
semua terdiam melihat hal itu, bahkan anak buah dari pak Galuh yang preman dan juga sanggar pun tak berani melawan.
semua pun diam hanya bisa saling lirik, Andrian juga tak bisa berkutik lagi begitu pun pak Galuh.
"ini baru peringatan, dan jika kalian masih mau jadi polisi bereskan dia pastikan menerima hukuman yang pantas, atau karir kalian semua berakhir sekarang," kata pria itu.
"iya bos besar, maaf..." keduanya pun di gelandang ke kantor polisi.
pak Galuh tak terima karena dia tak merasa bersalah karena telah menyiksa atau membiarkan putranya melakukan Kekerasan dalam rumah tangga.
"bos, sebenarnya dari tadi kamu ini bilang hal yang membingungkan, bagaimana bisa anak tukang judi itu menjadi putrimu, dan kenapa memperlakukan aku tang sudah setia padamu dari dulu," kata pak Galuh.
"kamu tanya, karena dia orang itu sudah menculik anakku dan ternyata aku baru menemukannya, dan aku juga batu tau orang yang selama ini aku percayai, bisa bersikap acuh tak acuh saat putra mu melakukan kesalahan," kata pak Rudi.
mendengar itu, pak Galuh terdiam, dia ingat hebat bagaimana usaha pasangan suami istri itu mencari anak mereka.
dan kini dia dan putranya sudah berada di dalam masalah besar, karena mereka sudah salah memperlakukan buruk seorang wanita.
pak Tomo yang menyaksikan semuanya tak percaya dengan apa yang dia lihat, bagaimana tidak seorang lintah darat dan preman itu, bisa tak berkutik sedikit pun.
pak Rudi mengucapkan terima kasih pada pak Tomo karena mau menemani dirinya.
akhirnya sembako yang terlanjur di beli di minta untuk di bagikan saja, dan uang dari Wulan juga di masukkan ke kas masjid sebagai amal jariyah.
sesuai kesepakatan bersama, dan untuk menyambut kepulangan Lulu dari rumah sakit.
keluarga pak Rudi dan Bu Anita mengejar pesta untuk masyarakat.
semua orang senang dan menikmati pesta itu, tapi di atas kebahagiaan orang lain masih ada saya orang yang sirik.
seperti kali ini, ada Bu Susi yang tak mengira jika Lulu itu anak orang kaya, dia mafih belum yakin sepenuhnya.
__ADS_1
"memang keluarga ini yakin jika Lulu itu putrinya, siapa tau cuma mengakui karena Lulu kan cantik, siapa tau mau di jual di luar negri jadi pelacur," kata Bu Susi.
"hus... jaga bicaramu mbak Sus, kamu tak tau ya, jika pak Rudi itu bos dari pak Galuh, bahkan suamiku saja yang melihat pak Rudi menghajar pak Galuh hanya bisa diam, terlebih pria itu benar-benar sangat mengerikan," kata Bu Tomo.
"benarkah, pantas saja dia jaya tenyata pimpinan preman to," kata Bu Eka yang bergabung dengan kedua temannya itu.
"aku sih gak tau ya mereka preman atau bukan, tapi yang pasti dia itu memiliki jabatan atau mungkin pengaruh yang kuat biasa," kata Bu Tomo lagi.
"Halah Halah ora kaget, kalau dia bos pak Galuh, berarti dia itu preman juga," kata Bu Susi yang mengobarkan bendera perang, padahal keluarga dari pak Rudi juga baru datang ke desa itu
putra kedua pak Rudi hanya bisa mengeleng saat tak sengaja mendengar ucapan para ibu-ibu rumpi itu.
ya dia tak menyangka jika di desa ini ada kelompok ibu-ibu yang malah repot mengurusi hidup orang lain.
padahal hidupnya sendiri saja belum tentu benar, dan dia memilih kembali ke rumah setelah dapat apa yang dia inginkan.
malam pesta rakyat itu di lewati dengan cukup meriah, dan semua orang senang melihat Lulu yang sudah menemukan keluarganya.
pagi ini bahkan tak ada ibu-ibu yang kumpul untuk ngerumpi seperti biasa.
Bu Eka memilih santai di rumah Karena dia memang tak punya kegiatan lain.
saat tiba-tiba terdengar suara keras di depan rumahnya, saat dia keluar ternyata gapura rumahnya sudah di tabrak oleh mobil truk yang muat gabah.
"lah kok iso ne pagar gapura omah ku rusak kok tok tabrak seh... ijoli!!" teriak Bu Eka.
"iya Bu maaf, saya tadi mengantuk hingga oleng,nanti saya ganti rugi untuk yang baru, tolong jangan di perpanjang ya Bu, karena saya sedang snaagt sibuk dan buru-buru," kata supir truk bermuatan penuh itu.
"ora iso, aku butuh pertanggungjawaban sekarang,aku tidak percaya padamu," kata Bu Eka dengan wajah marah
kernet supir itu merasa sangat takut,terlebih Bu Eka yang terlihat tanpa ampun dengan membawa sapu di tangannya.
__ADS_1
kan tidak lucu jika keduanya habis di tangan wanita yang bisa silat, baru itu akan sangat memalukan.
"iya Bu saya ganti, tapi nunggu saya ngomong dulu ke bos, karena saya tak bisa memutuskan begitu saja," kata pria itu.
"gak mau tau, saya minta ganti rugi sebanyak lima juta untuk membetulkan pagar rumah saya," kata Bu Eka yang terlanjur marah.
"bos kasih saja, atau hidup kita bisa dalam bahaya nih," kata pemuda itu yang sudah takut.
akhirnya pria itu memberikan ganti rugi, tapi supir itu maunya semua di selesaikan dengan saksi dan ada hitam di atas putih.
karena dia tak ingin jika nantinya ada kesalahpahaman lain, dan itu sangat merugikan dirinya.
akhirnya Pamong desa menengahi dan Bu Eka mendapatkan uang yang dia inginkan itu.
setelah itu supir truk itu pergi karena urusan ganti rugi selesai, dan mereka harus kejar target untuk memenuhi pesanan dari bos mereka.
Bu Toto sedang santai di depan rumah di bawah pohon nangka sambil makan rujakan di temani beberapa tetangga dekat rumah.
saat melihat Bu Susi yang baru pulang dari belanja,dan sepertinya membeli barang mewah lain.
"Hem,bakol gorengan AE sekarang sombongnya minta ampun, belum saja jika semua di ambil oleh Allah karena punya sifat kikir,", kesal wanita itu melihat tetangganya itu.
semua orang di desa juga sudah tau bagaimana perangai Bu Susi,selain tukang menjelekkan orang lain.
wanita itu juga sangat pelit, bahkan saat ada iuran yang di adakan oleh masjid untuk mengadakan pengajian Akbar.
wanita itu sangat tak suka melihat hal itu, terlebih jika setiap nama orang di catat untuk membuat setiap orang tergerak untuk menyumbang juga.
tapi wanita itu memilih untuk mengunakan nama hamba Allah karena hanya memberi dua puluh ribu.
tapi saat membanggakan dirinya yang menyumbang,bahkan dia mengakui sumbangan yang besar sebagai dirinya hanya karena sumbangan itu juga bertuliskan hamba Allah.
__ADS_1
sampai membuat pa tetangga tak yakin dengan hal itu, pasalnya semua orang tau jika wanita itu pelit.