
Wulan pulang ke rumah dengan keadaan sedikit terisak, mas Yono yang sedang mencuci motor yang biasa di pakai istrinya itu heran.
"Dek, kamu kenapa?" tanya mas Yono.
Wulan tak menjawabnya, dan memilih berlari ke dapur, dia berusaha untuk kuat.
Mas Yono masuk dan melihat istrinya itu, "kamu kenapa to dek?" tanya pria itu.
"Mas, apa aku salah ya belum bisa hamil, kenapa orang-orang itu mengejek ku," tangis Wulan memeluk tubuh suaminya itu.
"Sayang... kita baru dua bulan menikah, itu masih normal, memang siapa yang mengejek mu?" tanya mas Yono yang sebenarnya ingin membuat siapapun yang menyakiti istrinya itu untuk diam.
"Mbak Susi mas, dia tak hanya mengatakan jika aku mandul, tapi dia bilang jika aku itu menikah dengan mu karena uang, sebab itu mas merumahkan Suaminya," kata Wulan terisak.
Mendengar itu mas Yono murka, bagaimana bisa orang yang bekerja dengannya kini berani menggonggong dan mengigit orang yang memberinya pekerjaan.
"Sudah tak bisa di biarkan, Yudi harus menyuruh istrinya itu tutup mulut atau dia akan tau kemarahan ku," kata mas Yono yang langsung pergi dari rumah.
"Mas..." panggil Wulan.
Sudah di kuasai amarah, mas Yono langsung menuju ke rumah supir yang sudah ikut dia bertahun-tahun itu.
Wulan berhasil mengejar suaminya yang sedang marah itu, tapi saat dia ingin menarik mas Yono pulang.
"Mas jangan mas, nanti buat malu, mas tau benar mulut mbak Susi," kata Wulan
"Tidak dek, ini keterlaluan," jawab mas Yono.
Tanpa di duga pak Yudi kebetulan keluar rumah dan melihat bosnya itu.
__ADS_1
"Loh bos Yono, ada apa ini," tanya pria itu.
"Yudi aku selama ini tak pernah membuatmu sulit bukan, aku tak pernah mengusik mu bukan, tapi kenapa-"
Perkataan dari mas Yono terpotong karena tiba-tiba Bu Susi keluar dengan sombong.
"Lihatlah, bahkan sekarang suamimu yang mengemis untuk suamiku kembali bekerja bukan, kamu itu tak bisa memecat suamiku karena itu hanya gadis bodoh dan tidak berguna," ejek wanita itu pada Wulan.
"Kamu mengatakan sesuatu dek tadi?"
"Aku mengatakan pada mbak Susi jika suaminya tak usah bekerja dengan mas lagi, karena aku marah pada ucapan mbak Susi di tukang sayur tadi," jawab Wulan.
"Kenapa tak bilang, Yudi aku mau ambil kunci truk, sesuai dengan perkataan istriku, kamu sekarang di berhentikan selamanya dari ekspedisi milik ku," kata mas Yono yang mengejutkan semuanya.
"Loh tapi kenapa bos, kan katanya aku hanya libur selama aku sakit, tapi kenapa aku di pecat?" tanya Yudi merasa sedih.
"Tanya istrimu Yudi, dia terus menerus menghina istriku bahkan itu tidak cuma sekali, mulai dari saat pernikahan, pengajian di rumah baru kamu, dan sekarang dengan lancang istrimu mengatakan jika istriku mandul hanya karena dua bulan ini dia belum hamil," marah mas Yono menunjuk ke arah Bu Susi.
"Maafkan istri saya bos, dia memang seperti itu, tapi kenapa pekerjaan yang kena imbas bos,"
"Aku tak bisa lagi memiliki pegawai yang tak tau terima kasih, sudah di beri pekerjaan tapi malah dia menjatuhkan orang yang memberinya uang, jadi sekarang kembalikan dua kunci truk itu dan beserta STNK, dan mulai sekarang kamu akan di coret dari semua usaha milik ku," kata mas Yono.
Semua orang menyaksikannya, bagaimana tidak Yudi yang terkenal menjadi supir kaya.
Karena Yono yang selalu mempercayai dirinya, kini di pecat karena mulut tajam istrinya.
"Ini juga berlaku untuk siapapun, barang siapa yang berani mengusik keluarga kami, lihat saja aku akan benar-benar membuatnya masuk ke penjara," kata mas Yono yang melempar dua kunci truk itu pada anak buahnya.
"Kau puas Susi, puas!!" teriak mas Yudi yang tiba-tiba terkena serangan jantung.
__ADS_1
Para tetangga langsung menolong pria itu, sedang Bu Susi yang melihat suaminya seperti ini tak menyangka jika ini akan benar-benar berbalik sekarang.
Pak Yudi harus melakukan pemasangan ring jantung, otomatis Bu Susi harus menjual mobil miliknya untuk pengobatan suaminya.
Para warga juga tak ada yang menjenguk di rumah sakit karena mereka sangat tak suka dengan bu Susi.
"Lihaten sekarang, bangkrut SE, makanya Bu kalau punya mulut itu di jaga, sekarang Susi tau akibatnya," kata Bu Anas yang ada di toko Bu Sundari.
"Iya Bu, saya gak sangka loh jika mas Yudi sekarang tidak akan bisa ngapa-ngapain, karena setau saya ya orang yang pernah pasang ring jantung itu tak boleh kelelahan dan membebani jantungnya," kata Bu Toto.
"Ya kita doakan saja Bu," kata Bu Sundari yang juga kaget setelah tau masalah itu.
"Tapi itu sih karma ya, sudah berapa orang yang mungkin sakit hati karena ucapan Susi,tak hanya itu Sudi juga sering banget menghina orang, biar sekarang dia merasakan sendiri, gak enaknya menjadi orang tak punya," kata Bu Toto.
"Maksudnya gimana, ya gak mungkin lah langsung jatuh miskin," kata Bu Anas
"Ibu ini gimana sih, semua pasti bisa jatuh miskin lah, orang udah gak kerja tapi pengobatan terus," kata Bu Toto.
"Itu benar loh, terlebih Susi itu selama ini jarang sekali susah, jadi bisa di pastikan jika sekarang dia akan kelimpungan," terang Bu Sundari.
sebenarnya Bu Sundari ini juga kurang suka Bu Susi yang sangat lemes, karena dulu dia juga sudah pernah jadi bulan-bulanan saat suaminya baru meninggal dunia.
"ada apa Bu, kok diam?" tanya Bu Anas yang sedang memilih barang.
"tidak kok Bu, saya cuma ingat bagaimana dulu dia mengatakan hal buruk saat suami saya baru meninggal dunia, ya Allah... kalau ingat lagi bener-bener Sakit Bu," jelas Bu Sundari
"yang sabar ya Bu, saya juga pernah di posisi ibu, bagaimana tidak dia dan Bu Eka menyebar berita tentang Vina yang pulang di antar gurunya, eh taunya sekarang gurunya malah meminta Vina untuk jadi istri, dan berjanji akan menguliahkan Vina sampai jenjang yang lebih tinggi," kata Bu Anas
"owh .. cerita yang kapan hati itu toh Bu,"
__ADS_1
"iya Bu Toto, itu kan ada ibu juga, tapi Alhamdulillah pria itu ternyata anak yang bertanggung jawab bahkan dia itu anak orang mampu, jadi Vina beruntung Bu," kata Bu Anas bangga
"Alhamdulillah, ternyata berita itu tak benar, udah emang nih ya, dua orang ini mulutnya tajam banget," kata Bu Toto.