karena sikap kasar dan sering menghajar orang yang tak mau bayar hutang,"terang pak Eko.
"aku bisa membunuh semua preman saat aku mau, aku bahkan bisa menyingkirkan orang yang ku benci, meskipun itu polisi sekalipun," kata Bu Anita
"tolong sebutkan namanya," tanya pak Rudi.
__ADS_1
"pak Galuh dan anaknya suami dari Lulu adalah Andrian," jawab pak Eko
"tunggu saja, mereka akan melihat kemarahan dari seorang ibu yang terluka, karena mereka memilih gadis yang salah," kata Bu Anita yang benar-benar terlihat marah.
pak Eko dan ibu-ibu yang menyaksikan semuanya tak bisa berkata-kata lagi.
mereka tau jika pak Rudi dan Bu Anita ini orang kaya, tapi mereka belum tau yang sebenarnya siapa mereka.
hingga tak gentar meski pak Eko sudah menjelaskan siapa mertua dan suami dari Lulu.
selama dua hari mereka tetap di rumah sakit, dan anak yang di bawa mereka saat datang itu adalah keponakan mereka.
karena putra mereka yang kedua sedang menyelesaikan sekolah di asrama.
setelah dua hari menunggu dan menjaga Lulu akhirnya gadis itu sadar, dan ternyata benar Lulu adalah putri mereka.
dan Bu pawuh di bawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan, dan untuk sembako yang di bawa kapan hari di simpan dulu di rumah Bu Anas, karena mereka menunggu keputusan bersama.
"akhirnya kamu sadar nak," kata Bu Anita dengan senang
"ibu mu sudah ada di rumah sakit jiwa, kamu mengalami keguguran dan kondisimu sangat kritis, ayah dan bunda selalu di sini menjaga mu," kata pak Rudi yang tak menyangka akan menemukan putrinya yang sudah hilang tiga belas tahun ini.
"apa..."
"iya nak, hasil tes DNA kita semua cocok, kamu adalah putri kami yang di bawa pergi oleh Bu pawuh saat kecil, akhirnya bunda bisa memelukmu," kata Bu Anita dengan senang.
"apa kalian tak bohong,"
"tentu saja tidak, dan sekarang kami akan menuntut suami dan mertua ku yang telah memperlakukan mu dengan kejam," kata pak Rudi.
"tapi mereka orang kaya," kata Lulu sedih.
"itu bukan hal besar untuk ayah mu ini, bunda jaga Lulu di sini ayah sksn selesaikan semuanya, dan sore ini adik mu akan datang juga," kata pak Rudi
"aku punya adik," tanya Lulu.
"iya, dia sepupu mu yang kami angkat anak, karena bunda tak bisa hamil lagi setelah melahirkan dirimu, itulah keputusan ayah mu untuk menyelamatkan bunda yang terus mencoba bunuh diri setelah kehilangan dirimu," jawab Bu Anita.
__ADS_1
Lulu pun menangis dan memeluk Bu Anita dengan erat, dia tak menyangka akan punya keluarga selengkap ini.
pak Rudi menuju ke desa tempat tinggal dari mertua Lulu, dengan di antar pak Tomo.
pria itu menunjukkan timah bercat biru itu, dengan santai pak Rudi turun dari mobilnya.
para pengawal keluarga itu langsung baris saat melihat pak Rudi datang, tak lama mobil polisi juga datang.
"Galuh keluar jika tidak aku akan bakat rumah mu dan seluruh isinya!!" teriak pak Rudi.
"sialan, bajingan mana yang mau membakar rumah ku," kata pria sombong itu keluar dengan muka penuh kebencian.
pak Tomo pun mundur, bahkan pak Rudi bisa melihat jika para polisi juga berpihak pada pria itu.
tapi yang aneh pria itu langsung terpaku saat melihat pak Rudi, tanpa bertanya atau bicara.pak Rudi langsung menampar pipi pria itu hingga tersungkur.
"beraninya kamu meninggikan suara mu pada ku HAH, mau mati!" bentak pak Rudi.
"maafkan aku bos besar, saya tak mengira jika anda datang ke kediaman saya, ada apa ya bos besar," tanya pak Galuh ketakutan.
"panggil putra mu, suami dari gadis bernama Lulu, cepat!!"
pak Galuh pun masuk ke rumah dan menyeret putra pertamanya itu, dan ternyata pria itu sedang bersama wanita lain saat ini.
"pak Tomo apa dia benar mantan suami Lulu putriku," tanya pak Rudi dingin melihat pemuda tak berguna itu.
"iya pak, dia adalah pria yang menikahi Lulu," jawab pak Tomo.
tanpa bicara pak Rudi langsung menghajar pria itu hingga babak belur.
saat polisi dan para pengawal ingin mendekat pak Rudi memberikan simbol tangan, "berani kalian mendekat dan menolongnya, aku akan bunuh kalian semua dan aku bakar segalanya, berani-beraninya pria tak berguna seperti ini menyakiti putri ku yang berharga," kata pak Rudi sambil ngos-ngosan.
saat pak Rudi berbalik, Adrian mengambil sebuah batu bata dan ingin memukul pria itu.
tapi sebuah balok kayu menghantam kepala Adrian dengan keras, seorang pemuda dengan penampilan gagah dan tubuh tegap sempurna berdiri di sana.
"kamu berani menyakiti kakak perempuan ku, maka hukuman mu itu hanya mati brengsek," kata pemuda itu yang ternyata adalah anak angkat dari pak Rudi.
__ADS_1