
Bu Lastri dan anak gadisnya itu sampai di rumah teman wanitanya, Lala sedikit takut awalnya jika selalu di ajak kesana.
tapi bagaimana pun dia tak bisa menolak, jadi dia harus ikut saja, mereka pun masuk dan mulai tercium aroma bunga tujuh rupa yang sangat harum.
"kenapa suamimu, mulai berpaling," tanya wanita yang muncul dari dalam rumah sambil membawa dua gelas air.
"kok tau sih, aku merasa dia semakin nekat bertemu dengan selingkuhannya itu, tolong buat kek wanita itu mati jika memang ada," kata Bu Lastri.
"itu sih mudah, tapi kamu yakin karena jika wanita itu mati, maka kami harus mengurus dua anaknya," kata wanita itu tersenyum.
"jadi benar suamiku punya wanita lain, kenapa kamu menyembunyikannya," marah Bu Lastri.
"karena kamu tak tanya, dan jika sekarang kamu mau dia mati terlambat, karena yang ada kamu yang akan di tinggalkan," kata wanita itu.
"tolong lakukanlah sesuatu, aku tak mau suamiku tetap di tempat wanita itu," mohon Bu Lastri.
"aku cuma bisa menunjukkan dan memberitahu mu, kamu yang punya pilihan dengan hal yang bisa di lakukan, tentu kamu tak lupa doa dan cara melakukannya bukan," kata wanita itu
"baiklah, tapi apa kamu tau bagaimana wanita itu?" tanya Bu Lastri yang makin penasaran.
"tunggu di sini, nanti pulang setelah dhuhur, tapi ambil jalan yang melewati masjid ya, nanti kamu juga tau," kata wanita itu santai.
akhirnya Bu Lastri mengikuti ucapan dari temannya itu, dan setelah dhuhur dia pulang.
dia mengikuti apa yang di arahkan oleh temannya itu, dan ternyata benar dia melihat motor suaminya berhenti di salah satu rumah.
dan seorang wanita muda keluar dan memeluk pak Eko, tak terduga Bu Lastri bersikap tenang.
tapi tidak dengan Lala, gadis muda itu sangat terpukul melihat ayahnya itu.
gadis itu turun meninggalkan Bu Lastri di pinggir jalan, dan mendekat ke arah kedua orang itu.
"aku benci ayah!!" teriaknya dengan marah dan mendorong motor pria itu.
mendengar itu pak Eko kaget, pasalnya dari dalam rumah keluar dia orang bocah yang mungkin usianya tak jauh darinya.
"ayah keterlaluan, bagaimana ayah bisa seperti ini, ibu selama ini selalu menjaga ayah, bahkan saat ayah kecelakaan dia yang siang malam merawat ku di rumah sakit, tapi dengan berani ayah punya wanita sialan ini di sini, dan anda yang juga seorang wanita ternyata dengan tak tau malu merebut suami dan ayah dari orang lain," keributan itu pun memancing para warga keluar rumah.
"tolong diam Lala, kamu membuat ayah malu," kata pak Eko.
"malu, kelakuan ayah itu yang membuat malu, jika bukan kakek yang membuat ayah jadi kepala dusun, ayah tak mungkin jadi seperti ini, dan wanita seperti mu itu harusnya mati saja dan masuk ke neraka, dasar wanita tak tau malu,"
__ADS_1
"Lala!!" bentak pak Eko ingin memukul anaknya.
"jangan menyentuh anakku!!" bentak Bu Lastri yang datang ke depan suaminya itu.
"sudah berapa tahun kamu menduakan diriku, sepuluh atau lima belas tahun, aku rasa ini bukan salah ku tapi kamu yang tergoda dengan wanita itu, atau dia yang menggoda mu, sudahlah itu tak penting, aku akan membawa semua ini ke pengadilan, aku akan menuntut pengembalian harta yang kamu kelola, jangan lupa karena yang kaya itu aku bukan kamu, jadi aku akan membuat mu kembali jadi dirimu yang gembel dulu, dan wanita itu juga tak berhak karena aku tak memberikan izin untuk pernikahan ku, dan siapapun yang membiarkan mereka berzina seperti, lihat saja akan ku buat kalian semua merasakan akibatnya, terutama kamu pak RT yang tak bisa mengawasi warga mu," kata Bu Lastri.
"kamu jangan gila," marah pak Eko.
"aku gila, hei pak Eko jangan lupa diri, kamu itu cuma pengawal dari ayah ku dulu, yang dia minta menikahiku karena dia sekarat, jadi sekarang saat kamu berulah, anggap saja aku mengambil semua yang di titipkan padamu," kata Bu Lastri.
"jadi mbak selingkuhan yang tak tau malu, selamat kamu dapat gembel ini sekarang, ambil saja aku juga tak butuh pria buruk ini, lagi pula aku melakukan fasektomi padanya setelah aku kehilangan rahim ku, jadi itu anak siapa aku juga tak tau, jadi sayang ku yang miskin selamat kamu dapat zonk," kata Bu Lastri.
pak Eko terdiam, "itu tak mungkin!!" marahnya.
"kamu lupa kenapa kamu seminggu di rumah sakit setelah sebulan aku melakukan operasi pengangkatan rahim, aku sengaja membuat mu diare hebat, dan setelah itu aku meminta dokter melakukan pemotongan jalur spe***mu itu, jadi kamu tak akan punya anak lain jika berhubungan dengan wanita lain, karena saat aku kehilangan sesuatu, kamu juga tentu harus kehilangan hal yang sama," jawab Bu Lastri.
"ibu..."
"Tidak usah menangis sayang, kamu itu anak dari seorang Lastri Wijoyo, jadi harus kuat, ingat kakek mu itu mantan orang terpandang, dan siapapun yang berani mengusik keluarga kita, akan ku buat dia mati, termasuk orang yang membiarkan perselingkuhan ini, jangan bilang hanya karena aku diam mereka berani menginjak ku," kata Bu Lastri.
para warga desa itu pun mulai panik, terlebih seorang pria yang di akui sebagai sesepuh desa di sana datang.
"apa kabar mbak Lastri,"
"maafkan saya mbak, saya akan mengurusnya, lagi pula bagaimana pun suami mu itu selingkuh, tak akan bisa punya anak karena sudah tak bisa membuahi bukan," kata pria itu.
pak Eko pun kaget bukan main, dia lupa jika keluarga istrinya itu dulu sangat berkuasa.
meski Bu Lastri mau hidup sederhana dengannya, tapi ternyata ada seseorang yang menjadi orang kepercayaannya.
"ambil semua yang di miliki pria busuk itu, kemudian biarkan dia kembali jadi gelandangan, dan aku akan kembali tinggal di rumah orang tua ku," kata Bu Lastri sebelum pergi.
"saya tunggu mbak," jawab pria sepuh itu.
Winda kaget dan lemas, bagaimana bisa seperti ini, jika pak Eko sudah tak bisa memiliki anak.
terus kedua anaknya itu milik siapa, tiba-tiba kilasan balik muncul di otaknya.
dia ingat dia sempat di perkosa seseorang setelah menyanyi di sebuah desa dulu, dan itu dia sembunyikan dari pak Eko.
Lala masih begitu sedih, tapi Bu Lastri yang tak bisa melihat putrinya sedih pun akhirnya mengajaknya untuk pindah.
__ADS_1
beruntung saat mereka pindah mendadak tak ada yang tau, dan saat sampai di rumah milik orang tuanya.
ada adiknya yang siap untuk mengejek dirinya itu, "aduh kasian sekali, suamimu ketahuan selingkuh ya, kenapa gak di bunuh saja, seperti suamiku kan beres," kata Santi santai.
"aku tak segila dirimu, lebih baik aku mengembalikannya sebagai mana harusnya," kata Bu Lastri.
sedang Lala menghubungi kakaknya agar tak membantu pak Eko saat pria itu datang meminta tolong.
karena dia telah menceritakan semua yang telah dia lihat dan alami tadi.
"gadis pintar, buat kakak ku itu membenci pria busuk seperti Bayah ku itu, gayanya saja sok suci, nyatanya dia itu pria busuk juga," kata Santi yang mempengaruhi keponakannya itu.
sedang Nia saat ini sudah berada di rumah Bu Eka, dan memberikan seragam yang harus di gunakan saat di warungnya nanti.
"jadi apa saja peraturannya, aku dengar di sana ada beberapa peraturan untuk pegawai," kata Bu Eka yang nampak senang.
"sudah ada di sini Bu, anda bisa membacanya, dan tolong bekerjasama dengan yang lain ya," kata Nia.
dia pun langsung pamit pulang setelah memberikan seragam itu dan Bu Eka akan berjanji tak akan telat.
kini Nia ke toko milik pak Hadi untuk belanja, tak sengaja dia berpapasan dengan seorang pria di toko.
"apa kamu Bu Nia Larasati?" tanya pria itu yang berhasil membuat Nia menoleh.
"iya itu saya, maaf anda siapa?" tanya Nia yang tak mengenali pria matang di depannya itu.
"apa kamu lup dengan ku, aku adalah pak Wisnu yang dulu sering langganan di warung lama mu itu,"kata pria itu.
"maaf aku tak ingat, permisi karena saya harus belanja," kata Nia.
sedang pak Wisnu mengusap bibirnya, dan kemudian bersiul pergi.
dia tak menyangka akan bertemu wanita yang dulu jadi incarannya, tapi sekarang noa makin menggoda menurutnya.
"dasar pria aneh," kata pak Hadi yang melihat pria itu.
"loh memang kenapa pak?" tanya Nia.
"mending hati-hati mbak,dia dari tadi itu saat melihat ibu-ibu seperti orang yang tidak tau malu, masak tadi Bu Anita saat belanja di pelototi dari atas ke bawah, dan kemudian dia tersenyum dan memilih toko, eh sekarang kejadian lagi pada mbak Nia," kata pak Hadi.
"memang dia itu siapa, saya baru melihatnya," kata Nia.
__ADS_1
"dia itu yang membeli rumah milik Bu Sundari, aku dengar dia itu duda, rapi kok mata keranjang begitu,pasti istrinya mati ngenes tuh," kata pak Hadi.