Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
kisah Lulu


__ADS_3

acara yang di buat Bu Anita dan keluarga sudah berjalan lancar, semua ibu-ibu yang dari pagi membantu di kasih lebihan kue dan yang lain bahkan sembako.


sedang Vina yang tadi di jemput Jerry, karena orang tua dari pria yang sudah meminangnya itu ingin bertemu.


Bu Eka dan Bu Susi merasa sedikit kesal, karena ibu-ibu itu tak mengajak mereka rewang.


sekarang mereka yang tak dapat apa-apa, "eh ibu-ibu ini keterlaluan ya, masak kita gak di ajakin kan jadi kita tak dapat bagian," kata Bu Susi.


"alah, paling-paling ya cuma biar dapat nama saja, kamu kayak gak tau mereka saja," kata Bu Eka yang memang sedikit tak suka dengan sikap teman-temannya itu.


"bagaimana tidak, para ibu itu meminta bantuan saat mau nolong orang, tapi kalau ada yang begini saja gak bilang-bilang, kan ngeselin ya,"


"sudahlah Susi, sekarang kita lihat saja tingkah mereka, sekarang aku jamin mereka sekarang pasti akan menyembah tuh orang kaya baru, sudah pulang duluan ya," kata Bu Eka yang kini berpisah dengan Bu Susi.


esok paginya, Bu Anas sudah mengumpulkan uang dari semua ibu-ibu yang mau nyumbang, sedang yang tak ingin Humbang juga tidak apa-apa, toh ini juga tidak ada paksaan sama sekali.


Bu Anita datang dengan membawa satu karung beras seberat dua puluh lima kilo.


"saya nyumbang ini ya," kata Bu Anita.


"Alhamdulillah Bu, kalau begitu uangnya bisa saya buat beli yang lain ya, karena kami juga dapat bantuan dari keluarga sini yang sekarang pindah ke kota," kata Bu Anas.


"loh Wulan nyumbang Bu," tanya Bu Toto kaget.


"tentu saja Bu, mbak Wulan sama suami kirim tiga juga, yang Lina ratus di minta untuk membelikan sembako dan uangnya biar di buat pegangan oleh mbak Lulu," kata Bu Anas.


"ya Allah... mereka ini meski sudah pindah tetep baik banget ya, gak kayak budenya yang beh... pelitnya bukan main," kata Bu Tomo.


"sudah sudah jangan ngomongin orang saja, sekarang kita pergi ke tempat Lulu saja yuk, nanti mampir belanja sebelum sampai, kan toko sekarang hanya ada punya Bu Rohimah, jadi berangkat yuk," kata Bu Anas yang berangkat.


para ibu pergi mengunakan motor dan saling bonceng, Bu Anita pergi dengan Bu Toto yang memboncengnya.


mereka pun berangkat dan ternyata sudah ada Bu Lastri dan Bu Anas yang sudah selesai belanja.


entah dua wanita itu mengendarai motornya dengan kecepatan seperti apa.


setelah itu mereka datang ke rumah yang berada di ujung desa, dan dekat persawahan.

__ADS_1


sesampainya di tempat itu terlihat ada ibu dari Lulu yang sedang duduk menikmati sinar matahari.


sedang Lulu sedang menyuapi ibunya itu, gadis itu bangkit dan tersenyum melihat kedatangan ibu-ibu.


"assalamualaikum Lulu, aduh maaf ya saya bawa rombongan begini," kata Bu Anas.


"waalaikum salam Bu, iya tapi ada apa ya Bu?" tanya Lulu yang bingung.


tanpa di duga Bu Anita langsung lari ke depan ibu dari Lulu, "Bu Pawuh, ibu ingat saya, ibu mana anak saya, kenapa ibu dulu lagi dan membawanya!!" kata Bu Anita yang menangis sambil tertawa suasana.


melihat hal itu, Bu Pawuh langsung lari menjauh, "ibu jangan pergi, ibu!!" panggil Lulu yang mengejar ibunya.


ibu-ibu pun membantu Lulu, sedang Bu Anas dan Bu Toto menenangkan Bu Anita.


"tenang Bu, ini sebenarnya ada apa, kenapa ibu Anita seperti ini, tolong telpon pak Rudi dan pak RT, pak RW dan pamong desa ya," kata Bu Toto.


"iya Bu RW," jawab Bu Tomo.


beruntung Bu pawuh bisa di tangkap oleh Lulu dan ibu-ibu yang lain, dan tak butuh waktu lama untuk para pria itu datang.


"astaghfirullah bunda kenapa?"


"itu Bu pawuh yah, dia yang membawa lari putri kita Delina, tapi kondisinya seperti itu, ibu tanya dia malah lagi yah, bagaimana nasib putri kita yah...." tangis Bu Anita.


sedang Lulu terus memeluk ibunya itu yang juga ketakutan, "sebenarnya ada apa ini,ibu saya sedang tidak sehat karena kematian bapak yang syok karena kehilangan sawah kami," kata Lulu.


tapi pak Rudi merasa tak lain dengan gadis yang memeluk wanita tua yang terkena gangguan mental itu.


"tunggu dulu, bunda kenapa gadis ini mirip dengan mu saat muda?" tanya pak Rudi.


"apa..." kata Bu Anita yang menoleh dan melihat sosok Lulu.


ternyata benar, wajah mereka mirip tapi karena luka di wajahnya jadi Lulu sedikit berbeda.


"iya, apa kamu benar anak kami?" tanya Bu Anita yang ingin mendekat tapi Lulu mundur karena ibu pawuh tampak ketakutan.


"tunggu dulu Bu, bisa tong jelaskan ini ada apa, kok saya bingung ya?" tanya pak Eko yang juga datang.

__ADS_1


"jadi begini pak. dulu Bu pawuh ini bekerja di rumah saya untuk bagian bersih-bersih, tapi suatu hari suaminya datang, kami juga menyambutnya dengan baik, tapi entah kenapa mereka berdua yang sudah saya anggap saudara sendiri, malah tega mencuri semua uang dan perhiasan istri saya, dan hanya karena tak mau di tangkap polisi mereka membawa anak saya sebagai sandera," kata pak Rudi


"apa bapak punya foto masa kecil dari Lulu, setidaknya saya ingat wajah gadis ini dulu karena dia teman Vina," terang pak RT.


pak Rudi pun mengeluarkan foto yang selalu dia simpan, yang ternyata itu benar.


"iya ini foto Lulu saat kecil, makanya dulu kami bingung kenapa Mak pawuh pulang dengan anak balita yang sudah berusia empat tahun sementara kami di desa tak tau kapan hamilnya," jawab pak Anas


"putri ku..." tangis Bu Anita yang di tahan suaminya melihat Bu pawuh yang memeluk Lulu dengan erat.


"tidak!! kalian jahat karena membuatnya sendiri, jadi dia aku bawa karena aku tak mau dia sendiri, jadi dia itu putriku, kalian itu orang jahat!!" teriak Bu pawuh.


"tapi Bu, itu keterlaluan, ibu bisa-bisanya anda membawa putri kami yang masih balita, saya gila mencari putri saya, karena dokter mengatakan jika saya akan sulit hamil lagi...." tangis Bu Anita.


"apa..." bingung semua orang


"tidak boleh," kata Bu pawuh yang mengamuk dan ingin melukai bu Anita.


melihat itu Lulu mencoba memeluk Bu pawuh agar tak semakin berontak, tapi sayang kekuatannya kalah jauh.


jadi Lulu malah terdorong hingga tersungkur dan perutnya membentur kursi galar.


"ah...." kata Lulu yang merasa begitu sakit.


Bu Anita yang melihat Lulu jatuh, mendorong Bu pawuh hingga jatuh, dan terpaksa pak Eko dan pak Anas memegangi wanita itu.


"kamu kenapa Lulu?" tanya Bu Anita dan Bu Anas.


"perut saya Bu.... sakit sekali..." lirih Lulu yang kesakitan.


"ayah darah yah..." teriak Bu Anita.


Bu Anas juga kaget melihat darah segar itu keluar dari tubuh Lulu, "kita bawa ke rumah sakit, pak titip Bu pawuh dulu,"


pak Rudi dan Bu Anita panik, Bu Anas juga Bu Toto ikut sebagai saksi dari warga desa.


Bu pawuh di bawa ke rumah tetangga terdekat dan di ikat agar tidak kabur, sementara pak Eko dan Bu Lastri ikut mengikuti dengan motor.

__ADS_1


__ADS_2