Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
tetangga nih kita


__ADS_3

Nia mengantarkan beberapa kue pada tetangga di sekitar rumah ibu mertuanya.


sedang pak Yudi terlihat mengikuti sambil membawa kue bersama anak-anak.


"aduh ademnya lihat keluarga baru yang harmonis ini," kata Bu Tomo yang memang dapat giliran pertama.


"maacih," jawab Raka


"kamu terima kasih kenapa dek?" tanya Fahri yang bingung.


"aduh lucunya, pak Yudi selamat ya, Nia juga semoga sakinah mawadah warahmah ya," kata Bu Tomo.


tak lupa wanita itu memberikan uang saku untuk kedua anak itu, dan mengusap kepalanya lembut.


"bilang apa dek,dan mas?"


"terima kasih Bu Tomo," kata Fahri.


"iya le," jawab wanita itu


setelah selesai membagikan kue, kini Nia di ajak ke warung, Bu Yanti juga di ajak.


toh mereka sedang menyiapkan semua peralatan untuk jualan nasi yang akan di jadikan satu.


beberapa perkakas sudah di bawa kapan hari duluan, dan di warung itu Nia memberitahu cara memasak dengan sangat jelas.


tentu saja resep juga di tempel agar tak ada kesalahan saat memasak di dapur.


siang itu Nia yang memutuskan untuk masak terlebih dahulu, agar semua bisa mengikuti setiap step-step yang di tunjukkan oleh Nia.


semua memperhatikan dengan seksama,dan tentunya ada penambahan jumlah pegawai


"sekarang kalian semua harus mencicipi makanan yang sudah di buat, agar kalian bisa tau harus bagaimana nanti kalau memasak," kata Nia menyuapi salah satu pegawai wanita.


"emm... rasanya enak banget mbak, tapi ini bumbunya yang trik banget loh mbak kalau tak matang bisa repot," kata Dila yang sempat di cemburui oleh Susi


"tenang, nanti bumbu tetap saya yang buat, kalian tinggal prosesnya," Jawab Nia.


"siap Bu bos," jawab Dila.


mereka benar-benar sangat menyambut hangat Nia, pasalnya wanita itu memang sangat baik jadi mudah bergaul.


mereka juga sudah mengucapkan selamat tadi, setelah pak Yudi mengumumkan tentang pernikahannya.

__ADS_1


semua pegawai tak percaya saat melihat sosok istri dari pria itu, karena lebih muda dan juga cantik.


bahkan tadi sebelum di perkenalkan oleh pak Yudi, beberapa pegawai pria sempat tergoda karena bentuk tubuh sempurna yang di miliki Nia.


siang itu, ada mobil sayuran yang mengantar beberapa bahan pesanan dari Nia.


"ya sudah kami harus pulang, besok semua semangat untuk buka warung FYR, ya..."


"siap mbak..." jawab semuanya.


Nia pun pulang, dan saat sampai sudah terlihat beberapa bahan sudah di turunkan untuk pembukaan besok.


bahkan Nia sudah memberikan pengumuman pada semua langganan yang biasa pesan nasi, karena kini dia pindah alamat lagi dan kini punya tempat lebih besar.


Nia mengecek semua barang yang di pesan, dan tentu saja dia memperkerjakan dua orang yang selama ini membantunya.


"terus ini bumbunya di giling pakai apa? gak mungkin dong kita gunakan blender bisa capek loh," kata pak Yudi


"aduh bocah tua konyol, kamu lupa jika ibu mu ini buka gilingan bumbu dan tepung, dia bisa mengunakan gilingan bumbu itu, dan bisa sekalian memasak bumbu di sebelahnya, lagi pula tempat itu juga sangat luas," kata Bu Yanti


"lah iya ya," kata pak Yudi merasa bodoh.


Nia pun langsung mulai membantu mengupas perbawangan, dan Bu Yanti memanggil beberapa ibu karena kuwalahan.


jadilah jati ini mereka sangat sibuk, Fahri yang terbiasa membantu, menempelkan nama di setiap box bumbu


dan ayam pak Yudi yang mengurus di warung, mereka benar-benar hebat dalam kerja tim.


semua siap besok tinggal masak, dan pak Yudi menunjuk beberapa orang untuk datang lebih pagi untuk membantu Nia besok.


pukul tiga sore, semuanya selesai di buat, untuk bumbu Krispy ayam pedas, dan mie bihun.


bahkan bumbu ayam bakar, dan yang lainnya, sudah sesuai nama dan kontak-kontak itu sangat berukuran cukup sedang rapi isinya full.


"ya ampun kenapa bisa sebanyak itu, kamu setiap hari begini Nia?"


"iya Bu, sudah terbiasa, tapi kalau aku biasanya di gunakan untuk dua hari, tapi kalau sekarang saya tambahi jumlahnya untuk dua hari jadi biar tak terlalu lelah," kata Nia tersenyum.


tiba-tiba pak Yudi telpon, "nda, ayah..." kata Raka yang dari tadi diam karena menonton film di ponsel.


"iya mas, ada apa?" tanya Nia.


"dek ini ayamnya kalau sudah di bersihkan dengan benar, sekarang harus bagaimana?" tanya pak Yudi.

__ADS_1


"mas tadi kan aku bawakan bumbu, itu campur dengan air matang, untuk memarinasi ayamnya, dan tolong di taruh di pendingin ya," kata Nia


"siap sayang ku, oh ya sayurnya juga sudah di potong sesuai perintah dan sudah di taruh di ruang pendingin," kata pak Yudi.


"iya mas, oh ya minta para pegawai pria memasang banner agar besok tak panik saat akan buka," kata Nia.


"siap bu bos," jawab pak Yudi.


dia tak percaya menikah dengan Nia seperti membuka rezekinya, terlebih sekarang dia menjadi ayah untuk dua anak yang sangat dia sayangi.


bahkan semua orang yang melihat banner warung itu di pasang sudah tak sabar untuk datang.


besok pembukaan warung jam sepuluh pagi, karena mereka harus membereskan semua pesanan dulu.


pukul lima sore pak Yudi pulang, setelah mandi mereka makan bersama.


bahkan ke masjid juga bersama meski sedikit agak jauh tapi itu tak masalah.


Nia dan pak Yudi mengundang semua tetangga untuk datang ke warungnya tapi pada saat sore hari agar tak bersama dengan pelanggan.


karena besok ada jam buka karena Nia yang membatasi, sebab tak mau ada kericuhan nantinya.


setelah sholat isya', anak-anak sudah tidur, Bu Yanti yang menemani mereka.


sedang di kamar yang di tempati oleh pak Yudi dan Nia, keduanya sedang duduk berdampingan.


mereka ini bingung harus bagaimana, pasalnya tak ada yang berani memulai.


"emm... apa aku bisa, emm... jika kamu tak bisa atau belum siap tak masalah," Kata pak Yudi


tanpa bicara, Nia pun keluar kamar itu membuat pak Yudi lemes, karena istrinya itu tak mau melakukan hubungan suami istri, "huh... sabar Yudi sepertinya dia belum siap," gumamnya.


"mas Yudi, ini minum dulu," kata Nia yang membuat pak Yudi bingung.


"apa ini dek,"


"rahasia minum saja, ini tak akan menganggu kesehatan jantung kok," kata Nia yang memang tau kondisi suaminya itu.


pak Yudi pun minum saja, mungkin itu akan membuat tubuhnya begitu segar, tapi saat merasakan ternyata itu STMJ.


dia tak percaya dan langsung menghabiskannya segera, ia pun tersenyum setelah menaruh gelas dari dapur.


dia melepaskan jilbab yang dia kenakan, melihat itu pak Yudi pun mendekati istrinya itu

__ADS_1


skip🤣🤣🤣


__ADS_2