
setelah acara pengajian itu di laksanakan di desa cukup tenang karena banyak warga yang tak memiliki waktu untuk bergosip
bahkan bu eka sekarang di ajak oleh pak Sarip untuk membantunya mencetak batu bata.
awalnya Bu Eka tak mau karena itu seperti merendahkan dirinya, tapi dia tak bisa menolak karena jika dia tak melakukannya.
pak Surip mengancam istrinya itu agar mencari uang sendiri, terlebih gaya hidup bu Eka yang tinggi.
itu juga terjadi pada Bu Susi yang sekarang menjadi kasir di warung gorengan dan kopi miliknya dan suaminya.
bukan karena di ancam tak di beri uang belanja, melainkan dia takut suaminya itu malah tertarik dengan beberapa pegawai baru yang memang masih gadis dan cantik.
padahal bagi pak Yudi, punya satu istri seperti Bu Susi sudah merepotkan tentu dia tak ingin punya yang lain.
meski istrinya itu bermulut pedas dan suka bergosip, tapi wanita itu begitu baik dalam merawatnya saat sakit dulu.
"hei, jangan main ponsel terus, layani itu pelanggan, dasar gadis sekarang," tegur Bu Susi.
"iya bu,maafkan saya," jawab gadis itu
dia pun langsung bergegas bekerja, padahal tadi dia memeriksa pesan dari orang tuanya yang sedang berada di luar kota
__ADS_1
Edang pak Yudi yang mengawasi dari dapur hanya mengeleng.
meski dia tidak bekerja terlalu lelah di bagian itu, karena dia hanya melihat cara pegawainya memasak dan memastikan jika semuanya baik.
tak butuh waktu lama dia kedepan dan melihat sosok istrinya yang sedang duduk di kasir sambil mengawasi pelanggan.
"kamu kenapa sayang? kenapa melotot seperti itu kamu menakuti semua pelanggan jika begitu," kata pak Yudi.
"maaf deh, tapi lihatlah gadis sekarang begitu pemalas, main ponsel terus lain kali ada yang main ponsel lagi tak banting tuh ponsel, simpan di loker," omel Bu Susi.
"sayang mungkin itu ada pesan penting, sudahlah lagi pula Wating kita juga sedang tak ramai," jawab pak Yudi.
"baiklah pak bos saya akan mendengar apa perintah mu, jadi sekarang ke belakang saya oke, huh..." kata Bu Susi.
gadis itu terkenal sebagai murid wanita yang sedikit bermasalah dan sering dapat panggilan dari BK.
belum lagi banyak mata pelajaran yang gagal seperti halnya mata pelajaran yang di ajarkan oleh Jerry.
"ayolah pak kita bisa membicarakan tentang ujian perbaikan nilai, bapak kan tau saya tak bisa dan tak suka belajar, jadi bagaimana jika kita bicarakan dengan cara lain," kata gadis itu dengan menggoda.
"remidi tak bisa di tawar," jawab Jerry tak tergoyahkan.
__ADS_1
"kita bisa selesaikan ini dengan sangat mudah pak, setiap pria suka hal ini bukan, bagaimana jika aku memberikan bapak sebuah pengalaman yang sangat mengasikkan," kata gadis itu.
tanpa di sadari gadis itu, guru BK sudah dengar karena Vina dan Jerry melakukan penjebakan karena mereka tau aneh jika gadis bodoh itu bisa juara tiga di banding murid sekelas.
"ibu sudah dengar jika dia melakukan kesepakatan, jadi itu tak adik Bu," kata Vina.
terlebih dia dari tadi merekam sambil mendengarkan, guru BK pun langsung berjalan menuju ke ruangan laboratorium komputer.
ternyata gadis itu sudah membuka baju bagian atasnya, dan dengan dasi miliknya Jerry menutup matanya.
gadis itu kaget saat berbalik karena Jerry tak melihat dirinya, tapi malah pintu laboratorium yang terbuka dan menunjukkan guru wanita yang terkenal killer itu.
"dasar gadis tau aturan, aku.skan membuat mu tau apa itu belajar, dan aku akan memberitahu orang tua mu apa yang di lakukan putrinya,bahkan kamu lupa jika di laboratorium ini ada CCTV," kata wanita itu.
"jangan Bu, saya mohon orang tua saya bisa gila jika tau hal ini," mohon gadis itu.
"sebelum itu pikirkan harga diri ku sebagai gadis, pakai bajumu, dasar tak tau malu," kata Vina menarik pak Jerry.
Vina tak menyangka jika calon suaminya itu memiliki ketegasan dan selalu menjaga pandangan pada setiap gadis.
"hei pak guru yang aku cintai, apa itu adek tidak berdiri, ayolah dia lebih aduhai dariku dan putih dariku, bahkan dia punya pabrik susu yang uhuy," bisik Vina saat membuka ikatan dasi itu ternyata pria itu masih menutup mata.
__ADS_1
"karena sudah jadi barang yang umum, jadi tak jadi penasaran, tapi yang di miliki kekasihku ini sangat ingin aku lihat dan nikmati," jawab Jerry.
"mohon maaf, anda guru kenapa omongan mu seperti ini,dasar kamu ini," kata Vina tertawa.