Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
move on


__ADS_3

tanpa terasa tahlilan untuk Bu Susi pun akhirnya selesai, dan saat itu juga praktisi dekat dengan dua anak Nia.


bukan kenapa, setelah selesai acara tujuh harian dari Bu Susi dan Yuda, kini pak Yudi menjadi pelanggan tetap nasi di tempat Nia.


bukan hanya beli nasi, tapi juga sekalian mengajak dua anak Nia bermain.


ya bagaimana pun pak Yudi butuh sesuatu untuk membuatnya sedikit lebih bisa melupakan kejadian buruk itu.


dan beberapa tetangga yang melihat dan menyaksikan kedekatan keduanya pun merasa senang.


tapi ada satu orang yang tak suka dengan kedekatan itu, karena dia sudah punya rencana ingin menjodohkan seorang wanita dengan pak Yudi.


dia adalah Bu Lastri, ya adik Bu Lastri juga pernah gagal berumah tangga.


dia ingin sekali adiknya itu mendapatkan suami yang baik, tapi sayangnya pria yang di incar olehnya malah kini dekat dengan wanita lain.


tapi Bu Susi punya cara agar membuat Nia itu mundur dengan sendirinya.


pagi ini Bu Lastri sedang main ke rumah Bu Tomo yang sedang duduk santai dengan Bu Anas.


ya rumah Keduanya ini berdekatan satu sama lain, "aduh lagi bahas epa nih kok serius banget," tanya Bu Lastri


"ini loh Bu, sedang bahas resep bakar ayam, maklum sebentar lagi kan saya mau punya acara besar," kata Bu Anas.


"Iya ya, yang sebentar lagi mantu, tapi ya Bu saya lihat pak Yudi ini sudah gak ada sedih-sedih nya ya di tinggal istrinya," kata Bu Lastri mulai menyalakan api.


"memang ibu tau jika pak Yudi tidak sedih, ngarang nih," kata Bu Anas


"eh beneran, itu lihat saja, sekarang lebih sering menghabiskan waktu dengan Nia si janda penjual nasi itu tuh," kata Bu Lastri.


"memang kenapa Bu, orang status sama-sama sendiri, lagi pula jika mau menikah pun pak Yudi juga tak perlu izin siapa-siapa, jadi biarkan saja," kata Bu Tomo.

__ADS_1


"eh Bu... bukan begitu, kalau mereka sebenarnya bersekongkol untuk membunuh Bu Susi gimana?'' tanya Bu lastri yang mulai menyiramkan bensin ke arah dua wanita itu biar ikut berkobar.


"astaghfirullah Bu Lastri, ingat Bu jangan fitnah, ingat bagaimana itu bisa merusak seseorang, kalian ini kok gak belajar sih, sudah bubar saya mau pergi," usir Bu Anas yang marah.


tak lupa dia mengingatkan suaminya karena Bu Lastri ini bisa berbahaya, karena kejadian Ninik jangan sampai terulang lagi.


pak Anas pun memberitahu suami dari Bu Lastri, dan pak Eko yang dapat laporan seperti itu memutuskan pulang.


dua melihat bu Lastri yang berjalan santai, "dari mana Bu?"


"tidak dari mana-mana," jawab wanita itu


"yakin, bukan dari mengunjingkan seseorang?" tanya pak Eko.


"memang ada apa bertanya seperti itu," kata Bu Lastri.


"ingat ya Bu jangan sampai aku lupa jika ibu itu istriku, kenapa kamu ingin jadi Susi yang kedua jadi wanita bermulut jahat hah," marah pak Eko yang menarik istrinya itu masuk kedalam.


"apa sih pak,"


"bapak ini kenapa sih, aku kan cuma bicara menurut ku,"


"menurut mu apa, Nia dan pak Yudi bersekongkol untuk membunuh Bu Susi, karena mereka ingin menikah, atau apa?,"


"ya mungkin saja benar," kata Bu Lastri.


"ya Allah Bu, tolong kendalikan mulut mu, kamu tak ingat bagaimana Bu Eka terakhir kali menghancurkan Ninik dengan ucapan buruknya, sekarang kamu ingin melakukan lagi, hanya karena ingin menjodohkan adik ku yang tak kenal malu itu dengan pak Yudi bukan," kata pak Eko yang benar-benar marah kali ini.


"apa maksud mu dengan adikku tak tau malu?" tanya Bu Lastri yang tak terima.


"iya... kamu tak tau jika kekasih adik ku itu datang ke rumahnya setiap Minggu, bahkan belum juga punya ikatan pernikahan, dia sudah berani menginap di rumah kekasihnya, belum lagi dia naik motor berboncengan sambil memeluk juga, tak tau?" tanya pak Eko.

__ADS_1


"itu hanya teman, menang tidak boleh mereka berteman?"


"teman apa yang saling menginap hah, sudahlah jangan menyebar berita burung, jika tak ingin bapak melakukan hal tegas pada mu," kata pak Eko.


"memang apa yang akan kamu lakukan," kata Bu Lastri yang merasa suaminya tak akan macam-macam.


"aku akan menikahi adik mu itu, biar kamu diam dan tak berulah, karena seorang pria bisa menikahi dua bahkan empat wanita asal dia bisa adil," kata pak Eko.


mendengar itu Bu Lastri kaget, "aku akan bunuh diri jika kamu berani menikah lagi,"


"kamu yakin silahkan saja, itu berarti aku bisa memilih wanita lain karena aku tak harus menjaga perasaan mu lagi, dan untuk anak-anak, mereka sudah bisa mengurus hidup mereka sendiri," kata pak Eko.


Bu Lastri pun kaget bukan main, baru kali ini suaminya mengatakan hal seperti itu.


dia tak ingin kehilangan suami yang berjuang bersama dari awal pernikahan.


dan sekarang pria itu ingin meninggalkan dirinya saat hidup mereka sudah kaya dan mapan.


itu benar-benar membuat dirinya terluka, Bu Lastri kini tak berani bicara lagi.


hari berganti hari, pak Yudi semakin dekat dekan Raka dan Fahri, kedua bocah itu seperti mendapatkan sosok ayah yang baik.


sedang Nia hanya menganggap pak Yudi sebagai kakak dan tak lebih karena pria itu baik pada kedua anaknya.


sedang untuk Bu Eka akhirnya dia memberanikan diri meminta maaf pada pak Yudi karena dia selalu mimpi buruk tentang apa yang terjadi pada Bu Susi dan putranya.


sore itu, adik dari Bu Lastri datang ke rumah dengan mengunakan pakaian yang super ketat.


belum lagi gaya bermake-up yang cukup tebal, itu membuat wanita itu nampak seperti ondel-ondel.


"itu siapa Bu, kok gayanya kayak dakocan begitu," tanya Bu Toto yang sedang berjalan bersama ibu-ibu setelah pengajian rutin.

__ADS_1


"loh ibu tidak tau, itu adiknya Bu Lastri yang ituloh janda di tinggal suaminya mati karena ngenes," jawab salah satu ibu.


"ya Allah pantas ngenes, makan hati begitu... orang dandanan istrinya kayak artis keblat kliwat begitu," kata yang lain menyahut.


__ADS_2