Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
mencoba membalas


__ADS_3

Bu Susi saat ini sedang berada di ruang saat truk suaminya itu pulang, terlihat dia begitu senang dan langsung berlari ingin menemui suaminya itu.


Tapi Bu Susi kaget saat melihat sosok Bu Ika yang turun dari truk suaminya.


"Apa-apaan ini mas, kenapa wanita tak tau malu ini ikut dengan truk mu," kata Bu Susi berteriak keras dan membuat semua orang berkumpul.


"Hentikan Susi, aku baru tau jika pak Imron meninggal dunia karena bunuh diri karena gosip yang kamu sebar," kata pak Yudi suami Bu Susi.


"Kenapa aku yang salah, kenapa tidak menyalahkan wanita itu, dia bahkan berani menghentikan mu di jalan dan ikut pulang ke rumah, dia berencana merebut mu pasti, terlebih setelah suaminya mati, dia bebas bukan!" kata Bu Susi yang sedang marah.


"Susi!!" teriak pak Yudi.


"Apa!! kamu ingin aku minta maaf padanya, apa dia melakukannya setelah mempermalukan diriku, apa dia minta maaf saat itu, tidak!! kau tau karena dia memang membenciku, apa yang dia berikan hingga kamu berani marah padaku, sudah berapa kali kamu menidurinya, benar begitu kan wanita murahan," kata Bu Susi yang marah.


"Susi!!" bentak pak Yudi yang ingin menampar Bu Susi tapi dia berhenti.


"Kenapa, mau menamparku, tampar saja!!" marah Bu Susi.


"Yudi, beraninya kamu mau menampar menantuku, kamu jangan lupa jika Susi itu menantu ku, karena wanita tak tau diri yang selingkuh hingga membuat suaminya malu hingga bunuh diri, kamu menyalahkan istrimu yang hanya menyebar kebenaran, seharusnya wanita benalu dan tak tau malu ini di usir dari desa ini," kata ibu pak Yudi.


"Ibu..." kaget pria itu yang langsung bersujud di kaki ibunya.


"Bangkit Yudi, dan kamu wanita tak tau malu, kamu ingin merusak rumah tangga anak ku dengan memfitnah menantuku, kamu ingin melakukannya, kamu pikir aku tak tau niat ku, dasar tak tau malu," kata ibu pak Yudi.


Bu Ika terdiam tak bisa bicara lagi, karena niatnya sekarang berbalik seratus delapan puluh derajat.


Niatnya ingin mempermalukan Bu Susi,malah kini dia yang malu, dan makin buruk citranya.


"Saya bukan ingin melakukan itu, saya hanya ingin meminta Bu Susi minta maaf," kata Bu Ika.

__ADS_1


"Kamu yakin, lihat DM mu di Faceb*ok milik suamiku, kamu bahkan mengiriminya foto telanj*Ng mu ini, dan asal kamu tau Faceb*ok ini aku yang pegang, jadi selamat kamu memang wanita murahan," kata Bu Susi yang membagikan bukti DM itu di grup warga desa.


Melihat hal itu, warga desa pun merasa jijik dengan Bu Ika, bukannya tobat setelah kematian suaminya, dia malah menggoda suami dari Bu Susi.


Sekarang pak Yudi sadar, kenapa selama tadi wanita itu di dalam truk, terus terlihat menggoda dirinya.


Ternyata ini adalah niat untuk membuat istrinya sedih, tapi dia tak mungkin melakukannya.


"Sayang jadi semua ini, dan apa yang di katakan oleh Bu Ika tak benar, berarti itu bukan fitnah," kata Yudi merasa bersalah.


"Itu benar mas, semua orang juga tau, bahkan Bu Lastri yang menjadi saksi kuat, dan lihatlah dia memfitnah ku untuk membuatku dan suamiku bertengkar, kamu itu wanita busuk Ika, wanita busuk," marah Bu Susi.


Pak Yudi pun langsung memeluk istrinya yang begitu dia cintai itu, meski mulut Bu Susi pedas tapi dia tak peduli


"Maafkan aku ya istrimu, apapun aku akan lakukan ada kamu memaafkan diriku," kata pak Yudi yang memang tak bisa lama-lama di benci istrinya itu.


Sedang Bu Ika sudah pulang malu karena Bu Susi tak memberinya ampun, dan semua orang makin membencinya.


Siang hari Bu Eka, Bu Lastri dan Bu Susi sedang duduk santai di toko milik Bu Sundari.


Karena mereka mau belanja dan datang bersamaan, jadilah toko itu tempat ghibah lain.


"Eh Bu Susi, itu Ninik beneran mau cerai ya, tadi dia yang bilang sendiri," kata Bu Sundari.


"Eh Susi, aku tak sangka loh Ika seperti itu, dan untung tuh suamimu gak tergoda, bisa amsong kamu jika Yudi ****** sama tuh janda gatel," kata Bu Lastri.


"Enak saja, mau tak potong tuh burung berani selingkuh," kata Bu Susi yang kesal.


"Tau tuh jadi wanita kok murahan banget, gatel gitu kayaknya gak punya lagi, perlu di garuk tuh, cariin anj*Ng deh sus," kata Bu Eka.

__ADS_1


"Emang aku emaknya, udah ah gak usah di bahas, kamu tak kasihan ada janda tuh nganggur," kata Bu Susi melihat Bu Sundari.


"Eh kampret sialan, aku itu janda terhormat ya, jangan sampai sama modelan si Ika, idih.... gak level tau," kata Bu Sundari.


"Apa gak gatel tuh barang gak pernah di pakai, kasihan amat tiap malam kesepian," ledek Bu Lastri.


"Sudah jangan meledekku, memang kamu juga tak sama, tiap malem juga paling jarang di sentuh, jangan-jangan suamimu punya wanita lain tuh," kata Bu Sundari.


"Memang ibu tau suamiku, jangan mengatakan hal aneh deh, ya kali dia berani melakukannya, maka akan ku buat miskin," kata Bu Lastri.


"Tapi aneh juga ya Lastri, kenapa suamimu itu tiap malem sering banget ngeronda, jangan-jangan dia ngincer calon janda muda lagi, maaf nih ya, kan di onoh masih muda dan seger, sedang kamu kan mulai kisut," kata Bu Eka yang membuat Bu Lastri kesal bukan main.


"Apa kamu menyebutku kisut, eh kendor lihat tuh muka mu yang udah peyot, enak saja menghina orang," kata Bu Lastri tak terima.


Bu Susi dan Bu Sundari hanya tertawa saja, mereka tak mengira pembicaraan ini malah melantur kemana-mana.


Pak Yudi datang menjemput istrinya itu yang belanja di toko tak pulang-pulang.


"Ma, ayo ikut papa sebentar, ada urusan penting," panggil pak Yudi.


"Iya pa, eh semua, saya pamit ya udah di tunggu suami tercinta nih," pamit Bu Susi.


"Eleh.... kayak punya suami sendiri kamu Susi,"


"Memang kenapa, syirik tanda tak mampu loh," jawab Bu Susi yang sudah naik di boncengan motor.


"Eh itu si Yudi sebenarnya lihat apa sih dari si Susi, orang gemuk tak berbentuk gitu," kata Bu Sundari.


"Sepertinya matanya buta Bu, apa picek ya, beneran gak bisa bedain mana wanita cantik," tambah Bu Lastri.

__ADS_1


"Loh kalian gak tau, jika Yudi itu bertahan karena ibunya, dan jika mereka pisah, maka Susi yang dapat semua harta, sedang Yudi ya Ngembel, jadi itu sih yang paling logis menurutku," kata Bu Eka.


__ADS_2