
pak Eko yang mendapatkannya kabar itu langsung mencari setiap pemuda itu, ternyata mereka semua sekarang sedang kritis.
dari tiga orang teman Alan yang mencekoki pemuda itu, dua di antaranya sudah di ruang ICU sentral dengan kondisi yang sangat buruk.
tak hanya itu, mereka bahkan sudah kritis, pak Eko pun melaporkan kejadian ini pada pak lurah.
akhirnya mereka semua pun melapor ke polisi dan menyelediki dari mana para pemuda yang terkenal baik ini bisa pesta miras oplosan.
akhirnya saat di selidiki lebih lanjut, ada lima orang lain yang menyediakan minuman dan ternyata mereka ini adalah pemuda yang selama ini membuat geger kampung.
polisi pun mengamankan semua pemuda yang menjadi biang kerok dari kejadian buruk ikut.
beruntung semua warga pun bergotong royong untuk menyumbang sedikit biaya dari rumah sakit keempat orang ini.
tapi sayang Allah berkehendak lain, dua dari teman Alan harus meregang nyawa karena telat di bawa ke rumah sakit.
sedang Bu Eka yang mendapatkan kabar tentang semuanya merasa begitu terluka.
bukan apa karena putranya yang selalu baik dan sopan, malah terjerumus hingga separah ini.
dia juga merasa jika sudah gagal menjadi ibu untuk putranya, beruntung Saras bisa menenangkan wanita itu.
seharian ini Saras benar-benar merasa seperti punya ibu dan adik lagi.
bagaimana tidak Bu Eka yang memang kalau bicara seperti tidak ada rem, nyatanya sangat baik dan perhatian.
sore hari para warga berdatangannya untuk menjenguk Alan, dan memberi kabar tentang dua temannya.
dia nangis, dia jadi ingat jika mereka tidak minum secara sukarela melainkan di cekoki, terlebih salah satu dari teman Alan ini.
di sinyalir merebut gadis yang di sukai oleh salah satu pemuda yang membawa miras itu.
itulah kenapa kelima pemuda itu bisa di tuntut hukum dan Semuanya di selesaikan oleh pak Gunawan.
__ADS_1
tak terasa bukan berganti, setelah semua kejadian buruk yang terjadi, mereka pun juga sudah mulai beraktivitas.
sedang Alan sudah sibuk untuk ujian negara dan setelah lulus nanti dia berusaha mendapatkan beasiswa untuk kuliah karena dia ingin membanggakan kedua orang tuanya.
sedang Bu Eka juga sudah kembali sibuk dengan bekerja di warung milik pak Yudi dan Nia.
'hrh pak, nanti kita ke tempat pak Eko yuk,aku dengar dia baru sunat ulang," kata pak Anas yang datang ke rumah pak Yudi.
"heh piye piye... sek sebentar dulu sunat ulang ini maksudnya bagaimana, lak Yo entek," kata pak Yudi bingung.
"Yo pokok ngunu iku, terlebih yang saya dengar juga kalau sekarang sudah resmi jadi duda, sekalian lah minta traktiran kan sudah bebas dari istri yang ngeselin itu," kata pak RT RT yang jadi provokator.
malam hari semua bapak-bapak sudah ngumpul di rumah pak Anas, karena mereka aan ke rumah pak Eko.
sesampainya di sana, ternyata pak Eko sedang duduk santai menikmati waktu malam hari.
"wah ada apa kok rombongan banyak orang begini," kata pria itu melihat rombongan bapak-bapak
"mau sambang duda baru yang baru sunat," jawab pak Anas.
"wah ini akan jadi berita heboh jika pak Eko dan Bu Eka, dan seru ya..." kata salah satu bapak yang ikut.
"gak lucu ah, masak iya sih jodohin kok sama tetangga sendiri," protes pak Wisnu.
"iya pak, gak seru nih emang bapak-bapak gak jelas, saya mah mau cari yang masih segelnya rapet, masalah di suruh sama tetangga sendiri," jawab pak Eko yang tersenyum.
pasalnya dia tau jika pak Wisnu ini mengincar Bu Eka, dan belum lagi pak lurah yang juga sangat ingin memiliki wanita itu.
malam pun berganti pagi, pagi ini memang tak ada yang serius,hanya saja beberapa orang sudah datang ke rumah Bu eka.
ya mereka adalah anak-anak dari pak lurah yang ingin meminta wanita itu sebagai ibu mereka.
beruntung Bu Eka memang saat ini sedang libur, dan Alan juga lah yang memberitahu Saras serta semua adiknya untuk datang hari itu.
__ADS_1
karena dia juga sudah mengundang kakaknya untuk menginap, bukan akan dipaksa atau apa, melainkan pemuda itu sendiri yang berinisiatif.
pasalnya dia ingin ibunya memiliki pasangan yang baik dan bisa menerima semua yang ada di diri Bu Eka.
pemuda itu melihatnya ada di diri pak Gunawan. bagaimana tidak selama seminggu dia di rumah sakit.
pria itu selalu datang dan membantu wanita itu merawatnya, bahkan Alan juga melihat bagaimana pak Gunawan yang menjaga Bu Eka diam-diam.
"assalamualaikum Bu..." sapa Saras selaku anak paling tua dari pak Gunawan mewakili ke empat adiknya yang ikut datang.
"waalaikum salam, eh ada apa ini kok datang rombongan, aduh aduh... semua di ajak segala,"kata bu Eka yang melihat anak-anak yang ikut.
"iya Bu mau main saja, oh ya ini ada sedikit oleh-oleh," kata Andi anak yang nomor tiga dari pak Gunawan.
Bu Eka bingung kenapa anak-anak ini membawakan gila kopi dan keperluan sembako, dia pun melihat alan putranya.
dia ingat semalam Alan sempat membicarakan tentang pernikahan lagi.
karena dia ingin ibunya bisa hidup bahagia, dan Aliya menyetujuinya, tapi apa ini yang di inginkan olehnya.
"mari duduk mbak, ya Allah saya kira gak jadi datang," kata Alan
"ya gak mungkinlah, ibu juga duduk saja, tak perlu kaget begitu, kami kesini ini cuma mau main saja," kata Tina anak kelima pak Gunawan yang juga baru menikah.
"iya, tapi ini beneran loh, ada apa ini kenapa semalam dan saat ini ibu rasa jika Alan ini menyembunyikan sesuatu," kata wanita itu terus melihat ke arah putranya itu.
"sebenarnya Bu, kami semua kesini ingin meminta ibu menjadi istri ayah,. ini bukan paksaan, melainkan keinginan kami sebagai anak, kami tau jika ibu memang belum lama kehilangan suami, tapi kami yakin jika bersama ibu dan ayah bisa menikmati hari tua bersama," kata Saras.
"karena kami melihat ayah kembali ceria saat bersama ibu, bahkan saat ayah melihat Alan terluka, dia seakan tak bisa tidur dengan tenang karena khawatir, kami juga tau kisah kalian sebelum bersama pasangan masing-masing, jadi Bu apa bisa mempertimbangkan ini," kata Tina.
"iya Bu, Alan juga merasa jika pak Gunawan sangat sayang pada ibu, buktinya saat aku di rumah sakit, beliau setiap hari datang, dan dengan diam-diam memastikan ibu tak ikut sakit saat menjaga ku, bahkan aku menceritakan kejadian sebelum ayah meninggal pun, pak Gunawan bilang jika dia sudah tau," jawab Alan.
"ibu lihatlah semua mbak dan mas anak pak Gunawan yang dengan ikhlas datang untuk melamar ibu, jarang anak-anak sendiri yang bisa meminang seorang wanita untuk menjadi istri ayah mereka," kata Aliya yang juga mendukung.
__ADS_1
"apa kalian yakin pada ku, aku bukan wanita yang baik yang kalian butuhkan mungkin," kata Bu Eka
"itu mungkin menurut ibu, tapi menurut kami, ibu adalah orang yang sangat tepat untuk menjadi seseorang yang bisa mendampingi ayah Bu," jawab semua anak pak Gunawan.